Untukmu si cokelat kesayangan,
Khusus hari ini aku membiarkamu
sendiri. Memberimu ruang untuk beristirahat sebelum esok hari aku datang
bersama setumpuk paksaan. Membuatmu tidak mampu menolak menemaniku. 
Ah, ingatkah perkenalan pertama
kita di 2011? Saat kamu datang menemaniku menuliskan setiap kata demi
menggenggam selembar ijazah. Menemaniku mengerjakan skripsi yang sempat kita
hilangkan. Ya, kebodohanku yang saat memindahkan data skripsi malah membuatnya terhapus.
Ha.. Ha.. Kebodohan yang fatal. 
Sejak itu, kamu terus menemaniku.
Kamu bawa turut serta menemaniku ke kampung orang. Ke tanah pasundan. Bertemu
dengan banyak orang. Menerima ribuan potret, menelan jutaan kata dalam
memorimu. 
Ya, kau si cokelat yang selalu
kutenteng ke berbagai kafe di Bandung demi mengejar WiFi. Menjadi satu-satunya
kawan saat duduk di pojokan. 
Sesekali kamu berontak marah.
Lelah. Terutama akhir-akhir ini.
Ah, maafkan aku yang sering tak
manusiawi. Membuatmu kerja berhari-hari. 
Terima kasih untuk setiap cerita
yang kau simpan. Denganmu banyak hal yang telah kulalui. Bersamamu impianku
perlahan kudekati.
Jangan bosan. Jangan menyerah
menemani sebab setelah ini perjuanganku masih panjang. Dan aku butuh hadirmu
menemani. 
Jadi beristirahatlah hari ini.
Esok kita bekerjasama lagi
With Love,
Atria