Dear
pengantin baru yang cantik,
Ha..ha.. entah berapa lama panggilan ini
bisa kusematkan padamu. Kakak yang cerdas yang semangatnya selalu menggebu.
Perempuan cekatan dengan kecerdasan yang terpancar kuat.
Pertama kali bertemu denganmu aku selalu
berpikir, “Kenapa perempuan ini selalu menemukan sesuatu yang bisa ditanyakan?”
Ini wajar karena sepanjang diklat jurnalistik yang kita ikuti bersama, kakak
selalu bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam setiap sesi materi. Bahkan
di materi yang paling membosankan sekalipun. Aku perempuan yang tidak bisa diam
malah sibuk keluar masuk ruangan agar bisa membunuh kantuk yang menyerang dan
melepas kebosanan.
Aku ingat, hal yang selalu membuatmu
penasaran. Entah bagaimana kakak selalu saja menyimpan ketertarikan lebih pada
kisah cinta yang kulaui dengan seorang pria dengan inisial F di depannya.
Bagimu hubungan kami menjadi sebuah inspirasi tersendiri bagimu. Entah
inspirasi macam apa yang bisa kakak temukan dari hubungan itu. Ha..ha..
Satu-satunya orang yang selalu percaya kami akan bersama selamanya hanyalah
dirimu. Seperti untuk yang satu ini kakak harus 
mengakui kepada dunia bahwa kakak sudah membuat kesimpulan yang salah
(^_^)
Tapi sungguh, kepedulian kakak akan hal itu
malah menjadi pengobat saat hubungan yang berjalan 3 tahun itu berakhir.
Keyakinan kakak pada kemampuan bertahanku kadang membuatku bertanya-tanya, “Sekuat
apa aku dihadapan kakak ini sampai ia sangat meyakini ketegaranku?” Tapi
sungguh aku ingin berterima kasih yang sebesar-besarnya pada kakak yang selalu
menguatkan aku melalui keyakinan itu.

Hm..satu hal lain yang juga aneh menurutku
yaitu ketertarikan kakak pada filosofi landak yang sejak SMA kupahami bersama
seorang teman. Aku si Landak satu dan temanku si Landak dua sebenarnya bukan
siapa. Bagi kami filosofi landak adalah sesuatu yang terbentuk sendiri dari
diri kami. Yup, filosofi yang pada dasarnya hanya berhubungan tentang pola
hubungan manusia. Bahwa kadang untuk bisa terus dekat, manusia harus menemukan
jarak yang tepat agar tidak saling melukai. Hal yang dilakukan oleh landak
secara alami.
Mendadak, saat tanpa sengaja kakak mengenal
Landak Dua-ku, aku diberondong oleh pertanyaan yang penuh dengan rasa ingin
tahu. Hingga dengan lugas kakak berkata ingin menjadi seorang landak juga. Ini
mengagetkan aku dan Landak Dua. Kami tidak pernah berpikir bahwa ini akan
menjadi sebuah komunitas. Kami biasa menyimpan ini sebagai cerita milik kami
sendiri. Hingga kini keluarga landak ini masih saja terasa aneh. Ha..ha..
Di luar itu semua, aku selalu suka pada
optimisme dan semangat kakak. Selalu suka pada cara kakak menyayangiku. Cara kakak
meyakini kekuatan dan ketegaranku. Aku paling suka cara kakak mencintai kami
para landak. Padahal jika orang lain tahu tentang kami, biasanya mereka hanya
akan mengernyit aneh pada keanehan karakter dan pola pikir kami. Tetaplah
sepositif itu ya,kak. Bisa jadi itu menyelamatkan orang lain tanpa kakak
sadari. 
Melalui surat ini, aku juga mau minta maaf.
Maaf tidak bisa menghadiri pernikahan kakak. Maaf tidak selalu menjadi teman
yang baik. Maaf selalu memenuhi notifikasi facebook kakak. He..he.. Dan terima
kasih selalu menjadi Fitri Ananda Baso yang hebat dan ceria. :*
Berbahagialah karena sudah menemukan
landakmu sendiri. Menemukan laki-laki yang bisa menemanimu dalam jarak yang
tepat dan telah berkomitmen seumur hidup denganmu. Semoga kalian diberi
sakinah, mawaddah, dan rahmah ya.
Tunggu kedatanganku ya, kak. Doakan kali ini
kita bertemu bukan dengan cerita patah hati dariku melainkan kabar gembira
dariku (^_^)
With Love
Landak satu a.k.a Atria
masihkah kakak ingat saat pertama keluarga landak berkumpul? 😉