Dear Kinanthi,
Aku tahu kadang tidak mudah mengobati luka
hati. Namun apakah 15 tahun tidak terlalu lama untuk sebuah proses menerima dan
memaafkan. Bukan..bukan memaafkan Satria, laki-laki yang kau jatuhi cinta untuk
pertama kali. Jelas dalam hal ini, dialah yang harus meminta maaf.
Yang aku maksud adalah proses memaafkan diri
sendiri. Proses merelakan yang sudah terjadi. Tidakkah kamu lelah memendam
sakit hati? Tidakkah kamu merasa langkahmu diberatkan oleh penyesalan?

Kinan, coba lihat kembali sosok Kinan
remaja. Berhakkah kamu membiarkan dia dan dirimu dibelenggu oleh masa lalu?
Kinan memang pernah hilang arah. Bahkan kehilangan dirinya sendiri. Mewujud
menjadi sosok orang lain demi pria yang dia pikir dicintainya. Ia pun melakukan
sebuah kesalah besar dengan memberikan apa yang tidak seharusnya ia berikan.
Sebuah kehormatan yang seharusnya ia jaga untuk lelaki di masa depannya.
Tapi Kinan, bahkan Tuhan pun selalu bisa
memaafkan. Bagaimana mungkin kamu tidak? Kenapa kamu selalu menguak rasa
bersalah Kinan remaja? Memaksa dirimu menanggung beban itu bertahun-tahun?
Kinanthi, sudah waktunya kamu merelakan
masa lalumu. Setakut apapun kamu. Kamu harus meraih masa depanmu.
Bukankah kini kamu berhasil menjadi dokter? Ada
nyawa-nyawa yang berhasil kamu selamatkan kehidupannya. Ada kebahagiaan yang
berhasil kamu kembangkan dalam kehidupan pasien-pasienmu. Ada pula harapan yang
berhasil kamu pupuk dan kamu buat mekar di hati pasienmu. Lantas masih bisakah
kamu merasa marah pada dirimu sendiri.
Kamu boleh saja berpikir tidak ada orang
yang mencintaimu dengan tulus. Tapi coba lihat kembali.
Bagaimana mungkin orang lain bisa
mencintaimu jika kamu sendiri belum bisa mencintai dirimu?
Kinan, sudah waktunya melangkah ke depan.
Tinggalkan semua sakit hati, marah, dan penyesalanmu di belakang. Kamu sudah
membawanya selama 15 tahun. Kini bebaskan hatimu. Biarkan ia menemukan cinta
yang baru. Mungkin tidak akan selalu diisi dengan bahagia, tapi paling tidak
akan ada bahagia yang datang. Tidak seperti sekarang, bahkan untuk merasakan
hatimu menghangat saja kamu tak berani.
Ayo,
Kinan. Keluarlah dari sangkar yang kau bangun sendiri untuk hatimu itu. Biarkan
ia kembali merasakan cinta. Berbahagialah. Sebab dengan berbahagia, luka hatimu
perlahan-lahan akan terobati.
Percayalah.
Jika kini kau mau membuka mata dan hatimu serta belajar mencintai dirimu
sendiri, kau akan melihat seberapa banyak orang yang mencintaimu. Mereka selama
ini selalu ada di dekatmu. Mendukungmu. Menunggumu berbahagia.
With Love
Atria
Seorang yang membaca kisahmu
P.s:
Kinanthi adalah sosok yang diciptakan Dy Lunaly dalam novelanya di buku “Stalking
#CrazyLove”. Sosok Kinanthi ini sempat kehilangan jati dirinya sendiri demi
disukai oleh orang yang ia sukai