Penulis: Ria N.
Badariah
Editor: Raya Fitrah
Desain sampul: Marcel
A.W
Penerbit: Gramedia
Pustaka Utama
Cetakan: Kedua,
September 2015
Jumlah hal.: 312
halaman
ISBN: 978-602-03-2160-8
Damar
tahu sejak awal apa yang dilaluinya salah. Berjuang untuk hidup bersama
adiknya, Danu, setelah kedua orangtua mereka bercerai membuat Damar terpaksa
menentukan pilihan yang salah dalam hidupnya.
Andai
rasa cinta bisa dengan mudah diredam dan dihentikan, tentu Damar akan memilih
hidup tanpa cinta. Sayang, hal itu tak semudah yang dibayangkan, di tengah
perjuangannya untuk melindungi Danu dan seorang gadis malang bernama Anka, yang
belakangan mulai disayanginya. Damar harus tetap menyisakan sedikit ruang
hatinya untuk merasakan sakit, saat cinta perlahan-lahan menyadarkannya bahwa
ia tidak pantas menerima dan memberikan cinta.
Di
saat cinta itu tergapai dengan sempurna, di saat harapan seketika sirna,
mungkinkah penyesalan masih tetap berguna?
“Aku
tak pernah menyesal mencintaimu, yang kusesalkan hanyalah kamu terluka
karenanya.”
***
Novel
A Shoulder to Cry On ini adalah
sebuah novel yang mengetengahkan kehidupan dua orang kakak beradik, Damar dan
Danu. Damar yang sedang bekerja sebagai seorang pengacara berjuang agar bisa
membiayai kehidupannya dengan Danu. Danu yang masih duduk di kelas 3 SMA
berjuang agar bisa membanggakan sang kakak. Sebisa mungkin tidak menyusahkan
Damar. Ini pula yang membuat Danu enggan mengakui perasaannya yang berbeda pada
Anka, sahabatnya sendiri. Ia ingin fokus sekolah, tidak ingin berpacaran
seperti remaja lainnya.
Hingga
suatu hari masalah bertubi-tubi menghantam Anka, membuat Danu tidak bisa
tinggal diam dan meminta Damar ikut membantu Anka. Akhirnya Anka pun tinggal
bersama mereka. Namun ternyata kondisi ini menyebabkan hal lain. Danu merasa
bahwa Anka lebih memperhatikan Damar daripada dirinya. Jika benar, apakah itu
berarti Anka mencintai Damar? Bagaimana nasib cinta Danu?

Di
sisi lain, kehidupan Damar pun ditimpa kemalangan, kariernya sebagai pengacara
handal tercederai oleh skandal akibat harus menangani kasus perceraian seorang
artis muda yang cantik, Imelda Tanjung. Entah bagaimana terbangun kedekatan
antara mereka berdua, namun masa lalu Damar yang kelam kembali datang. Membuat
kabut yang tebal hingga mengancam karier bahkan kehidupan Damar.
Bagaimanakah
nasib dua orang bersaudara ini? Di sisi lain, apa yang akan terjadi saat ayah
mereka kembali datang pada mereka setelah selama ini mengabaikan Damar dan
Danu? Bisakah mereka memaafkannya?
***
Novel
ini tergolong padat dengan masalah yang melingkupi dua orang pria dengan usia
yang berbeda dan masalahnya masing-masing. Danu dengan kehidupannya sebagai
remaja yang disibukkan oleh persiapan ujian nasional. Damar dengan semua intrik
kehidupan dan pekerjaan yang memaksanya mengambil keputusan yang sering kali
menentang nuraninya.
Novel
yang padat konflik dengan tidak ada tokoh yang sia-sia. Semua tokoh punya
peranan yang penting dalam cerita. Dan membaca buku ini seperti sebuah bonus
besar. Kita membaca satu buku tapi dapat dua cerita yang berjalan di jalurnya
masing-masing namun saling terhubung.
Penokohannya
pun kuat. Sosok Damar ditampilkan sebagai sosok yang abu-abu yang dibentuk oleh
lingkungan. Sedangkan Danu cenderung terkesan lugu dan naif. Salah satu tokoh
lain yang juga memberi kesan kuat adalah Imelda Tanjung. Penyebab sikapnya dan
latar belakang kehidupannya jelas sehingga pembaca bisa memaklumi sikap dan
pilihannya.
Hal
yang sedikit mengganggu adalah karena cerita yang terlalu padat, di beberapa
bagian malah terasa membosankan. Hal ini karena ada beberapa narasi panjang.
Tapi tenang saja ini tidak akan banyak menganggu kenikmatan membaca.
Saya
cukup suka dengan novel kedua karya Mbak Ria N. Badaria yang saya baca ini.
Terima kasih, setelah ini jadi ingin mencicipi karya mbak yang lainnya.