“….
Karena kita gak akan pernah bisa menghindar dari apapun J, termasuk urusan
cinta. Kalau cinta sudah memilihmu, ke manapun kau menghindar, tak akan ada
cukup tempat untuk sembunyi.” (Hal. 59)


Penulis: Nima Mumtaz
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: 444
halaman
ISBN: 978-602-02-4771-7
Pencarian
Cinta seorang Arjuna
Antara hati dan logikanya
Oke,
inilah masalah pelik yang membelitku. Aku beristri dua!
upss.. punya pacar dua, tepatnya. Eehhh, enggak juga.
Yang pastinya saya punya dua pasangan tapiii … gak tepat juga
ini. Jadi apa istilah yang pas, ya?
Dalam
khayalanku yang terliar pun gak akan pernah aku bayangin dapet nasib kayak
gini. Aku adalah tipe lelaki setia yang tak akan pernah mempunyai dua pasangan
dalam satu waktu bersamaan. Itu pantangan buat aku. Tapi sialnya itulah yang
terjadi sekarang ini. Walaupun ini bukan mauku dan gak pernah kusengaja. Suer!
Di
satu sisi aku sudah punya Nina – walaupun dia gak secara langsung mengiyakan
permintaanku, tapi boleh, dong aku kepedean nyebut dia pacar. Secara dia juga
memperlakukan aku seperti pacarnya. Tapi di sisi lain ada anak bos, si setan
cilik yang nyebelin itu, yang memproklamirkan diri sebagai pasanganku di
kantor.
Indah,
bukan? Banget! Bahkan terlalu indah untuk playboy terganteng seperti aku
sekalipun.
***
Novel
Akulah Arjuna ini masih berhubungan dengan novel Cinta Masa Lalu yang juga di
tulis Nima dan diterbitkan oleh Elex Media. Tokoh Arjuna masih punya pertalian
darah dengan Vio, tokoh utama dala novel Cinta Masa Lalu. Jika mau tahu lebih
banyak, sila baca reviewnya di sini: http://atriadanbuku.blogspot.co.id/2014/05/cinta-masa-lalu.html
 
Kisah
Arjuna ini cukup menarik. Ia menyukai Nina, teman sekantornya, yang fisik dan
perilakunya membuat Arjuna terpesona. Maka Arjuna pun mendekati Nina. Saat
upayanya sudah berhasil dan Nina memberi sinyal positif pada Arjuna, masalah
muncul dari sosok Ayana.
Ayana
adalah anak semata wayang bos Arjuna. Arjuna yang demi keberlangsungan
kariernya berusaha untuk tetap menjaga hubungannya dengan Ayana.  Sayangnya, Ayana adalah tipe cewek agresif.  Arjuna bisa saja menyukai Ayana. Sayangnya,
usia mereka terpaut jauh. Ayana baru berusia 16 tahun sedangkan Arjuna berusia
27 tahun. Arjuna yang berusaha menghindar dari pendekatan yang dilakukan Ayana
tidak bisa berkutik. Ia takut jika membuat putri kesayangan bosnya itu marah
atau sakit hati padanya, maka bisa jadi ia akan langsung jadi pengangguran.
Akhirnya
kerumitan hubungan antara Arjuna, Nina dan Ayana berlanjut. Arjuna masih tetap
memilih Nina sebagai calon istrinya. Sayangnya, Arjuna mendapati hal yang
mengguncang jiwanya. Meragukan keputusannya untuk menikah dengan Nina.
Lantas
bagaimana kisah cinta Arjuna? Siapa yang akan dia pilih? Ataukah ia memutuskan
untuk tidak memilih salah satu dari kedua perempuan tersebut?

***
Novel
Akulah Arjuna adalah novel yang karya Nima yang diterbitkan setelah novel Cinta
Masa Lalu. Novel ini lebih dulu daripada novel Jodoh untuk Naina. 
Novel
ini punya premis yang menarik. Kisah tentang tokoh Arjuna yang “terjepit” di
antara dua wanita. Tapi saya tidak bis bercerita lebih banyak karena takut
spoiler. He..he.. Intinya meski nanti Arjuna sudah memilih, ending bahagia
masih harus diperjuangkan Arjuna.
Pengembangan
konflik dari penyelesaian konflik pertama ini tidak membuat novel ini membosankan.
Namun sayangnya belum diolah dengan baik. Ini karena meskipun menggunakan POV
1, emosi tokoh Arjuna masih sering berubah tiba-tiba. Kecondongan hati dan
perubahan sikap Arjuna masih kurang smooth.
Selain
itu, penulisan di buku ini kurang baku. Ini membuat pembaca cukup terganggu.
Penggunaan kalimat tidak baku, akan bisa diterima jika ditulis di dalam
percakapan. Namun di dalam narasi, meskipun menggunakan POV 1 tetap saja ada
kaidah EYD yang harus diperhatikan. Sayangnya di dalam buku ini, hal tersebut “ditabrak”.
Dalam
hal penokohan pun, karakter Arjuna ini tidak konsisten. Bagaimana perayu ulung
bisa grogi saat ada perempuan yang mendekatinya dengan agresif. Padahal ia
adalah orang yang senang menebarkan pesona. Punya kesadaran diri bahwa dirinya tampan,
menarik, dan memesona. Di sisi lain, Arjuna terlalu sering telling tentang dirinya. Menyebut dirinya sabar, baik hati, dll.
Tapi ternyata dari penggambaran adegan hal ini tidak benar – benar terbukti.
Hm..dalam
hal logika cerita pun memang masih banyak yang harus dibenahi. Mengenai
percakapan Arjuna dan Ayana yang beda negara tapi kesan perbedaan waktunya
kadang tidak tertangkap. Selain itu, ada keanehan di seluruh percakapan Arjuna
dan Ayana di halaman 311. Saya bingung itu mereka chatingan apa telponan sih?
Kok tahu Arjuna menatap telpon yang tidak bersuara. Bukannya mereka emang hanya
chatting-an?
Selain
itu, novel ini tuh serba nanggung. Narasinya kadang lucu, tapi karena nanggung
kesannya jadi garing. Penuturannya bikin pengin ngakak, tapi juga kadang bikin
kening berkerut.
Tapi
sejujurnya premis cerita sudah menarik. Pun pengembangan konfliknya cukup
tepat. 
🙂
Tapi
memang sih terasa banget peningkatan kualitas karya Mbak Nima. Ini terlihat
dari novel Jodoh Untuk Naina. Penasaran? Coba baca review Jodoh untuk Naina di
sini: http://atriadanbuku.blogspot.co.id/2015/05/wedding-giveaway-jodoh-untuk-naina.html
 “Ingat Juna, orang kuat itu adalah orang yang
bisa nahan diri saat marah.” (Hal. 123)
***