Penulis: Hyun Go Wun
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama,
2013
Jumlah hal.: 428
halaman
ISBN:
978-602-7742-23-9
KISAH LELAKI YANG SANGAT PERCAYA PADA ‘TAKDIR’, DAN WANITA YANG MENGANGGAP
SEMUA KEJADIAN HANYA ‘KEBETULAN SEMATA’.
Chae Song Hwa, Cinderella Bertubuh Besar
“Dasar lelaki cabul! Awas saja kalau kau tertangkap tanganku lagi.”
Lelaki itu sungguh arogan. Ia menganggap bahwa seluruh wanita di Korea
Selatan harus menyukainya. Selain itu, ia juga punya kebiasaan berbicara banmal kepada para pasiennya
seenaknya. Ia bahkan dengan beraninya memanggilku ‘ajumma’, mentang-mentang ia  dokter pengobatan tradisional.
Entah apa yang terjadi padanya, setelah selama ini bersikap tak sopan padaku,
kini tiba-tiba saja lelaki itu tak hentinya memintaku menjadi kekasihnya.
Mencurigakan! Pasti ada sesuatu yang busuk di balik semua sikapnya itu.
Yoon Sang Yup, Romeo yang Kurang Ajar
“Pasti nanti kau akan menyesal. Sudahlah, tidak usah banyak alasan. Ayo,
berpacaran denganku!”
Setiap pagi wanita itu selalu tertidur di dalam kereta dengan bau alkohol
yang tercium kuat dari tubuhnya. Tidak hanya itu, bahkan air liurnya sampai
menetes-netes. Benar-benar ‘suguhan’ sebelum bekerja yang tidak menyenangkan.
Namun entah sejak kapan, wanita bernama Song Hwa ini mulai membuatku tersenyum.
 Akan
tetapi, ketika aku mengajaknya berpacaran, mengapa ia malah menjawabnya dengan
permainan gunting-batu-kertas? Aneh. Apa yang sebenarnya ada di dalam kepala
wanita itu? 
***
Cerita dibuka
dengan pertengkaran sepasang suami istri. Menampilkan cinta sepihak seorang
istri dan kekecewaan cinta yang tak sampai dari seorang suami. Dan satu orang
bocah kecil menjadi saksi pertengkaran itu. Jujur saja, hingga pertengahan
cerita kilasan pertengkaran itu selalu membuat saya bertanya-tanya. “Kenapa
adegan itu yang dipilih sebagai pembuka? Apa hubungannya dengan kisah cinta Chae
Song Hwa
dan Yoon Sang Yup?”

Setelah itu
cerita dimulai dari pertemuan Song Hwa dan Sang Yup di kereta Subway. Pertemuan
yang ternyata bukan pertemuan pertama, melainkan sebuah gabungan dari
serangkaian kebetulan (ataukah takdir) di antara mereka berdua. Namun ada
sedikit kebingungan yang saya alami saat membaca penjelasan di chapter awal
ini. Dalam sudut pandang Song Hwa kejadian ia dan Sang Yup bertemu baru terjadi
semalam sebelumnya. Sedangkan dalam sudut pandang Sang Yup pertemuan pertama
mereka terjadi seminggu sebelumnya.

Kejadian pertama
ini sama yakni saat Sang Yup salah mengenali Song Hwa sebagai laki-laki dan
berusaha membantu Song Hwa yang sedang mabuk berat. Namun ternyata Song Hwa
malah memukulinya dan mengatai Sang Yup “cabul”. Tidak lama kemudian Sang Yup
menyadari bahwa orang yang ia tolong ternyata perempuan. 
Terlepas dari
kebingungan ini, saya pun melanjutkan membaca buku Always with Me  ini dengan penasaran. Kapan mereka akan
bertemu lagi. Ternyata pertemuan Song Hwa dan Sang Yup terjadi di sebuah Haniwon (ini berarti rumah sakit pengobatan
tradisional Korea). Sang Yup adalah dokter kepala di rumah sakit tersebut dan
Song Hwa datang sebagai pasien akibat kecelakaan yang ia alami di tempat kerja.
Pertemuan mereka
tidak berjalan baik. Ini karena ketakutan Song Hwa pada jarum serta
ketidaksukaan Song Hwa pada rumah sakit dan sang dokter. Yang Sup segera
menyadari bahwa Song Hwa adalah perempuan yang sama dengan perempuan yang telah
memukulnya dan selalu tertidur di subway. Sedangkan Song Hwa menilai Sang Yup
sebagai pria yang sok akrab, terlalu percaya diri, dan memiliki cara bicara
yang tidak menyenangkan. Ini membuat Song Hwa kesal setengah mati pada Sang
Yup.
Namun tanpa
terduga Sang Yup secara gigih mendekati Song Hwa dan mengajaknya berpacaran. Setelah
ditolak berkali-kali oleh Song Hwa, akhirnya Sang Yup berhasil meluluhkan (atau
menjebak?! (^_^)v) Song Hwa untuk mau berpacaran dengannya. Namun ada satu hal
yang salah tentang awal hubungan mereka. Sang Yup menyembunyikan alasan
sebenarnya kenapa ia mengajak Song Hwa berpacaran. Dan alasannya bukan karena
ia mencintai gadis itu.
Ah, hubungan
mereka menjadi makin rumit saat JangMi, adik tiri (adik seayah) Song Hwa, yang
merupakan seorang aktris terkenal Korea menyukai Sang Yup. Tanpa mengetahui
yang disukainya adalah kekasih Onni-nya
sendiri, Jang Mi terus mengejar-ngejar Sang Yup. Dan ketika ia tahu bahwa Sang
Yup adalah kekasih kakaknya, ia bukannya menyerah melainkan semakin mendesak
Song Hwa untuk melepaskan kekasihnya. Ya, gadis cantik itu sering kali
menyebalkan. Kemudahan yang sering didapatkan karena memiliki wajah dan fisik
menarit membuatnya menjadi egois dan merasa semua hal yang ia inginkan harus
bisa dia dapatkan.
Sejumlah kelicikan
(khas drama Korea jika dapat saya tambahkan) dilakukan oleh Jang Mi untuk
memecah belah Song Hwa dan Sang Yup. Muslihat dan kata-kata kejam dilakukan
Jang Mi kepada Song Hwa untuk mempengaruhinya agar mau memutuskan hubungan
dengan Sang Yup.
Puncak ujian
untuk hubungan Sang Yup dan Song Hwa adalah saat mereka memutuskan untuk
menikah. Persiapan pernikahan yang dilakukan dengan cepat berujung pada
perpisahan mereka. Kenapa? Ternyata ada masalah antara keluarga Sang Yup dan
Song Hwa di masa lalu. Apa itu? Kenapa ini berhasil membuat hubungan yang
semakin kuat di antara mereka berakhir?
Benarkah
hubungan itu berakhir di sana??
***
Sampul buku ini
yang menggunakan warna-warna ceria dengan beberapa gambar benda yang
melambangkan benda-benda yang sering kali ada dalam dongeng memang menarik. Cuplikan-cuplikan
yang dipakai Hyun Go Wun untuk membuka chapter-chapter dalam buku ini cukup
unik. Ia menggunakan cerita dongeng dan mengubahnya menjadi menarik dan
berbeda. Lihat saja cuplikan yang terkait dengan Dongeng Cinderella. Ia membuat
sudut pandang baru tentang Cinderella yang jika saya tidak tebak berasal dari
keluarga yang hidup di negeri kerajaan itu. Tipe orang yang sinis dan logis
yang memandang pernikahan Cinderella bukan sebagai sebuah penyatuan yang indah
dan romantis merupakan penderitaan baru bagi Cinderella.
Selain cuplikan
yang menarik, nilai lebih dari buku ini adalah cerita yang benar-benar mengalir
dengan sejumlah konflik yang terhubung secara jelas dan kemunculannya tidak
terkesan mendadak. Timing setiap
konfliknya tepat. Peran serta dan percakapan sengit saudara-saudara tiri Chae
Song Hwa, Jang Mi dan Yang Ji, pun menarik untuk disimak. Saya selalu suka
membaca buku yang diisi dengan percakapan cerdas dan bukan sekedar berisi
kata-kata indah atau menggurui.
Hm..Jika harus memberi nilai untuk buku ini
dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 8,5.
Cukup menyenangkan
membaca buku ini. (^_^)