Penulis: Almira Raharjani
Editor: Raya Fitrah
Desain Sampul: Marcel A.W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Juni 2013
Jumlah hal.: 256 halaman
ISBN: 978-979-22-9622-8
Anggi terlalu sibuk
untuk cinta. Setiap hari ia kalang kabut membagi waktu untuk kuliah,
murid-murid bimbingannya, dua sahabatnya, dan rumah. Rumah berarti
keluarganya. Rumah berarti Nindya-cil yang akan diambil lagi oleh sang
ayah kandung yang dulu meninggalkan bocah itu semasa bayi.

Hidup
Anggi yang bagai sirkus gila itu semakin kacau karena sebuah peristiwa
membuat semua orang di kampus menganggapnya bukan cewek baik-baik. Gosip
itu tak punya
mata. Gosip itu tak punya hati. Gosip itu tak punya
otak. Hanya beberapa orang yang percaya padanya di kampus. Yang pertama
Duo Kribo, sahabat-sahabatnya, yang ajaib
itu. Serta seseorang yang
mendadak memasuki hidupnya. Semuanya begitu tak terduga. Semuanya begitu
seketika. Semuanya begitu indah.

Memang cinta hanya sesuai bagi mereka yang tabah

***
Novel ini bercerita dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan
tokoh utama adalah Anggi. Anggi adalah perempuan mandiri yang mencari uang
dengan menjadi guru les privat. Ia pun tehitung sebagai mahasiswi di fakultas
ekonomi sebuah universitas. Kelak pekerjaannya sebagai guru privat ini membawa
sejumlah masalah bagi Anggi.
Karena pekerjaannya sebagai guru privat, ia dicari oleh seorang cowok
yang sangat tampan bernama Dian. Dian ternyata ingin menggunakan jasa Anggi
untuk mengajar keponakannya. Sejak saat itu kehadiran Dian membawa kehebohan
dalam hidup Anggi. Kehebohan sebenarnya sudah menjadi menu sehari-hari bagi
Anggi karena ia memiliki dua sahabat yang berbadan besar dan sangat sering
bergosip. Mereka adalah Dinar dan Tiut yang dijuluki Duo Kribo oleh Anggi. Ini
karena keduanya sangat suka berbicara dengan berputar-putar dan membuat masalah
yang mudah malah menjadi ruwet.

Sejak Dian masuk ke kehidupan Anggi, satu persatu masalah bermunculan
bahkan Duo Kribo ikut menambah masalah dengan kehobahan mereka atas penemuan
celana dalam yang mereka yakini dari seorang psycho. Mereka pun heboh meminta Anggi menyelidiki masalah
tersebut. Dan semakin hebohlah hari-hari Anggi.
***
Sebenarnya konsep cerita novel ini cukup menarik. Namun cara berceritanya
terlalu lambat dan terkesan membosankan. Bahkan hubungan yang dibangun antara
tokoh Anggi dan Dian kurang terasa. Ketertarikan mereka terhadap satu sama lain
tidak diceritakan dengan luwes, ini akhirnya membuat ketertarikan di antara
kedua tokoh ini terlalu mendadak dan dipaksakan harus terjalin.
Yang membuat cerita menjadi menarik adalah kehadiran duo kribo yang unik
dan lucu. Bahkan porsi kedua tokoh ini cukup banyak. Rasanya dimensi lucu dan
humoris dari cerita ini terasa lebih kental daripada cerita romance-nya.
Mungkin lebih baik jika fokus cerita diubah saja. Tidak usah memaksakan
kehadiran dimensi romance di antara tokoh Anggi dan Dian, melainkan mengangkat
dinamika persahabatan Anggi, Dinar dan Tiut.
Untuk sampul novel ini, sebenarnya menarik namun tidak berhubungan dengan
cerita di novel ini. 
Jadi jika harus menyematkan bintang novel (A) Mission ini, maka saya
memberinya 2 bintang untuk cerita lucu Duo Kribo dan konsep cerita yang bagus.