Penulis: Karina Altriyuana
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Pertama 2013
Jumlah hal.: xii + 178 halaman
ISBN: 9786020216966
Pernahkah
kamu mendengar tentang dongeng malaikat penjaga bintang?
Konon,
mereka ada di sekelilingmu.
Konon,
kekuatan mereka adalah keinginan mereka.
Konon,
cahaya menjelma sayap di punggung mereka.
Dan
gadis mungil itu, akan segera memulai takdirnya yang tak terduga pada usia
kedua puluh.
Itu adalah
beberapa kalimat yang ditulis di belakang buku. Menggoda pembaca untuk
menerka-nerka bagaimana ceritanya. Buku diberi lebel sebagai Teen Spirit. Jadi dengan membaca lebel
tersebut kita bisa menebak bahwa bahasa dalam novel ini pasti ditujukan untuk
remaja.
Meskipun berlabel
Teen, tokoh dalam novel ini adalah seoarang anak kuliahan yang baru menginjak
usia 20 tahun. Tokohnya bernama Keyra, seorang gadis dengan postur tubuh
mungil. Masalah tinggi badan yang ada di bawah rata-rata ini menjadi salah satu
keluhan Keyra. Selain itu ia pun merasa sebagai perempuan yang biasa saja,
tidak tergolong cantik seperti teman-temannya yang lain. Itulah yang ia yakini
membuat dia berstatus jomblo sampai sekarang.
Nah, usia 20
Keyra telah datang. Pria yang ia sukai, Revan, masih belum menyadari
kehadirannya. Dan kemudian malam setelah pesta ulang tahun sederhana yang
dirayakan bersama keluarga dan sahabatnya, Keyra pun mendapat berita yang
mengejutkan. Ia adalah seorang peri bintang. Peri yang bertugas menerangi
bintang.

Sayap putih dan
bercahaya mendadak muncul di punggungnya. Membawanya terbang dan membuatnya tak
terlihat oleh manusia. Di awal pengendaliannya atas sayap cantiknya, Keyra
malah nyasar ke balkon Revan, upppsss. Namun syukurlah Revan tidak bisa
melihatnya. Setelah itu, Keyra pun belajar untuk melaksanakan tugasnya sebagai
peri bintang. Ia harus menerangi bintang-bintang dengan kekuatannya. Sanggup
nggak sih tubuh mungilnya itu melakukan pekerjaan sekeren itu?
Selain tentang
tugasnya sebagai Peri Bintang, Keyra juga diperingatkan oleh Ayah dan Ibunya
bahwa salah satu kekuatan Peri Bintang adalah permohonannya. Jadi apa yang ia
inginkan akan menjadi kenyataan. Untuk itu ia harus hati-hati dalam membuat
permohonan dan berhasrat. Seorang Peri Bintang tidak boleh menggunakan
permohonannya untuk mengubah takdir seseorang. Jika ia melakukannya, maka orang
tersebut akan melupakannya. 
Suatu hari Revan
membutuhkan pertolongan Keyra. Saat itu dia dan Revan sudah sangat dekat, Revan
bahkan sudah meminta Keyra menjadi kekasihnya. Keyra senang bukan kepalang
sebab ia memang sudah sejak dulu menyukai Revan. Namun jika Keyra menolong
Revan, maka ia akan dilupakan oleh Revan. Tapi jika ia diam saja, maka nyawa
Revan akan ada dalam bahaya. 
Selain Revan,
ada pula Rafa, teman sekampusnya yang juga adalah seorang Peri Bintang. Keyra
sering kali dibuat kesal olehnya, namun Rafa pun sering membantu Keyra. Rafa
membantunya menemukan narasumber untuk tugas kuliahnya, Rafa juga yang
membantunya menyinari bintang dengan lebih baik dan efisien. 
Dilema hidup
Keyra pun menuntutnya untuk bisa menghadapi masalah-masalahnya. Dirinya yang
merupakan Peri Bintang membuatnya harus belajar mengendalikan diri dan emosinya
agar sayapnya tidak muncul mendadak dan membuatnya menghilang dari pandangan
manusia saat itu juga.
Penulis
menggunakan sudut pandangn orang ketiga sehingga membuat cerita Keyra agak
berjarak dari pembaca. Pembaca jadi kurang bisa ikut merasakan emosi-emosi
Keyra. Selain itu, deskripsi suasana atau keadaan cukup banyak diceritakan
tanpa punya hubungan yang penting dengan tokoh. Selain itu ada pula kesalahan
penulisan terkait tokoh-tokoh dalam cerita ini.
Untuk dari segi
desain sampul dan tulisan di dalam buku sudah ok. Sampulnya imut (^_^). Karena
buku ini ditujukan untuk usia remaja, maka memang bacaan ini tergolong bacaan
ringan yang menghibur. Sayangnya usia remaja saya sudah lewat, mungkin ini yang
membuat saya kurang bisa menikmati novel ini. He..he..
Hm..kalau harus
memberi nilai untuk novel ini dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 7
(^_^)v