Sabtu, 9
Februari 2013 mentari pagi hari Bandung seolah menjanjikan cerah.  Semua pihak cukup optimis bahwa acara akan
berjalan dengan baik. Namun ternyata sekitar pukul 11.30 awan gelap mulai
menggelayuti langit Bandung. Pada cukup lama mendung menutupi kota Bandung
hingga akhirnya sekitar jam setengah dua hujan deras langsung mengguyur tanah
Bandung. Nyaris tanpa hujan rintik. Saat itu tim “9 Summers 10 Autumns” the
movie dan admin Klub Buku Bandung sudah lebih dulu ada di Potluck Kitchen di
jl. H. Wasid no.31. Dan ketika hujan turun dengan derasnya kami cukup kecewa.
Jam 2 siang
hujan semakin garang. Petir dan kilat bergantian meramaikan langit Bandung
siang itu. Dan peserta #kopdar5 Klub Buku Bandung yang hari itu join event
dengan “Sharing Keluarga Apel Bandung”. Hari itu penulis “9 Summers 10 Autuns”
(9S10A), Iwan Setiawan, turut hadir. Saat mengecek kembali akun twitter
@KlubBuku_BDG ada sejumlah info pembatalan kehadiran. Kecewa sih, namun kami
memahami alasannya. Hujan di hari Sabtu itu sangat menggentarkan hati. Awan
gelap yang ditemani petir dan guntur memang selalu menciutkan hati banyak
orang.
Sambil menunggu
lebih banyak Sahabat Klub Buku dan Keluarga Apel Bandung yang hadir kami pun
sibuk bercerita. Sebagian besar sudah membaca buku 9S10A dan benar-benar
terinspirasi oleh buku itu. Sekedar info bagi yang belum membacanya, buku ini
bercerita tentang seorang anak supir angkot di kota Malang berhasil menjadi
direktur di New York City. Kisahnya terinspirasi oleh kisah nyata penulisnya
sendiri.
Akhirnya, pukul
3 disepakati untuk memulai acara hari itu. Ya, terlambat satu jam dari yang
sebelumnya direncanakan. Acara dibuka oleh MC, Mbak Dea, yang jauh-jauh datang
dari Jakarta bersama tim 9S10A The movie. Segera setelah dibuka, hak bicara
diserahkan kepada Mas Iwan Setiawan.
Setelah diberi
kesempatan berbicara Mas Iwan dengan segera menjelaskan tentang betapa ia ingin
berbagi bukannya berdiri sebagai motivator. Dia menekankan bahwa kita harus
memiliki “spirits to make your life be
special”
. Setiap orang itu punya cerita specialnya sendiri. Kita harus
berani bermimpi, mempercayainya dan meraihnya. Ia menekankan jika seoarang anak
supir angkot saja bisa mendobrak kenyataan dengan berhasil membuktikan bahwa ia
bisa menjejak New York, maka semua orang seharusnya bisa.
Ia pun
mengingatkan bahwa “Kebahagiaan itu akan lebih terasa jika kita memiliki
seseorang yang bisa ditemani berbagi”. Bukankah itu benar? Jika melihat sesuatu
yang indah dan menyenangkan kita akan berpikir bahwa moment itu akan terasa
lebih sempurna dan bahagia jika kita melihatnya bersama seseorang yang kita
cintai?
Banyak inspirasi
yang saat itu dibagi oleh Mas Iwan. Bahkan peserta yang hadir saat itu pun ada
yang berbagi kisahnya sendiri. Ada seorang wanita yang bahkan sampai
mengorbankan waktu dan dananya datang dari Singapura ke Bandung demi menghadiri
acara hari itu. Wanita itu kemudian bercerita tentang keterbatasannya yang
sejak kecil memiliki kondisi psikis yang berbeda dari yang lain. Namun ia
berhasil membuktikan diri bahwa skeptisme orang-orang di sekitarnya dan
dukungan dari orang tuanya membuat ia berhasil melawan keterbatasannya itu.
Setelah saling
berbagi di Sharing yang dibangun mas Iwan, kesempatan berbicara diserahkan
kepada Produser Film 9 Summers 10 Autumns yakni Edwin Nazir. Film ini rencananya
akan dilaunch pada April 2013 mendatang. Ia bercerita tentang proses kreatif
film, kondisi di lokasi syuting yang terasa seperti sebuah keluarga besar.
Tentang misi yang dibawa oleh Film 9 Summers 10 Autumns. Mas Edwin berkata,
“Jika di Amerika ada American Dreams, maka Indonesia juga harus memiliki
Indonesian Dreams. Mimpi itu tidak perlu muluk. Memiliki keluarga yang penuh
cinta dan kebersamaan menjadi mimpi yang patut diperjuangkan”. Ya, benar adanya
itu. Bukankah seseorang yang memiliki keluarga yang saling mendukung dan
menguatkan akan lebih kuat menghadapi tantangan dunia daripada yang tidak
memilikinya?
Apa yang
dimiliki seseorang akan terasa lebih sempurna jika itu diraih dengan usaha
kerasa dan penuh keringat bahkan darah. Ketika sebuah keluarga saling mendukung
hingga bersedia mengorbankan kepentingan pribadinya, maka itulah saat sebuah
keberhasil salah satu dari mereka menjadi kesuksesan bersama yang sangat
disyukuri.
Diakhir acara
semua orang ditantang oleh Mas Iwan untuk membuat tantangan untuk dirinya
sendiri. Pilih sebuah tantangan untuk meraih sesuatu dalam satu bulan ke dapan.
Dan kita diminta untuk berjuang memenuhinya. Hasilkan sesuatu yang spesial
bukan biasa-biasa saja dalam pencapaian itu. Ia bahkan bersedia mendampingi
mereka yang memang ingin selalu “ditampar” agar bisa terus fokus mengejar apa
yang telah ditetapkannya. Ia megingatkan kembali bahwa setiap orang memiliki
keterbatasannya masing-masing, namun tidak semua orang berani untuk melawan
keterbatasan itu.
Setiap orang
tampak serius memikirkan apa yang mereka ingin lakukan dalam sebulan ke depan.
Mereka nampak merangkai tekad sekuat baja untuk membuat diri mereka selepas
acara ini menjadi pribadi yang lebih baik. Semua diharapkan pulang dengan
membawa spirit untuk menjadikan cerita hidup kita menjadi spesial dan
menyebarkan spirit itu kepada orang lain.
Pemenang #QuizBukuBDG
Dan setelah itu,
acara ditutup dengan penyerahan hadiah berupa buku 9 Summers 10 Autumns kepada
para pemenang #QuizBukuBDG yang diadakan oleh Klub Buku Bandung yang disponsori
oleh 9S10A The Movie. Setelah acara ditutup semua orang berkumpul untuk berfoto
bersama. Tanpa batas, tanpa hirarki, karena semua merasa menemukan keluarga
baru yang ketika mereka melemah akan selalu ada untuk menguatkan tekad dalam
meraih mimpi.
Selamat datang
impian, selamat datang harapan, selamat datang keberanian, dan salam penuh
cinta untuk Sahabat Klub Buku Bandung dan Keluarga Apel Bandung.