“Kalau
kau mencintai sesuatu, kau harus bisa melepasnya. Kalau tidak, dia bisa
menggigit tanganmu sampai putus,” (hal. 231)

Penulis: Kathryn Littlewood
Penerjemah: @putronugroho
Penyunting: Lulu Fitri Rahman
Penyelaras Aksara: Herlinawati Sitorus,
Lani Rachmah
Penata Aksara: Nurul M Janna
Penerbit: Mizan Fantasi (Noura Books,
Imprint Mizan Media Utama)
Cetakan: ke-1, Mei 2014
Jumlah halaman: 345 halaman
ISBN: 978-602-1306-00-0
 “Bagi Rosemary Bliss, ketenaran bukan adonan sembarangan.”
Sejak mmenangi kompetisi Gâteaux Grands dan mendapatkan kembali buku resep rahasia keluarga Bliss, Rose pun menjadi terkenal.

Namun, ada masalah baru. Tn. Butter dari perusahaan Mostess menculiknya, memaksanya mengembangkan resep ajaib, beberapa moony pye dari keju bulan dan seloyang sus cokelat berpendar.
Kekacauan terjadi. Resep ajaibnya menciptakan zombie. kini, bersama dua saudaranya yang aneh dan para koki ajaib, Rose harus mencegah rencana jahat Tn. Butter menguasai dunia dengan kudapan jahat.
***
Yeay akhirnya
buku terakhir seri “The Bliss Bakery” sudah terbit. Dengan tidak sabar, saya
pun melahap habis buku yang dipenuhi warna biru ini. Saya pun jatuh cinta pada
buku ini karena sampulnya yang berwarna biru itu. I love blue. (siapa yang
namanya Blue atau Biru?? XD)
Bagi yang belum
membaca buku pertama, Bliss, dan buku kedua, A Dash of Magic, silahkan baca di
review lain yang ada di blog ini. Dan seperti biasa, kalau mereview buku seri
itu, ya pasti akan menjadi spoiler untuk seri sebelumnya (>_<)
Untuk yang sudah
baca A Dash of Magic, pasti tahu donk kalau Rosemary Bliss, tokoh utama kita,
barhasil memenangi kompetisi memasak bergengsi sedunia, Gâteaux
Grands. Ia berhasil mengalahkan Lily Le Fay yang jahat dan berhasil merebut
kembali Cookery Booke. Cookery Booke
adalah sebuah buku resep ajaib yang memadukan sihir dan keahlian memasak.
Dengan buku resep ini, mereka bisa membuat berbagai roti dan kue yang bisa
menyihir orang yang memakannya.
Sayangnya ada
satu bagian dari Cookery Booke yang
masih hilang yakni Apokrif Albatross.
Bagian tersebut berisi resep-resep jahat yang membawa pengaruh buruk.

Setelah
mengalahkan Lily, ternyata hidup Rose masih tidak bisa tenang. Mendadak usaha
toko roti orang-tuanyanya ditutup oleh pemerintah. Kemudian Rose pun diculik oleh Tn. Butter
dan kaki tangannya, Tn. Kerr. Rose dipaksa untuk menyempurnakan lima resep
perusahaan Mostess, milik Tn. Butter. Ia dipaksa memperbaiki resep PKMM (Produk
Konsumsi Mirip-Makanan) yang tengah dikembangkan di dapur uji coba.
Di dapur uji
ini, Rose dibantu oleh Marge, sang kepala pembuat roti, serta 5 pembuat roti
lainnya, Ning, Jasmine, Gene, Melanie dan Felanie. Di bawah ancaman Tn. Butter,
Rose terpaksa membuat roti-roti yang mengerikan. Dan ternyata resep-resep ini
sebelumnya dibuat oleh Lily dengan bantuan Apokrif.
Syukurlah Rose berhasil menemukan Apokrif
ini, yang ternyata juga mencantumkan resep penawar sihir jahat di Apokrif.
Setelah itu
petualang pun berlanjut dengan bantuan para pembuat roti dan juga dua saudara
laki-lakinya yakni Ty dan Sage. Mereka berkejaran dengan waktu. Mereka harus
mencegah Tn. Butter dan rencana jahatnya bersama Asosiasi Penggilas Adonan. Di waktu yang sama mereka juga harus
menyelamatkan ayah, ibu dan kakeknya yang tengah ditawan oleh Tn. Butter.
Hm..membaca
petualangan Rose, saya merasa tersentil dengan bahasannya tentang bahan
pengawet serta berbagai penyakit yang disebabkan oleh makanan. Ini mengingatkan
kita betapa “jahat”nya bahan-bahan tersebut terhadap tubuh manusia.
Dan seperti
biasa, selalu menarik menemukan bahan-bahan ajaib dan khasisatnya dalam setiap
resep sihir yang diceritakan di buku ini. Saya yang tidak begitu mengerti
dengan dunia kuliner tetap bisa membiarkan imajinasi saya mengembara dengan panduan
resep-resep ajaib di buku ini. Hm.. yummy gak yah King Thing yang sudah diberi
bahan ajaib berupa Kasih Ibu?
Tapi rasanya
sedih juga yah, karena akhirnya seri ini berakhir. Sukses selalu Rosemary
Bliss, eh salah maksud saya Kathryn Littlewood (^_^)v