Hai, Readers. Terima kasih sudah kembali
mengunjungi My Little Library. Hari ini pustakawan My Little Library
berkesempatan buat mewawancarai penulis novel Misteri Patung Garam yang
diterbitkan oleh Gagas Media. Ia adalah Mbak Ruwi Meita.
Sejujurnya, pustakawan kita ini merasa
bangga lho atas novel Misteri Patung Garam. Baginya, kehadiran Misteri Patung
Garam ini menjadi bukti bahwa kualitas penulis dalam negeri pun boleh diadu
dengan penulis luar.
“Saya lebih suka Misteri Patung Garam
daripada Silkworm karya Robert Galbraith (atau JK Rowling),” kata pustakawan
kita ini. Mau baca lebih jauh pendapatnya tentang Misteri Patung Garam? Yuk
baca Review Misteri Patung Garam.
***
Ok, untuk mempersingkat waktu, kita
langsung simak aja yuk obrolan pustakawan kita dengan Mbak Ruwi Meita.
Sebelumnya, ini dia profil Mbak Ruwi Meita yang kami ambil dari website Gagas
Media.
https://pbs.twimg.com/profile_images/588368871897239552/vb1vk23N_400x400.jpgRuwi Meita memulai karir sebagai penulis
dengan novel-novel yang diadaptasi dari film layar lebar. Sudah ada delapan
judul novel adaptasi yang telah dia hasilkan dan hampir semuanya didominasi
oleh novel horor. Novel-novel itu antara lain Dara Manisku (dua), Missing,
Rumah Pondok Indah, Hantu Bangku Kosong, Terowongan Casablanca, Angker Batu,
Pocong 2, Kekasih
, dan Rumah Lebah.
Rumah Lebah
adalah novel mandiri perdananya, yang tidak diadaptasi dari film, dengan nuansa
thriller. Dan, novel berjudul Sepuluh adalah novelnya yang
kesepuluh. Misteri Patung Garam adalah buku terbaru Ruwi Meita yang terbit di
Gagas Media.
Kali ini 
kita akan khusus ngobrolin tentang novel Misteri Patung Garam. Yuk
langsung aja ikuti sesi wawancaranya.

Halo, Mbak Ruwi terima kasih untuk kesempatan wawancaranya.
Gimana perasaannya atas terbitnya Misteri Patung Garam?
Seneng banget.
Akhirnya saya bisa menulis lagi novel sejenis Rumah Lebah. Ini semacam reuni
yang lebih menegangkan sebab Misteri Patung Garam lebih menggenjot adrenalin.
Nah, ngomong-ngomong tentang novel Misteri Patung Garam nih.
Saya jadi penasaran. Berapa lama sih naskah ini dikerjain sama Mbak Ruwi?
Misteri Patung
Garam lumayan lama juga nulisnya. Jadi ceritanya begini ada kabar dari teman di
sebuah grup kalau seorang editor lagi butuh novel misteri atau horor. Dia butuh
sinopsisnya saja. Saya tertarik sebab sudah lama saya ingin menulis novel
detektif dengan nuansa thriller yang kental. Seharian saya mikir ide novel itu.
Saat sudah ketemu saya menulis sinopsisnya dan segera mengirimkannya ke email
editor tersebut. Nah, pada hari itu juga saya ditelpon. Dia bilang tertarik
dengan sinopsisku dan memintaku membuat outline. Saking semangatnya kubuat
outlinenya hanya sekali duduk dan langsung kukirim. Akhirnya outline di-ACC dan
aku diperkenankan menulisnya dalam novel. Dari sejak hari itu sampai novelnya
terbit butuh waktu setahun lebih. 
Pas baca Misteri Patung Garam, saya sempat mikir. Kok bisa ya
kepikir jadiin garam sebagai ide cerita? Trus risetnya butuh berapa lama, Mbak?
Ide cerita itu
terbersit saat saya baca sebuah artikel tentang danau Natron di Tanzania.
Akibat ph air , suhu, dan kadar garam yang cukup tinggi maka setiap binatang
yang tercebur di dalamnya akan berubah menjadi patung garam. Dari situ saya
segera mengeluarkan jurus “what if”. Bagaimana jika ada seorang pembunuh yang
suka mengubah korbannya menjadi patung garam? Dari situ saya mulai riset soal
garam dan saya menemukan hal luar biasa tentangnya. Risetnya sendiri butuh
waktu dua bulan. 
Trus untuk sosok Kiri Lamari ini ada gak sosok khusus yang
menginspirasi saat nyiptain dia?
Nama Kiri
terinspirasi dari nama putri teman saya. Unik saja saat dia memanggil anaknya.
Dari situ saya meminjam nama itu dan menambahkan Lamari di belakangnya. Nama
Lamari sendiri semacam spontanitas. Tiba-tiba muncul. Sementara sosoknya tidak
merujuk pada orang tertentu. Saya membuat desainnya sendiri dalam tabel
karakter. Hanya saja setelah novel ini terbit saya jadi merasa kalau aktor
Oguri Shun itu ternyata cocok memerankan Kiri Lamari tentunya dengan versi
Jepang (just kidding).
Setuju, Mbak. Emang cucok sih.
He..he..
Oiya, saya penasaran nih. Ada gak sih keseruan yang dialami selama proses penulisan buku ini hingga terbitnya? Selain itu saya sempat mendengar kalau buku ini akan dibuat sekuel-nya. Benar gak sih? Jadi akan ada lagi nih novel untuk tokoh Kiri Lamari? *KEPO deh,
Tria
. Mendadak jadi berita ala infotainment gitu*
Sewaktu
menulis novel ini saya membuat percobaan kecil-kecilan dengan garam yaitu
membuat adonan garam: terigu, garam, minyak, dicampur air hingga membentuk
adonan liat dan bisa dibentuk. Jadi semacam plastisin. Saya keasyikan
membuatnya seperti anak kecil saja layaknya. Lalu saya oven hingga mengeras.
Saat waktunya menulis saya jadi merinding sendiri. Tadinya saya hanya main-main
saja di percobaan namun saat saya mewujudkannya dalam tulisan membuat saya
bergidik. Namun dunia ini memang mengerikan. Hal-hal gila kerap terjadi. Selain
itu revisi novel ini termasuk lumayan banyak. Saya tidak merasa sebagai
masalah, justru akan membuat novel ini luput dari kesalahan. Novel misteri membutuhkan
logika cerita yang sempurna. Meleset sedikit saja akan membuat novel ini
kehilangan gregetnya.
Saya memiliki
harapan agar Kiri Lamari menjadi besar, semacam Kosasih dan Gozali-nya S.Mara
GD atau mungkin yang lebih tinggi lagi semacam Sherlock Holmes. Untuk itu saya
akan menulis seri keduanya dengan kasus yang lebih oke. Tentunya perpaduan
Kenes dan Ireng tetap mejadi tokoh pendamping yang “ngangeni”. 
Hm..ini pertanyaan terakhir dari saya. Seperti biasa, saya
selalu ingin tahu, bagi seorang penulis, pembaca itu siapa? Temankah? Atau
sekedar fans?
Pembaca bagi
saya adalah sahabat sejati sebuah buku. Saat pembaca menyukai atau tidak
menyukai buku itu karena dia telah membaca buku itu. Artinya dia telah merunut
kata demi kata, menyentuh kertasnya, mengikuti plot yang saya buat. Hal itu
sudah cukup berharga bagi saya bukan dalam kapasitas sebagai penulis, namun
sebagai pribadi. Sebab saat buku itu dilempar di pasar, penulis telah “mati”.
Dia telah melepas “anaknya” alias buku itu ke dunia lain. Apa yang akan terjadi
pada buku itu adalah nasibnya. Jadi saat saya mati-matian promo buku saya, itu
kapasitas saya sebagai pribadi, bukan penulis. Sebagai pribadi saya selalu
terbuka terhadap segala pujian maupun kritikan. Semuanya bisa membuat saya
bergerak ke arah yang lebih baik.
Terima kasih atas kesediannya menjawab pertanyaan saya, Mbak.
Semoga buku Kiri Lamari berikutnya bisa segera kami nikmati. Nggak sa
bar nih berpetualang dengan situasi mencekam yang dihadapi oleh
Kiri.
Dan terima kasih banyak untuk kesempatan wawancaranya. Sukses
terus ya, Mbak Ruwi (^_^)9
***
Nah, itu tadi wawancara pustakawan My
Little Library dengan Mbak Ruwi Meita. Ah, senang rasanya dengar kalau
petualangan Kiri Lamari akan berlanjut. Ah, siap menunggu, Mbak. Jodoh aja
sabar ditunggu apalagi nungguin Kiri Lamari. #eeeaa..ditimpuk pengunjung pakai
buku.
https://igcdn-photos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xaf1/t51.2885-15/10956786_1429439034022716_484203643_n.jpg
Dan sesuai dengan judulnya, postingan
ini adalah bagian dari blogtour Misteri Patung Garam. Dan tentu saja, seperti
biasanya, ada hadiah yang menantimu.
Ada satu novel Misteri Patung Garam
bertanda tangan dan bercap bibir Mbak Ruwi Meita yang bisa dimiliki oleh Reader
yang beruntung. Kamu mau jadi yang beruntung itu? Yuk simak caranya:
2. Like FanPage KIRI Lamari 
3. .  Share Giveway ini di akun media sosialmu.
  Jika di twitter mention bloghost yg sedang
mengadakan, mention @RuwiMeita25, @atriasartika & @gagasmedia pakai hashtag
#MisteriPatungGaram
  Jika di Facebook, share giveway di facebook
dan mention host Atria Dewi Sartika dan FanPage KIRI Lamari hashtag
#GAMisteriPatungGaram
4. Jawab
pertanyaan berikut di kolom komentar.
 “Kalau bisa nanya sesuatu ke Mbak Ruwi Meita,
kamu mau nanya apa?”
Jangan lupa
sertakan data dirimu berupa nama, akun twitter, dan email.
5. Jangan lupa untuk baca review Misteri Patung Garam dan tinggalkan
jejak di sana ya. Wajib lho. Biar kamu makin tahu dan makin penasaran, Readers.
6.
 Giveaway ini
berlangsung sejak 20 April – 26 April 2015. Pengumuman pemenang akan diumumkan
pada 27 April 2015.
Pssst.. selain
di blog ini ada juga artikel dan hadiah lainnya yang bisa kamu simak terkait
novel Misteri Patung Garam. Ini dia jadwalnya:
13 April – 19
April 2015 berlangsung di Blog Mbak Luctky: www.luckty.wordpress.com
20 April – 26
April 2015  berlangsung di Blog Atria: www.atriadanbuku.blogspot.com
27 April – 3 Mei
2015  berlangsung di  Blog Mas Ridho: www.ridhodanbukunya.wordpress.com
Puncak Blogtour
Puncak blogtour berlangsung 4 Mei sampai
10 Mei 2015 (di blog www.meiruwi.blogspot.com atau
www.ruwimeita.wix.com/ruwimeita)
Di puncak
blogtour ini ada hadiah untuk dua orang pemenang
         
Pemenang Pertama mendapatkan 1 buku Misteri Patung Garam, 1
novel lain karya Ruwi Meita, 1 tumblr
         
Pemenang Kedua mendapatkan 1 buku Misteri Patung Garam, 1 gantungan
kunci, dan 1 jam dinding
Gimana? Seru kan? Jadi jangan lewatkan.
Ikuti terus Blogtour Misteri Patung Garam ini.
Daaaan, semoga beruntung ya, Readers
(^_^)