Penulis : Sheva
Penerbit: PlotPoint Publishing
Cetakan: Kedua, November 2012
Jumlah hal.: vi + 216 halaman
ISBN : 978-602-9481-16-7
Buku ini membuat
saya tertarik sejak pertama melihatnya di Rumah Buku. Entah kenapa saya sangat
suka membeli buku yang covernya menampilkan gambar secangkir kopi dan ceritanya
berhubungan dengan kopi. Honesty, saya bukanlah penggila kopi akut. Saya memang
sangat suka menenggak bergelas-gelas cappucino saat suntuk atau saat full
inspirasi dan butuh dopping agar mata tetap melek.
(^_^)v
Blue Romance
adalah sebuah omnibook dimana beberapa cerita saling berhubungan secara tidak
langsung. Dalam buku ini Kafe Blue Romance adalah tali penghubungnya. Semua
cerita menggunakan kafe tersebut sebagai latarnya. Sebuah kafe yang buka 24 jam
dengan interior yang unik. Kafe ini punya jendela kaca besar yang dipenuhi
tulisan-tulisan. Selain itu dindingnya dipenuhi berbagai hal yang dibagikan
oleh dan kepada pengunjung kafe ini. Ada foto-foto polaroid hingga post-it yang
menarik. Hm..membaca deskripsinya saya yakin saya pun akan suka nongkrong lama
di kafe ini sambil memerhatikan sekitar dan menulis berbagai hal yang
berseliweran di kepala saya. (kenapa jadi curhat gini yah?)

Penulis
mengambil sudut pandang orang pertama pada setiap cerpen yang di buat. Itu
sebabnya buku ini lebih mudah dicerna karena kita merasa dekat dengan alurnya
seolah menjadi setiap sosok yang dihadirkan dalam setiap cerita. Dan tema-tema
setiap cerita berbeda-beda.
Kisah pertama
cukup menarik dan menggugah saya untuk teru melanjutkan membaca. Judul Rainy
Saturday. Cerita ini berkisah tentang seorang cewek yang dulunya sangat
menyukai kejutan namun tragedi membuat dia lebih suka pada rutinitas. Itulah sebabnya
dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran seorang cowok yang mengganggu
rutinitasnya sarapan  Sabtu pagi di Blue
Romance. Cowok itu menumpang duduk di mejanya karena saat itu hujan dan membuat
area in-door Blue Romance penuh. Namun
ia menikmati kehadiran orang itu hingga akhirnya mereka berjanji untuk bertemu
sabtu berikutnya. Sayangnya pria itu datang terlambat. (dan kamu tahu, saya
sampai sekarang tidak tau nama kedua tokoh ini. Saya malah tahu nama dua
barista Blue Romance).
Oiya, sebelum
saya lupa. Setiap cerita direpresentasikan oleh jenis-jenis kopi yang berbeda. Ada
Affogato, Mochaccino, Café
Latte
, Americano, Caffé Macchiato, Coffee and Cream, dan Espresso. Semua kopi-kopi
ini diberi keterangan tentang campurannya apa saja dan bisa jadi itu adalah
filosofi dasar dari cerpen tersebut. Seperti Coffee and Cream  yang
merepresentasikan Cerpen “The Coffee & Cream Book Club” maka kita akan
mencoba memahami bahwa hidup itu memang seperti kopi yang pahit dengan kadar
manis tertentu. Menambahkan creamer
hanya sedikit menutupi rasa pahit itu namun tidak menghilangkannya. Maka kita
seharusnya menghadapi rasa pahit itu bukannya melarikan diri darinya.
Saya menyukai
hampir semua cerita dalam novel ini kecuali Happy Days, karena saya tidak suka
konfliknya (ini murni tendensi pribadi..he..he..). Dan bagi saya Kafe hasil
imajinasi ini mungkin layak menjadi kenyataan suatu hari nanti J
Hm..jika saya
harus memberi nilai untuk buku ini dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 8. Sekedar info nih, saya suka dengan desain
sampul dan pembatas buku dari dua buku terbitan PlotPoint yang saya baca
(Stasiun dan Blue Romance).