Hosted by Fanda Classiclit

Hari ini hari
kedua untuk Book Kaleidoscope 2014 yang digagas oleh Mbak Fanda. Kali ini edisi
kilas balik quote dari buku-buku yang
sudah dibaca dan direview selama 2014. Sebenarnya tidak mudah memilih
kalimat-kalimat yang berkesan, karena ketika kalimat itu saya masukkan dalam
reviewan saya, itu berarti pada saat membacanya ada sebuah kesan yang membuat
saya menyukai kalimat tersebut.

Tapi berhubung
saya wajib memilih lima saja, maka saya pun harus membuka-buka kembali ingatan
dan juga reviewan yang sudah saya posting di My Little Library ini. Dan inilah
hasilnya:
1.)

Aku mencintai siapa pun
yang mengikatku dengan pernikahan –Kara dalam Diorama Rasa karya Fadhila Rahma

Saya memilih
kalimat ini bukan karena sedang galau jodoh. Bukan. Tapi karena saya menyukai
ketegasan yang Kara dalam menyampaikan hal ini. Dan ia menjadikannya prinsip.
Ia mengatakan ini saat Adrian merasa cemburu dengan mantan suami Kara. Tapi
jawaban Kara yang disampaikan dengan lugas ini jelas mampu menenangkan hati
Adrian.

2.)

“…. Kita
boleh jadi benci atas kehidupan ini. Boleh kecewa. Boleh marah. Tapi ingatlah
nasihat lama, tidak pernah ada pelaut yang merusak kapalnya sendiri. Akan dia
rawat kapalnya, hingga dia bisa tiba di pelabuhan terakhir. Maka, jangan rusak
kapal kehidupan milik kau, Ambo, hingga dia tiba di dermaga terakhirnya.” –
Gurutta dalam Rindu karya Tere Liye
 

Saat harus
memilih satu quote dari novel Rindu
saya teringat pada kalimat moment saat kalimat ini disampaikan oleh Gurutta
kepada Ambo Uleng. Saat Ambo Uleng ditemukan dalam keadaan nyaris meninggalkan
akibat keputusasaannya menanggung masalah yang tengah menghimpitnya.
Gurutta menasehatkan
hal itu untuk mengingatkan bahwa manusia tidak berhak menyia-nyiakan tubuh yang
sudah diberi oleh Allah. Bukan hak manusia untuk melakukan itu. Seberat apapun
masalah yang menimpa, manusia tidak boleh merusak (menyakiti) tubuh yang sudah
direzekikan Allah. Cara Gurutta menggambarkannya sangat arif.
3.)

“…,
pernikahan itu ibarat kematian. Kita tak bisa memprediksi, hanya bisa
mempersiapkan” –  Sayap-Sayap Sakinah
karya Afifah Afrah & Riawani Elyta
 

Buku ini adalah
karya non-fiksi dua perempuan yang membahas pernikaha dari sudut pandang Islam.
Penyampaian-penyampaian mereka saat menuturkan berbagai hal terkait pernikahan
cukup logis, manis, dan juga mendalam. Sakinah mawaddah warahmah bagi saya kini
tidak lagi sekedar do’a ala kadarnya bagi teman yang telah menikah. Melainkan
sebuah do’a yang didasarkan pada pemahaman betapa sulitnya tapi juga indah sebuah
rumah tangga yang diusahakan untuk menjadi sakinah mawaddah warahmah.
Selain itu,
kalimat di atas juga menjadi jawaban yang ampuh bagi mereka yang selalu
kepikiran tentang jodoh. Yup, jodoh itu tidak ada yang menduga. Hanya bisa
dipersiapkan. Bukankah Allah sudah berjanji bahwa perempuan yang baik adalah
untuk laki-laki yang baik. Jadi daripada galau lebih baik sibuk menjadi sosok
yang lebih baik agar jodoh yang diberi Allah pun sebaik yang diharapkan.
4.)

“Aku jarang
merasa sedih yang benar-benar sedih. Namun ternyata, kesedihan itu perlu agar
kita bisa lebih peka. Peka pada perasaan sendiri. Peka pada Tuhan.” – MenikahTitik Dua karya Agustina K. Dewi Iskandar

Diksi yang
digunakan oleh Agustina K. Dewi Iskandar sebenarnya cukup menarik. Kalimat-kalimatnya
dalam membahas pernikahan pun cukup kritis. Dan saat membaca kalimat ini saya menyadari
tentang kedalaman pengalaman tokohnya hingga ia mampu bertutur seperti itu.
5.)

“Beberapa
hal baik terjadi kemarin dan kita menyebutnya kenangan” – dalam Mantan, seri#CrazyLove karya Dy Lunaly, dkk

Sesuai dengan
judulnya, buku ini memang mengangkat cerita fiksi tentang hubungan yang kandas.
Dan saat menemukan kalimat ini dalam buku tersebut, saya menangkap adanya upaya
untuk membangkitkan pikiran positif bagi pembaca. Bahwa ya hal baik ketika
berlalu pasti akan menjadi kenangan. Jadi tidak perlu disesali datang dan
berlalunya.
Ah, itu dia 5
kalimat yang paling membekas dari buku-buku yang saya review selama setahun
ini. Nah, kalau kamu, apa kalimat yang cukup memorable di tahun 2014?