Judul                    : Catatan
Musim

Oleh                     : tyas
Effendi
Penerbit               : Gagas
Media
Cetakan               : pertama,
2012
Tebal                    : 267
halaman
Sebuah
perkenalan bisa menjadi hal yang terjadi lama kemudian setelah pertemuan.
Percayalah semua itu terjadi jika sebuah keberanian tidak perah kunjung datang.
Dan penantian selalu jadi kawan dekat bagi kisah seperti itu.

Diceritakan
tentang Tya Mahani yang bertemu dengan Gema di sebuah halte dekat sebuah
Katedral di kota Bogor. Mengambil setting di kota hujan itu, kisah pun
bergulir. Cukup lambat. Tya adalah seorang mahasiswi yang menggilai buku dan
bekerja paruh waktu menerjemahkan buku 
sedang Gema adalah seorang pemuda yang tergila-gila pada seni lukis.
Mereka pun tanpa sadar saling menunggu.
Namun agaknya kisah
mereka harus berjalan sedikit memutar dengan endingnya acapkali ragu untuk kita
tebak. Ya, dalam kisah ini kebersamaan mereka lebih banyak untuk saling memberi
kenyamanan untuk satu sama lain, dan secara tidak tertulis bersepakat untuk
tidak mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.
Ujian pun datang
satu demi satu. Gema yang menderita kanker akibat luka kecil yang diabaikannya
hingga kahirnya harus menerima bahwa salah satu bagian tubuhnya harus
diamputasi. Hal ini pun mengubah keputusan-keputusan pribadi Gema tentang ia
dan Tya. Gema pun melarikan diri ke Lille, sebuah kota di Perancis.
Kepergian Gema
menyisakan kekosongan bagi Tya. Hal ini terus coba diisi oleh Tya namun pada
akhirnya ia menyadari bahwa hal itu tak mudah. Ia kemudian mencoba mengejar
Gema ke Lilie. Dan kali ini takdir memihak mereka. Mereka bertemu melalui
sebuah insiden kebetulan. Dan kondisi yang sama tetap terulang. Mereka saling
menjaga tanpa pernah mengungkapkan perasaan masing-masing. Dan kali ini pun
takdir mempermainkan mereka lagi.
Muncul sosok
Agam yang merupakan sahabat Tya sejak kecil. Ia adalah tetangga masa kecil Tya
yang berusia lebih tua. Hubungan mereka yang cukup lama terjalin melalui
kegiatan saling berkirim cangkir membuat mereka tetap dekat satu sama lain.
Namun sebuah kejutan datang saat Agam datang secara mendadak ke Lilie. Menjadi
pihak yang menyelusup di antara Tya dan Gema. Menghembuskan ragu pada Tya untuk
memilih kepada siapa ia ingin menjaga hati. 
Kemudian kondisi Gema kembali memburuk dan lagi-lagi itu mempengaruhi
hubungan Tya dan Gema.
Puncaknya saat
Gema mengusir Tya secara langsung dari hidupnya. Dan Tya memutuskan untuk
memenuhi keinginan Gema tersebut. Mereka pun berpisah di Lilie saat Tya
akhirnya pulang ke Bogor setelah menyelesaikan studinya.

Pada akhirnya setiap kisah mungkin harus menemui
akhir. Namun tak ada yang perlu disesali jika kita telah mengusahakan yang
terbaik semampunya, bagaimanapun akhir dari kisah itu.