Penulis: Indah Hanaco
Penata isi: Dua Sisi
Desain kover & Ilustrasi: Dua sisi
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2013
Jumlah hal.: viii + 264 halaman
ISBN: 978-602-251-010-9
Violet
Bertekuk lutut pada seseorang yang mengaku mencintainya selama beberapa tahun.
Dalam perjalanannya kemudian dia belajar, bahwa yang (konon) berusia panjang
itu tidak menjamin apa-apa.

Quinn
Jatuh hati pada salah satu temannya, terpikat oleh pesona fisik yang menawan.
Namun harus menerima fakta pahit, ada waktu ketika dirinya masih kurang menarik
dibanding cinta pertama sang kekasih.

Jeffry
Mengaku setia pada kekasihnya, tapi tak mampu mengendalikan inderanya yang
selalu tertambat pada sosok menawan perempuan asing. Baginya, menepat lawan
jenis yang menarik itu tak bermakna apa-apa.

Eirene
Mungkin tergolong tipe orang yang selalu terjebak pada stigma “cinta
pertama tak mungkin
dilupakan” Ada dua orang kekasih yang merasa diabaikan. Diam-diam bersekutu
untuk menyadarkan pasangan masing-masing bahwa mereka ada. Hingga persekutuan
itu justru mengikut mereka terlalu dalam. Menyadarkan dan membuka mata akan
perasaan murni yang membelit keduanya. Penyangkalan dan penolakan hanya
menambah penderitaan saja. Penderitaan karena menyimpan cinta yang terlarang.

***
“Ada empat cinta dari sudut yang berbeda. Cinta biasa yang menjadi luar
biasa karena hati ikut berbicara. Bisakah kamu jatuh cinta pada seseorang yang
kamu gunakan untuk membuat pacarmu cemburu? Baca novel ini dan aku jamin, kamu
tak akan bisa melepaskan buku ini hingga tetas kata terakhir.”
– Monica Anggen, Penulis Novel “When I Met You”

“Membaca novel ini membuatku ingin dicintai lelaki seperti Quinn.
Perhatian, jujur, setia dan bersedia untuk memahamimu begitu dalam.”
– Arumi E., Penulis Novel ” Tahajud Cinta di Kota New York”

***
Seperti biasa,
membaca karya Mbak Indah Hanaco selalu membuat saya mengimpikan laki-laki yang
nyaris sempurna. Tokoh laki-laki yang diceritakan oleh Indah Hanaco dalam
setiap novelnya selalu digambarkan sebagai laki-laki yang membuat perempuan melting. Siapa yang bisa menolak sosok
seperti Quinn yang tampan, tinggi, mapan, dan perhatian? Pria yang tidak
segan-segan menjemput cewek yang ‘ditaksir’nya, memindahkan tomat dan timun
yang tidak disukai Violet ke piringnya?
Laki-laki yang
memuji Violet sebagai perempuan cerdas, bukan sekedar cantik atau menarik.
Laki-laki yang memperhatikan dan ingin tahu tentang hal-hal yang disukai dan
tidak disukai oleh Violet. Yang melakukan sesuatu yang diinginkan oleh Violet
meski tidak diucapkan oleh Violet. Cowok idaman banget kan? (>_<)

Oiya, perkenalan
Violet dengan Quinn bermula saat Violet menemani kekasihnya Jeffry ke resepsi
pernikahan teman SMA-nya. Di acara tersebut Violet diperkenalkan kepada Eirene,
kekasih Quinn, dan Quinn. Namun di acara tersebut, Violet tersengat oleh
cemburu karena sikap Jeffry yang seolah tebar pesona pada Eirene dan bahkan
memuji dan mengagumi gadis itu meski Violet ada di sebelahnya.
Sebenarnya kebiasaan
Jeffry memandang perempuan cantik meski ada Violet ada di sebelahnya bukan hal baru
dalam hubungan mereka. Sudah berkali-kali Jeffry membuat kesal Violet karena
kebiasaannya jelalatan melihat perempuan cantik. Namun kali ini Violet merasa
terancam dengan keberadaan Eirene.
Ternyata kekasih
Eirene, Quinn, pun merasakan hal yang sama. Ia kemudian mengajak Violet bertemu
untuk menyusun strategi agar kekasih mereka tidak berpaling dan “kapok”. Strateginya
adalah mereka pun akan terlihat saling tertarik hingga membuat pasangan
masing-masing merasa cemburu. Rencana ini ternyata bagaikan pedang bermata dua.
Ini tidak hanya tentang pasangan mereka, namun juga tentang perasaan mereka
masing-masing.
***
Beberapa waktu
lalu saya dan teman-teman di Akademi Bercerita tentang tokoh cowok yang mereka
sukai di novel yang mereka. Pendapat terpecah menjadi dua, yakni cowok impian
yang too good to be true, atau cowok
yang nyata yang karakternya bisa mereka temui di dunia nyata. Dan jawabannya
memang tergantung genre dan sasaran pembaca dari novel tersebut.
Hanya terkadang
rasanya gigit jari juga membaca tokoh cowok impian yang sangat susah ditemukan.
Cowok yang  sensitif dengan maunya cewek
aja susah nemu. Biasanya mah walau ngasih kode keras, tetap aja nggak sensitif.
Ha..ha.. *curhat, Tria??*
Baca novel Indah
Hanaco akan membuat perempuan berbunga-bunga. Menikmati detail yang kadang
dianggap sepele oleh cowok di dunia nyata tapi dilakukan oleh tokoh utama di
novel ini. Hm..ada nggak yah yang mau menyingkirkan bawang goreng dari makanan
saya? Menyingkirkan sayur-mayur selain kangkung dari piring saya??
Romance dalam
karya ini sangat terasa. So, kalau butuh bacaan percintaan, baca karya ini saja
(^_^)v