Penulis: Nima Mumtaz
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: 306 halaman
ISBN: 978-602-02-3101-3
Mimpi
apa yang paling buruk bagi seorang gadis?
Diperkosa dan mengandung di umur 18 tahun
mungkin merupakan pengalaman paling buruk.
Apalagi jika pelakunya adalah kekasih sepupumu.
Dan itu terjadi pada Viona
***
Nina Mumtaz
adalah penulis yang masih asing bagi saya. Membaca blurb dan mengintip chapter 1
buku ini berhasil membuat saya tertarik dan membaca buku ini. Namun sayangnya
memasuki chapter berikutnya saya
mulai merasa tidak nyaman. Ini karena banyaknya kalimat kasar dan membuat saya
bejengit membacanya. “Kenapa tokoh ini tidak disetting untuk mengumpat dalam
bahasa Inggris saja?” Rasanya jengah membaca kalimat hinaan “berbau” kebun
binatang dari tokoh Viona.
Novel ini
mengambil sudut pandang pertama tapi dari berbagai tokoh. Paling banyak dari
sudut pandang Viona dan David. Alur cerita yang maju-mundur juga sebenarnya
menarik namun adanya pengulangan dibeberapa bagian dari sudut pandang tokoh
yang berbeda malah membuat cerita ini menjadi membosankan.
Syukurlah di
pertengahan cerita saya mulai bisa menikmatinya. Saya jadi penasaran tentang
bagaimana akhir hubungan Viona dan David. Bisakah Viona menerima David,
laki-laki yang memperkosanya hingga akhirnya ia harus melahirkan Davia di usia
18 tahun? David memang sudah berubah, namun apakah itu bisa membuat Viona
memaafkannya? Kalau iya, karena apa?

Dari pertengahan
cerita sampai akhir konflik sudah menarik untuk diikuti meski sekali lagi
pengulangan yang terjadi karena mengambil sudut pandang dari tokoh yang berbeda
tetap saja mengganggu kenikmatan saya membaca. Tapi konfliknya cukup menarik
meski saya harus mengakui bahwa “warna” cerita dari novel ini sangat mirip
dengan cerita-cerita terjemahan Harlequin.
Hm..tokoh
favorit saya adalah Juna. Kakak yang gokil. Tapi dari interaksi Juna dan Viona
saya melihat bahwa tokoh di dalam buku ini kurang berkembang secara psikologi.
Usia mereka terus bertambah tapi kedewasaan dan sikap karakter terutama pada
tokoh Viona. Berkali-kali saya dibuat kesal dan berfikiri “Ih, Viona ini gak
dewasa banget sih?!” (-_-“)
Jadi jika harus
menyematkan bintang untuk novel ini, saya memberinya 2 bintang. 
Semoga
kedepannya karya-karya Mbak Nina Mumtaz bisa semakin bagus. Semangat (^_^)9