“Ahh,
aku tak ingin hujan ini mereda. Lebih nyaman menjadi hujan, lega menumpahkan
beban daripada membendungnya hingga berat.” (hal. 113)

Penulis: Nova Pjn, Sharoncitara, dkk

Penyunting: Ihwan Hariyanto dan Nova Pjn
Penata letak: Ihwan Hariyanto
Desainer sampul: Rana Wijaya Soemadi
Penerbit: Mozaik Indie Publisher
Cetakan: Pertama, Februari 2014
Jumlah hal.: ix + 254 halaman
ISBN: 978-602-17723-9-3
Untuk membeli buku ini bisa via online ke http://mozaikindie.com
Kata mereka,banyak hal yang bisa dilakukan
ketika kita jatuh cinta dan aku merasakannya. Diam-diam dengan sengaja
mengambil gambarnya lalu mengabadikannya di dinding kamarku. Aku yang selalu
ceria menyambut pagi dengan senyuman darimu, walau ternyata senyum itu bukan
pertanda spesial. Semua telah kulakukan demi melihat wajahmu walau dengan jarak
2 meter.
Sebuah kegilaan yang tidak pernah
kurencanakan di masa itu. Hanya satu yang tak bisa kulakukan, mengatakan kata
cinta sekalipun kamu tepat di hadapanku.
Pengecut!
Kata itu pantas buat kami, tapi kami punya alasannya :”
Sebuah kisah nyata pada pemendam cinta yang
menarik dan mengharukan akan membuatmu sadar bahwa terkadang cinta tak harus
diungkapkan…”
***
Buku berisi
kumpulan “curhatan” 21 orang tentang cinta yang terpendam. Usia, pekerjaan,
asal daerah, dan akhir kisah dari cerita-cerita ini berbeda satu dengan yang
lainnya. Cerita dibuka dengan cerita tentang cinta yang dipendam
bertahun-tahun. Cinta yang dipindam pada sahabat masa kecil. Cerita ini sudah
sering diangkat sebagai ide cerpen, komik, novel, sinetron ataupun film. Namun
rasanya tetap menarik membaca pergulatan batin dari Nova Pjn.
Di awal membaca
buku ini saya berfikir ini adalah kisah nyata, namun semakin jauh membaca, saya
menemukan ketidaksesuaian antara profil penulis dengan cerita yang saya baca.
Maka saya menduga bahwa beberapa cerita adalah cerita fiksi. Hm, bagi saya ini
mengganggu. Ada beberapa kisah yang saya sukai jika dia memang adalah kisah
nyata, namun ketika mendapatkan kesadaran ini, saya jadi meragukan orisinalitas
“true story”.

Kemudian,
sejujurnya cerita-cerita di dalam kisah ini ada yang dituturkan dengan cukup
menjemukan. Bahasa yang terlalu “diindah-indahkan” yang malah membuat saya
terganggu. Semakin ke belakang, gaya bercerita semakin baik tapi sekali lagi
saya dikecewakan karena dugaan bahwa itu bukan lagi kisah nyata melainkan
fiksi.
Selain itu,
banyak sekali typo dan editan kata yang kurang tepat. Di setiap cerita ada 3 –
5 kesalahan berarti ada sekitar 60 kesalahan penulisan. Sejujurnya ini pun
cukup mengganggu kenikmatan membaca.
Sampulnya, masih
kurang menarik. Bagian bawah ada gambar hati yang berakar, namun tetap kurang
menggugah. Malah lebih menarik ilustari yang ada di bagian atas buku yakni ada
3 pasang sepatu yang menggambarkan sedemikian rupa bahwa ada satu pihak yang
menyimpan harap. Jika bagian ini diperjelas saya rasa akan jauh lebih menarik.
Jika harus
menyematkan bintang untuk buku ini maka saya hanya menyematkan 1 bintang. Maaf
ya (>_<). Saya tahu tidak mudah menulis pengakuan atas cinta yang
terpendam. Tapi sebaiknya kenikmatan pembaca juga dipertimbangkan.