Seberapa
sering kamu ditemani buku, Readers? Apakah cukup sering hingga orang-orang kerap
menanyaimu dengan pertanyaan; “Sejak kapan suka baca buku?”; “Buku kamu sudah
berapa banyak?”; “Berapa banyak buku yang kamu baca dalam sebulan?”; hingga “Berapa
banyak uang yang kamu habiskan untuk membeli buku?”
Jika ya, maka kita senasib. Kali
ini aku ingin menjawab beberapa pertanyaan tersebut. Tulisan ini mungkin akan aku
share setiap kali ada yang menanyakan hal-hal di atas padaku. Lebih praktis. 
“Sejak
kapan kamu suka baca buku, Atria?”
: Kekaribanku dengan buku terjadi dengan
terpaksa. Saat berusia 9 tahun, aku dipaksa bedrest
selama sebulan di rumah sakit. Gangguan ginjal, kata dokter. Aku pun dirujuk ke
Makassar yang fasilitasnya lebih memadai. Teman-teman sekolah tidak ada yang
menjenguk karena saat itu aku bersekolah di Palopo, sekitar 7 jam perjalanan
darat dari Makassar. Keluarga besar? Sebagian besar berada di Majene, sekitar 7
jam ke arah barat dari Makassar. Maka jangan salahkan jika aku pun melahap
semua bacaan yang ada di sekitarku. Majalah bobo yang baru dibeli, khatam dalam
sehari. Tabloid perempuan milik mama pun ikut aku lahap. Sejak itu, dimulailah
semua kegilaanku pada buku.
“Bukumu sudah berapa banyak?”: Jika termasuk buku penunjang kuliahku, maka
totalnya sekitar 1000 buku. Buku-bukuku punya genre yang beragam baik fiksi
maupun non-fiksi; sosial budya hingga parenting.
Dari penerbit mana saja? Beragam, termasuk Stiletto Book, yang merupakan satu-satunya penerbit buku perempuan yang aku ketahui.  Koleksi buku StilettoBook-ku pun cukup banyak.
sejumlah koleksi buku dan merchandise Stiletto Book milikku

“Berapa
banyak buku yang kamu baca dalam sebulan?”
: Sekitar 10 hingga 24 buku.
Tergantung kesibukan.
“Berapa
banyak uang yang kamu habiskan untuk membeli buku?”
: Kalau yang ini, saya sulit
menjawabnya. Saya tidak pernah menghitung karena memang tidak berniat. Jika
kamu suka nongkrong di cafe, seperti
itulah kesenanganku mendatangi toko buku. Jika kamu suka membeli baju-baju,
kosmetik yang membuatmu percaya diri, seperti itulah perasaanku saat membeli
buku.
“Kenapa
kamu aktif mereview buku? Untuk apa jadi blogger buku?”
: Jika kalian bertanya
pada teman-temanku tentang “Atria dan Buku”, maka kalian akan paham. Url blogku
memang
www.atriadanbuku.blogspot.com
tapi ini bukanlah url yang aku buat dengan asal-asalan. Aku memilihnya karena
bagi yang mengenalku personal, maka saat mengingat Atria maka salah satu hal
yang melekat adalah “buku”. 
Sebenarnya,
aku membuat blog ini karena patah hati. He..he.. Alasan yang tidak terduga ya? Saat
itu aku merasa bahwa untuk membuat hidupku tetap berjalan baik dan tidak lagi mengenang
masa lalu yang berujung pada air mata yang menggenang, maka aku harus menyibukkan
diri. Menyibukkan otak, mata, dan tangan. Aku pun memilih membaca lebih banyak
buku. Tapi karena merasa masih kurang sibuk, akhirnya aku pun membuat blog
buku. Alasan yang memicunya saat itu adalah karena ada beberapa teman di waktu
yang berdekatan menanyakan padaku tentang buku apa yang menarik untuk dibaca.
Ada juga yang berkonsultasi untuk meningkatkan minatnya membaca buku.
Akhirnya
jadilah blog ini. Kini, sudah 3 tahun aku melakoni hobi membaca sekaligus
mereview buku. Semuanya membawaku pada banyak hal. Seperti perkenalan dengan
para penulis seperti Triani Retna A, Eva Sri Rahayu (keduanya penulis StilettoBook, lho) hingga berkenalan dengan banyak penerbit bahkan bekerja sama dengan
mereka. Salah satu penerbit yang paling awal mengapresiasi blog buku saya
adalah Stiletto Book. Mereka menawari saya menjadi host Blogtour “Finally You”
yang ditulis Dian Mariani. Saat itu untuk pertama kalinya saya menerima tawaran
langsung dari penerbit tanpa harus menawarkan diri. Terima kasih banyak ya
untuk kesempatan saat itu. Kini, sudah hampir 2 tahun berlalu, blogku masih
laris dijadikan host blogtour. Sekali lagi, terima kasih untuk kesempatan
pertama itu, Stiletto Book.
Dua blogtour yang sempat aku hosting
Readers,
buku juga mengajak aku berkenalan dengan banyak orang. Aku jadi mudah menemukan
teman-teman yang gemar membaca. Ada Klub Buku Indonesia, Klub Baca Bandung,
Blogger Buku Indonesia, yang terbaru adalah Pecandu Buku. Dulu, aku sering
disebut autis karena teman-teman tidak bisa memahami pilihanku untuk mengisi
waktu luang dengan membaca. Sering menemukanku menyendiri dan membaca buku
membuat mereka menyematkan gelar yang tidak nyaman didengar itu. Tapi kini,
semua berubah. Aku menemukan orang-orang yang bisa memahami kesenanganku ini.
Orang-orang yang menganggap aku dan isi kepalaku menarik karena apa yang aku
baca. Banyak dari mereka yang ganteng lho. Ha..ha.. Maafkan informasi yang
berlebih tadi.
Intinya
sekarang aku merasa bahwa dunia buku menjadi lebih luas. Makin banyak pilihan
buku, makin banyak penerbit buku, makin banyak penulis baru serta makin banyak
teman berbagi cerita seru tentang buku. 
Jadi, bukan masanya lagi buku dianggap
sebagai benda yang menakutkan. Sebab ia bisa mengajakmu menemukan banyak hal
baru termasuk teman baru.
Tidak
percaya? Silakan dicoba. Tidak terbukti? Silakan marahi saya di blog ini.
He..he..
Salam
Buku,
Atria
Sartika
nama lengkap: Atria Dewi Sartika
 akun media sosial: @atriasartika (Twitter dan Instagram)
 alamat email: anora.widad@gmail.com