Sumber foto: Fan Page The Reading Room

Membaca
judul ini jangan menjustifikasinya sebagai hasil survei. Saya memilih judul ini
karena (dengan semena-mena) mengklasifikasikan diri sendiri sebagai seorang
blogger buku. (^_^)v *salim ke para suhu blogger buku*
Trus
ngapain menulis tentang pernikahan impianmu, Tria? Hm.. mungkin karena
selama beberapa bulan terakhir ini, bacaan saya banyak yang membahas tentang
pernikahan. Hm.. mulai dari Sayap-Sayap Sakinah, Menikah Titik Dua, Pacarmu Belum Tentu Jodohmu, TheMarriage Roller CoasterMeski Cinta Saja Tak Pernah Cukup, hingga yang terakhir Yummy Tummy Marriage.
Di
buku yang terakhir, Yummy Tummy Marriage yang merupakan seri WeedingLit dari
Bentang Pustaka, cerita dibuka dengan gambaran tentang pernikahan impian yang
diharapkan oleh tokoh utamanya. Namun ternyata segera dipatahkan sendiri oleh
tokoh tersebut. Pada akhirnya pernikahan impian itu harus dikompromikan oleh
keinginan banyak pihak. Tokoh tersebut kemudian berkata bahwa yang paling
penting adalah yang duduk bersanding dengannya adalah laki-laki yang ia cintai.

Aku dan koleksi Wedding Lit terbitan Bentang

 Saya
kemudian berpikir. Kenapa tidak menuliskan saja pernikahan impianku? Tentang
terwujud atau tidak, ya perkara belakangan. He..he.. Emangnya udah punya calon?
Ha..ha.. do’akan saja. Rencana Allah pasti indah. (^_^)

***
Hampir
seluruh kehidupan saya kini terkait dengan buku. Kegilaan saya pada buku sudah
dikenal oleh semua teman-teman saya. Tidak sedikit yang ketika mencari sebuah
buku atau penasaran tentang isi sebuah buku akan menghubungi saya untuk
mendapatkan jawabannya.
Maka
wajar ketika pernikahan saya tidak jauh dari dunia buku juga (^_^).
 

Buku yang menjadi undangan sekaligus pengantar kisah kami (sumber foto di sini)

Itu
sebabnya saya berharap bahwa undangan yang saya berikan kepada orang-orang
terdekat saya adalah sebuah buku. Kumpulan puisi atau novella karya saya yang
bisa mengisahkan sedikit tentang perjalanan saya dengan calon suami saya.
Undangan ini sekaligus menjadi souvenir pernikahan sehingga persiapan
pernikahan menjadi lebih mudah. He..he..

Kalaupun
saya ingin menghadiahkan souvenir lagi untuk tamu undangan, maka saya ingin
menghadiahi mereka pembatas buku yang unik yang saya buat sendiri.
Souvenir yang manis (sumber: http://blog.thereadingroom.com)
Ini
karena sejujurnya pesta pernikahan yang saya inginkan adalah pesta pernikahan
yang tamunya maksimal 100 orang. Kenapa? Saya ingin menginginkan kenangan yang
utuh tentang pernikahan saya. Yang dihadiri hanya keluarga terdekat dan
sahabat-sahabat karib. Ini untuk menjaga kesakralan pernikahan itu sendiri
sekaligus menjadi moment meleburnya dua buah keluarga secara utuh, bukannya
hanya kedua mempelai yang disatukan oleh pernikahan tersebut. Ini juga memudahkan saya untuk membuat setiap orang yang menghadiri pernikahan tersebut punya kenangan yang manis untuk mereka ingat dan bawa pulang.
Penataan meja dengan pesan pribadi untuk setiap undangan (sumber: http://blog.thereadingroom.com)
Dengan
dekorasi serba putih dan dengan hiasan mawar putih, pernikahan itu menjadi
terasa elegan sekaligus sederhana. Bukan kemewahan yang harusnya menjadi sampul
depan sebuah buku baru kehidupan yang akan saya jalani bersama suami saya
kelak, melainkan sampul yang masih bisa kami hias dan kami sesuaikan dengan kisah
kami kelak. Maka memulainya dengan warna putih sederhana akan memudahkan hal
itu. (^_^)
“Kisah pernikahan” bisa jadi sampulnya sederahana namun isinya penuh warna (sumber foto: dari sini)
 Bukankah
yang paling penting dalam pernikahan itu adalah perjanjian yang diikrarkan oleh
kedua mempelai di hadapan Allah serta kebahagiaan sanak keluarga yang menemani
mereka memulai langkah dalam fase baru dalam hidup mereka?

Nah, itulah sedikit cerita tentang pernikahan impian saya. Hanya ingin yang sederhana dan penuh kenangan. 

Tentang terwujud tidaknya? Itu terserah Rabb Semesta Alam. Yang terpenting adalah semoga pernikahan itu menjadi pernikahan yang Sakinah Mawaddah Warahmah. Jikalau mimpi itu mewujud itu adalah hadiah istimewa dariNya (^_^)