Penulis:
Chritina Tirta
Editor:
Donna Widjajanto
Desain
Sampul: Dadan Erlangga
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Cetakan:
Pertama, Mei 2014
Jumlah
hal.: 336 halaman
ISBN:978-602-03-0524-0
Bagi
Josephine alias Josie, masa lalu bukan hanya kenangan manis, tapi juga cerita
yang suram dan berbahaya yang membayangi hidupnya. Setengah mati ia ingin
terlepas dari perangkap itu.
Namun
saat ia bertemu dengan kakak – beradik Mario dan Nicole, lagi – lagi ia
terjerembab ke lubang yang sama. Mario yang memikat hatinya ternyata juga
memikat hati Kayla, sahabatnya. 
Tapi bukan itu yang menyeret Josie ke dalam
sebuah permainan berbahaya.
Nicole,
memesona dan penuh misteri, menuntunnya ke dalam permainan yang tak ingin ia
mainkan. Dan lagi – lagi Josie harus memilih antara cinta dan nuraninya.
Ini
bukan sekedar kisah cinta segitiga.
Ini
kisah cinta yang tak biasa.
Kisah
cinta yang menggiringmu dalam permainan berbahaya.
***
Cerita
yang ditulis oleh Christina Tirta ini memang menarik bukan karena pembaca harus
menebak – nebak siapa pelakunya melainkan menebak bagaimana akhir dari
ceritanya.
Dengan
menggunakan sudut pandang orang pertama dari sisi Josie, pembaca diajak menerka
tentang kehidupan Josie di masa lalu dan yang akan datang. Ya, ada sebuah
cerita di masa lalu yang selalu dijabarkan secara terbatas untuk membuat
pembaca menebak. Kenapa dengan Josie? Siapa Kenzo? Masa lalu macam apa yan
dimiliki Josie bersama Kenzo yang tidak bisa dicertikan Josie pada Kayla?

Kemudian
kehadiran Mario dalam kehidupan Josie dan Kayla menjadi menarik karena
keberadaan Nicole. Nicole adalah adik tiri yang tidak sedarah dengan Mario.
Namun Mario sangat menyayanginya. Sedangkan Nicole? Ia tidak menyayangi Mario.
Nicole mencintai Marco.
Ini
menjadi hubungan yang berbahaya sebab Nicole ternyata “sakit” secara kejiwaan.
Dan cintanya pada Mario merupakan sebuah obsesi tanpa akhir. Bagaimana jika
Nicole tahu bahwa Mario berpacaran dengan Josie? Bagaimana jika Kayla tahu
bahwa Josie – lah perempuan yang dipilih Mario?
Di
saat yang sama masa lalunya bersama Kenzo pun terancam terbuka. Dan siapa
Charlie? Kenapa ia terasa familiar bagi Josie?
***
Bagian
akhir blurbnya memang tepat saat mengatakan bahwa “Ini bukan sekedar kisah
cinta segitiga. Ini kisah cinta yang tak biasa” Karena ini bukanlah cinta
segitiga. Ini lebih rumit daripada itu. Dan jelas bukan cinta yang biasa karena
ada sosok yang cukup “sakit” seperti Nicole.
Dengan
menggunakan sudut pandang orang pertama, penulis berhasil membuat pembaca tetap
bertanya – tanya tentang masa lalu tokohnya. Permainan yang menarik.
Kemudian
semua “kegilaan” Nicole memang mengerikan namun tetap realistis. Dan penulis
berhasil membangun ketakutan Josie yang masuk akal. Meskipun sebenarnya tidak
perlu mengatakannya berkali – kali. Tokoh Josie seharusnya tidak menyebut bahwa
dirinya memiliki kecenderungan paranoia. Gak perlu telling cukup showing
Secara
karakter, tokoh Nicole paling menarik. Ia seperti representative dari karakter yang memang umum ada di masyarakat
namun dalam kasus ekstrim. Ya, banyak orang yang manis di depan kemudian
menikam dari belakang (>_<) Sayangnya karakter Josie sendiri tenggelam
oleh kekuatan karakter Nicole.
Secara
keseluruhan ceritanya cukup menarik. Intriknya tertebak, namun tetap menarik
dibaca. Dan kepingan terakhir yang disimpan juga tetap menarik untuk diikuti.
***

Puisi
yang terinspirasi oleh novel Dangerous Game
Dalam cinta semua menjadi
mungkin,
kegilaan bisa nampak normal
kewarasan tergantikan ketakutan
kepemilikin diperjuangkan hingga nyawa tak lagi berarti

Dalam peremainan semuanya mungkin
manipulasi demi kejayaan
tipu daya demi pertahanan & kematian bukan hanya ancaman
Lantas ketika cinta & permainan berpadu, apa lagi yang tidak mungkin?