“I’m
going to inspire people around me by doing anything I can, even if it’s
something really small.” (Hal. 148)

Penulis: Sheenta Chan
Penyunting: Tan Udi
Pendesain sampul: Githa
Eka
Penata Letak: Sheenta
Chan
Ilustrasi isi: Sheenta
chan dan www.shutterstock.com (Dibeli secara legal)
Penerbit: Lintas Kata
Cetakan: Pertama, 2016
Jumlah hal.: iv + 148
halaman
ISBN: 978-602-6283-00-9
Sampul belakang buku
***

“Memiliki
kekurangan adalah hal yang baik. Bukan berarti kamu lemah atau orang lain lebih
mampu. Namun, banyak hal menakjubkan yang bisa kamu dapatkan dari
kekuranganmu.” (Hal. 9)

Buku
Doodle
Diary
adalah buku yang fun
yang menyasar pembaca remaja dan dewasa muda. Meskipun bentuknya seperti buku
bacaan, namun isi di dalam buku mengajak pembaca untuk beraktivitas dengan
menjadikan buku Doodle Diary ini sebagai medianya.
Ada
beberapa chapter di dalam buku ini.
Di antaranya adalah:

Seberapa
Kamu Mengenal Dirimu Sendiri
, yang akan mengajak pembaca menggali
berbagai hal terkait diri sendiri dan menuliskannya.


Things
You Can Do
, mengajak pembaca melakukan sejumlah aktivitas bersama buku
ini sambil mengeksplorasi banyak hal seru terkait diri sendiri dan lingkungan
sekitar

Menentukan
Goal
, bagian ini mengajak pembaca untuk mulai menetapkan tujuan baik
jangan panjang maupun jangka pendek untuk kemudian membuat perencanaan dengan
cara yang fun agar bisa mencapai
tujuan tersebut.

My Healthy Diary, berisi sejumlah informasi dan instruksi untuk memulai gaya
hidup yang lebih sehat. Tidak hanya tubuh yang sehat namun jiwa pun sehat
karena ada sejumlah game/kuis yang seru.

Agenda Kehidupan Sosial, dibagian ini pembaca diajak meninjau
ulang kembali kebiasaan hidup terkait penggunaan teknologi. Adakah ia membuat
pembaca jadi orang yang enggan
bersosialisasi di dunia nyata? Pembaca dibuat menilai sendiri kemudian mencoba
perubahan yang lebih baik atas kondisi tersebut.
Nah,
menarik kan?
***

“Work
until you no longer introduce yourself” (Hal. 61)

Buku
ini adalah sebuah buku yang dibuat bukan untuk sekadar untuk disimpan di rak.
Sesuai dengan judulnya: “Doodle Diary”, buku ini mengandung dua unsur yakni
Diary dan Doodling.
Unsur
“diary” membuat pembaca bebas menulisi buku ini sesukanya. Bahkan ada sejumlah
panduan yang bisa menjadi pemicu kreativitas pembaca. Sekaligus untuk mengenal
diri sendiri lebih dalam. Memikirkan sesuatu tentang diri sendiri dengan lebih
sendiri agar bisa meng-upgrade diri
menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bahagia. Bisa dikatakan bahwa ini
adalah “mini positive diary” atau “ mini happiness diary”.
Unsur
“Doodle” akan mengajak pembaca untuk mencoret dan menggambar di dalam buku ini.
Ini untuk memberi rasa rileks. Sekaligus belajar membebaskan diri. Selama ini
kita sering kali terlalu takut mencoret buku-buku yang bukan buku gambar atau
buku tulis. Ini sebenarnya secara psikologi membentuk kekakuan diri kita yang
sering kali mengungkung kreativitas. Buku ini hadir untuk membebaskan itu.
Nah
unsur-unsur ini membuat buku ini menjadi buku yang fun untuk dibawa-bawa dan diaplikasikan dalam kehidupan
sehari-hari. Buku ini sebenarnya bisa untuk semua usia. Namun beberapa
bagiannya membuatnya lebih cocok untuk dimiliki oleh remaja dan dewasa muda.
Tapi
calon ibu seperti saya pun suka dengan isi buku ini. Beberapa part favorit saya
adalah Tantangan 30 Hari yang
ada di halaman 24-31 juga tentang Agenda Kehidupan Sosial yang ada di
halaman 114 – 121. Sebelum masuk part Agenda Kehidupan Sosial dibahas
tentang pergaulan masa kini yang banyak “dirusak” oleh kehadiran gadget. Secara fisik manusia berkumpul
untuk bersosialisasi namun kemudian masing-masing sibuk dengan smartphone masing-masing. Inilah yang
ingin dikurangi di bagian tersebut.

Buku
ini dilengkapi oleh ide project pribadi
yang menarik untuk dilakukan; disisipi juga oleh cerita inspiratif guna memberi
motivasi; juga disertai oleh berbagi game
seru. Psst.. bahkan di sebuah chapter
khusus, pembaca diajak untuk membawa buku ini di kamar mandi saat B.A.B.
Ha..ha..
Jadi,
Doodle
Diary
ini memang diciptakan untuk dibuat penuh warna. Jangan biarkan
polos tanpa coretan. Bisa jadi hadiah pilihan untuk sahabat atau kerabat yang
masih remaja nih.

 “The Best way to get things done is to simply
begin.” (Hal. 122)