Penulis: Devlin Putra
Penyunting: Ry Azzura
Penyelaras aksara:
Irsyad Zulfahmi
Pendesain sampul:
Devlin Putra & Arie Je
Penata letak: Arie Je
Penerbit: Bukune
Cetakan: Pertama,
September 2015
Jumlah  hal.: viii + 136 halaman
ISBN: 602-220-168-3
Dalam
hidup selalu ada pertanyaan yang sulit dijawab
-bagaimana
caranya bersin sambil melotot
-kenapa
Power Ranger kalau ngomong angguk-angguk

kenapa guru selalu ngasih PR, atau
-gimana
cara nyontek yang nggak ketahuan.
Devlin-
seorang mahasiswa yang sedang lari-lari dari tuntutan skripsi, bersama dua
keponakan fiktifnya, Tomi – Lili, akan menjawab pertanyaan itu dengan
coret-coretan, logika berantakan, dan jokes recehan. F.A.K! – lah pokoknya ….
***
Menerima
buku ini sebagai hadiah menang kuis dari Bukune adalah berkah yang datang di
waku yang tepat. Bagaimana tidak, jika ditengah kepenatan mengerjakan tugas
akhir yang entah kenapa sulit selesainya, saya malah diberi teman seperjuangan.
Seperjuangan melarikan diri, maksud saya 😀
Baca
buku ini menjadi hiburan yang sangat berhasil membuat saya membiarkan BAB V
hanya ditemani kursor yang berkedip-kedip. Tapi tenang saja, kenyataan ini
hanya berlangsung sebentar karena bukunya sangat ringan. Penuh humor receh. Ya
ampun receh. Istilahmu, Tria.
Ini
karena pertanyaan serius akan dijawab dengan sangat absurd oleh Devlin, Tomi,
dan Lili. Pertanyaan absurd akan dijawab bagaimana? Silakan bayangkan?!
Buku
ini akan menjadi pemantik tawa di saat beban tugas sedang banyak. Butuh
refreshing sejenak. 
Btw,
Tria ini nggak ada kritikan? Hm.. mau mengkritik apa kalau memang sejak awal
buku ini sudah kacau. Ha..ha.. tapi kekacauan inilah yang membuatnya lucu.
Tenang saja, tulisannya mudah terbaca, kok.
Oiya,
buku ini dibagian berdasarkan tema-tema tertentu (meski tema utama tetap saja
bagaimana penulis membully dirinya sendiri, eh gimana? :D). Buku ini dimulai
dengan perkenalan tokoh kemudian dilanjutkan dengan pembagian tema seperti:
kehidupan, sekolah, kuliah, romance,
filosofi, dan random.
Jangan
bayangkan yang normal-normal untuk setiap tema itu, hanya akan membuatmu ingin
melempar bukunya, tapi setelah itu dipungut kembali demi melihat Devlin dibully
oleh Tomi dan Lili.