“Manusia bukan hidup karena adanya jiwa. Manusia
hidup karena dia menarik napas, mengalirkan oksigen di sekujur tubuh,
mengeluarkan hormon, mengalirkan darah, melakukan reaksi kimia di dalam tubuh.
Lewat pembedahan, aku sadar bahwa hidup hanyalah sebuah proses fisika.” (hal.
159)

Penulis: Akiyoshi Rikako

Penerjemah: Andry Setiawan


Penyunting: Nona Aubree

Proofreader: Dini Novita Sari
Design Cover: Kana Otsuki
Ilustrator: @teguhra
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, Mei 2014
Jumlah hal.: 978-602-7742-31-4
Apa yang ingin disampaikan oleh gadis
itu…?

Gadis itu mati.


Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan
sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan
pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita
pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis
masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu
bergantian membaca analisis mereka, tapi….


Kau…
pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

 

***

“ WHEN: Tanggal x Juli, setelah sekolah
usai
WHEN: SMA Putri Santa Maria. Pot Bunga.
WHO: Kelas 3-B. Shiraishi Itsumi.
WHAT: Meninggal berlumuran darah.
WHY: Tidak jelas.
HOW: Jatuh dari teras.” (hal. 146)

Hm..awalnya saya
pikir ini adalah buku horor. Ya soalnya sampulnya aja masang wajah anak
perempuan yang terlihat cukup seram (>_<). Saat membuka bagian pertama
dari novel ini saya masih tidak bisa menebak akan membahas apa novel ini.
Pembukaan yang menjelaskan tentang kegiatan mereka pada halaman-halaman awal
tidak memberi saya clue. Baru saat tokoh Sumikawa Sayuri menyiratkan bahwa ada
satu dari mereka yang meninggal maka saya jadi bertanya-tanya. Ini akan jadi
cerita horor, thriller atau detektif?

Ketika cerita
pertama dibacakan maka saya mulai menduga ini adalah novel detektif *syukurlah*
(>_<). Membaca cerita pertama yang dituturkan oleh tokoh Nitani Mirei,
menjadi moment perkenalan pada setiap tokoh yang ada dalam Klub Sastra SMA
Putri Santa Maria. Mereka adalah:
1. Shiraishi
Itsumi (ketua klub yang menjadi sentral Klub Sastra, namun ia sudah meninggal)
2. Sumikawa
Sayuri (wakil ketua yang akhirnya menggantikan posisi Itsumi)
3. Nitani Mirei
(anak dari keluarga biasa saja yang berhasil masuk ke SMA Putri Santa Maria
yang elit berkat beasiswa)
4. Kominami
Akane (putri pemilik rumah makan Jepang yang senang memasak dan selalu
bertanggung jawab menyediakan kudapan saat acara klub berlangsung)
5. Diana
Detcheva (siswi Internasiona dari Bulgaria dan mendapat beasiswa untuk
bersekolah di SMA Putri Santa Maria)
6. Kogo Sonoko
(teman sekalas Itsumi, ingin seali menjadi dokter)
7. Takaoka Shiyo
(adik kelas Itsuki yang menjadi satu-satunya anggota Klub Sastra yang karyanya
dikenal senasional).
Setelah itu
cerita berlanjut. Setting waktu dalam novel ini hanya dalam satu malam. Namun
ternyata flashback hingga ke 3 tahun sebelumnya. Sebab malam itu setiap orang
diminta untuk menuliskan cerita tentang kematian Shiraishi Itsumi. Nitani Mirei
sebagai orang pertama yang membacakan ceritanya, mengungkapkan dugaannya bahwa
yang membunuh Itsumi adalah Koga Sonoko karena Itsumi sempat bercerita tentang
“kejahatan” Kogo Sonoko yang tidak sengaja ia ketahui.
Cerita kedua
dari Kominami Akane ternyata berbeda. Ia malah menuduh bahwa Nitani Mirei -lah
yang membunuh Itsumi. Lain lagi dengan Diana Detcheva, ia menduga bahwa
Takaoka Shiyo yang membunuh Itsumi. Kogo Sonoko malah menuduh Diana Detcheva
yang membunuh Itsumi menggunakan “sihir” karena sejak awal da merasa bahwa aura
Diana sangat mirip dengan iblis perempuan yang biasa ia lihat gambarnya.
Terakhir kisah dari Takaoka Shiyo yang menunjuk Kominami Akane pelakunya.
Semua kisah yang
dituturkan berbeda dan menunjuk tersangka yang berbeda bagi saya adalah cara
yang disediakan penulis untuk menyuguhkan sejumlah fakta untuk pembaca.
Menantang pembaca memilih mana cerita yang bisa dipercaya dan kemudian
menentukan siapa pelakunya. Di pertangahan cerita saya sudah membuat sebuah
dugaan dan ternyata benar meski belum benar-benar tepat.
Hm..kunci
jawabannya ada pada sikap dan karakter Shiraishi Itsumi sendiri. Kalau bisa
memahami hal ini maka alur cerita akan dengan mudah diketahui. (^_^)v
Cara penulisnya
menuturkan cerita benar-benar menarik meski agak berbeda. Yakni menceritakan sebuah
kasus pembunuhan dalam semalam. Menceritakan kisah selama dua tahun dalam
semalam dengan packingan berupa cerita yang dibawakan oleh beberapa orang
berbeda. Sayangnya, saya merasa bahwa karakter setiap orang yang berbeda tidak
terlalu terasa. Ini karena gaya bahasa mereka tidak jauh berbeda kecuali cara
bertutur Takaoka Shiyo. Yang lain, terasa sangat mirip.