“Seharusnya
jika kita memilih menjalani sesuatu, kita melakukannya karena menyukainya dan
berniat serius di situ.” (Hal. 1
85)


Penulis: Rosemerry
Editor: Bernard
Batubara
Penyelaras aksara: Idha
Umamah
Penata letak: Erina
Puspitasari
Penyelaras tata letak:
Gita Ramayudha
Desain dan ilustrator
sampul: Agung Nugroho
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: viii+272
halaman
ISBN: 979-780-797-5
Mengapa
harapan selalu datang bersama rasa kecewa di hati?
Mengapa
harus mengorbankan sesuatu yang berarti,
demi
cinta yang belum tentu sejati?
Aruna
Aku
pernah melihat bagaimana harapan harus pupus di tanganku
Dan
rasanya menyakitkan.
Kesalahan
masa remaja yang tak kulupa.
Aku
berjanji, orang yang paling kusayang,
Ia
tak kan mengalami kehilangan dan sakit yang sama.
Nayla
Aku
belum tahu banyak tentang cinta,
Tetapi
aku tahu cinta tak selalu sejati.
Aku
masih menerka-nerka ke mana arah langkah untuk cita-cita,
Tetapi
suatu hari, aku pasti tahu arah yang kutujua.
Aku
belum tahu banyak,
Tetapi
bolekah aku belajar untuk menjalaninya?
Aku
mungkin belum mampu,
Tapi
bukankah kita tak tahu jika kita belum pernah mencoba?
Bersama
Aruna dan Nayla, kau akan menemukan kisah cinta,
Keluarga
dan cita-cita yang sempat patah.
Juga
tentang ketabahan untuk mempertahankan impian dan jati diri.
***
“Kamu
sibuk, aku sibuk, kita semua sibuk. Tapi, tidak menepati kesepakatan yang
pernah kita buat bersama merupakan hal yang tidak bertanggung jawab. Tidak
seharusnya kesibukan bisa menjadi alasan untuk lepas dari tanggung jawab.”
(Hal. 49)
Novel
ini bertutur dengan sudut pandang orang pertama dari dua orang yang berbeda.
Mereka adalah Aruna dan Nayla. Keduanya adalah dua saudari dengan selisih usia
4 tahun. Aruna yang usianya lebih tua digambarkan bahwa secara fisik terlihat
lebih awet muda dari Nayla, adiknya.

Selain
itu dari segi kepribadian mereka cukup berbeda. Aruna tipikal orang yang serius
dengan menganggap penting prestasi akademik. Sedangkan Nayla lebih cuek, santai
dan lebih bersemangat.
Novel
ini sebenarnya mengisahkan konflik yang cukup banyak terutama dari sisi Aruna.
Konflik percintaan dari masing-masing mereka. Serta konflik internal yang muncul
karena sikap perhatian Aruna yang berlebihan pada Nayla. Aruna yang menyimpan
kesedihan dan rasa bersalah karena tidak bisa mengikuti jejak sang ayah menjadi
dokter mendorong Nayla terlalu keras karena merasa khawatir pada masa depan
adiknya. Sayangnya ini ditangkap berbeda oleh Nayla. Ia merasa bahwa Aruna
terlalu mencampuri urusannya, terlalu mengatur –atur hidupnya. Mengalahkan papa
dan mamanya sendiri.
Aruna
yang jatuh cinta pada vokalis Morningdew, Cesare, ternyata harus mendapati
bahwa laki-laki itu adalah kekasih baru Elisa, sahabatnya. Di lain pihak, Nayla
juga sedang jatuh cinta pada seorang kakak kelasnya, Yulian. Namun sikap ramah
Yulian pada semua perempuan membuat Nayla bingung.
Ah,
pada akhirnya lingkaran percintaan mereka akan merumit dan berdampak pada
hubungan Nayla dan Aruna. Mereka merenggang. Apakah hubungan Aruna dan Nayla
akan terus mendingin? Bisakah mereka baikan kembali?
***
“Kita
tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Menjaga diri sendiri tetap hidup
adalah satu hal yang wajib dicamkan apabila terjadi sesuatu yang tidak diduga.
Pastikan keselamatan diri dengan bersikap mandiri, setelahnya baru menolong
orang lain, bukannya njagani orang lain untuk menolong kita.” (Hal. 1
75)
Saat
dikabari oleh penulisnya, saya senang sekali karena berkesempatan mereview  buku ini. Meski sekarang sedang tertarik
dengan buku bertema pernikahan, namun ternyata membaca buku ini menjadi hiburan
yang menarik. Meski bikin iri.
Sebagai
anak perempuan satu-satunya dengan diapit 2 kakak dan 2 adik cowok membuat saya
memiliki pertanyaan, “Bagaimana ya rasanya punya saudara perempuan?” Hm..dan
saat membaca Dear Sister ini saya malah jadi berpikir ternyata punya adik
perempuan dan kakak perempuan ternyata sama ribetnya dengan punya saudara
laki-laki.  Ha..ha.. tenang saya tidak
akan curhat di sini.
Saya
mau ngobrolin tentang Dear Sister saja, ah. Awalnya saat lihat sampul depannya,
saya mengira bahwa konflik akan bertempat di acara pendakian yang dilakukan
oleh dua orang saudara perempaun. Tapi ternyata saya salah. Meskipun di dalam
novel ini juga ada adegan pendakian, namun bukan bagian dari puncak konflik.
Kisah
Aruna dan Nayla adalah kisah dua kehidupan yang saling beririsan. Jadi terasa
personal karena menggunakan sudut pandang orang pertama dan karena hubungan
persaudaraan mereka. 
Selain
itu novel ini sangat informatif, lho. Untuk yang belum kenal kota Yogyakarta
bisa semakin kenal dengan kota tersebut berkat informasi-informasi yang
disisipkan dalam buku ini. Ada informasi tentang wedang ronde, alun-alun kidul
dan mitosnya, hingga informasi  tentang hutan
wanagama.
Kalau
bicara tentang  penokohan, dari seluruh
tokoh yang ada di dalam novel ini, saya malah naksir Wangga, teman se-band
Cesare yang naksir Aruna. Saya suka sikapnya yang cuek tapi cenderung
perhatian. 
Sedangkan
untuk sosok Aruna dan Nayla tidak ada perbedaan yang mencolok dari cara
bertuturnya. Masih terasa mirip. Padahal seharusnya bisa dibuat cukup berbeda
karena karakter mereka cukup berbeda.
Oiya,
ada sebuah ketidakkonsistenan yang membuat saya sedikit bingung. Jika Nayla dan
Aruna terpaut 4 tahun, itu berarti saat Nayla kelas X berarti Aruna baru
tingkat dua. Kok di halaman 209 disebutkan bahwa Aruna adalah alumni tahun
ketiga? Harusnya masih terhitung sebagai alumni tahun kedua. 
Di
luar kekurangannya, buku ini menampilkan dinamika hubungan persaudaraan yang
manis. Membuat saya merasa, wah begini kali ya rasanya punya saudara perempuan.
Dan ending ceritanya berhasil menerbitkan senyum saya. He..he..
 ***


Seperti
biasa, karena di postingan  judul ada
kata “Giveaway” maka itu berarti akan 
ada buku yang dibagikan . Yup, ada 1 novel Dear Sister untuk kamu yang
beruntung, Reader. Mau jadi yang beruntung?

Yuk
langsung saja mengikuti rules ini:
1)      Follow
akun twitter @atriasartika @mewmerry @gagasmedia
2)      Share
giveaway ini di akun twitter kamu dengan mention @atriasartika @mewmerry @gagasmedia
dengan hashtag #DearSister
3)      Beri
komentar tentang review buku ini di kolom komentar, sertakan juga data dirimu:
nama, akun twitter, dan email
4)      Giveaway
ini berlangsung dari tanggal 5 sampai 9 Mei 2015. Pengumuman akan dilakukan
paling lambat 1 minggu setelah Giveaway berakhir.

Mudah
kan? Jadi jangan lewatkan Readers. Oiya, selain bagi-bagi buku di My Little
Library, pustakawan kita juga akan bagi-bagi buku di akun twitternya @atriasartika.

 Khusus di tanggal  5 Mei 2015 jam 8 malam akan ada sesi
#LiveInterview bersama Rosemerry, penulis novel Dear Sister dan akan ada satu
novel #DearSister yang juga akan dibagikan di #LiveInterview tersebut.

Giveaway Done!! 🙂