Penulis: Adeliany Azfar
Penyunting: Bagas
Prasetyadi
Desain Sampul: Mahar
Mega
Tata Letak: Laksamana
Indira
Pemeriksa Aksara: Tika
Yuitaningrum
Penerbit: Eazy Book
Cetakan:  Pertama 2012
Jumlah hal.: 220
halaman
ISBN: 978-602-19746-4-3
Setiap
cinta pasti meninggalkan luka.
Cinta
yang kuberikan dengan tulus, tanpa syarat, telah dikhianati.
Hidupku terombang ambing, tak tentu arah…
Membuatku semakin jauh dari cinta…
Saat mimpi tak lagi mampu kuraih, saat hidup tak lagi terasa berarti…
Dia berada di hadapanku…menggenggam tanganku,
mewarnai hidupku…
membuatku merasakan kembali arti kehidupan…arti cinta.
Namun…benarkah ia adalah cinta yang selama ini kutunggu?
Cinta
yang tak akan pernah menggoreskan luka?
***
Novel
ini berkisah tentang Jeanne dan Victor. Victor yang sudah dua tahun tanpa absen
seharipun selalu datang mengunjungi kafe tempat Jeanne bekerja. Dan pria ini
selalu meminta agar pesanannya diantarkan oleh Jeanne. Bukan orang lain. Dan
setiap kali Jeanne datang mengantarkan pesanannya, pria itu akan selalu
menanyakan kabar Jeanne.
Awalnya,
Jeanne tidak ingin peduli dengan kehadiran Victor, hingga suatu hari pria itu
menolong Jeanne. Sejak itu, Jeanne mulai memperhatikan kehadiran Victor yang
sehari-hari bekerja sebagai jurnalis.
Sayangnya,
Jeanne tidak bisa membiarkan dirinya dekat dengan Victor. Ini karena Jeanne
menyimpan sebuah rahasia. Jika di siang hari Jeanne bekerja di Kafe, maka di malam
hari Jeanne bekerja melayani tamu di Klub Malam.
Suatu
hari Victor melihat sosok Jeanne yang bekerja di malam hari. Jeanne pun
bersandiwara dengan mengatakan dirinya adalah saudara kembar Jeanne yang
bernama Noemie. Dan Victor pun percaya. Tapi sampai kapan Jeanne dapat
menyembunyikan kebenaran?
Dan
bisakah Jeanne melepaskan diri dari jeratan kehidupan malam yang dengan
terpaksa dimasukinya?

***
Ide
ceritanya benar – benar menarik. Dengan menyuguhkan setting cerita di Brussels,
cerita ini menjadi logis untuk terjadi. Karena jelas kehidupan semacam ini
tidak mudah ditemui di Indonesia.
Sayangnnya,
setting tempat ini kurang dieksplorasi oleh penulis. Brussels hanya disebutkan
dan kurang dideskripsikan. Seperti detail bangunannya, kondisi sosial masyarakatnya,
atau kebiasaan – kebiasaan lainnya. Kurang menyatu dengan cerita.
Namun
secara ide, kehidupan Jeanne jelas mungkin terjadi. Dan juga konfliknya cukup
menarik.  Dua kehidupan Jeanne serta
sandiwaranya jelas membuat cerita jadi menarik untuk diikuti. Kemudian
kehadiran tokoh Rob, mantan kekasih Jeanne, memberi warna tersendiri bagi
cerita ini.
Sebuah
cerita yang menarik meski perlu dieksekusi dengan lebih serius lagi.