Penulis: Alberthiene Endah
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Kedua, Mei 2006
Jumlah hal.: 344 halaman
ISBN: 979-22-1941-2
Salahkah
bila sekretaris naksir bosnya sendiri? Semua orang menyikapi itu dengan
pandangan menghina. Tapi apa salahnya, jika keadaan itu ditinjau dari cinta
sepasang manusia (tanpa embel -embel bos dan sekretarisnya)?

Setahun bekerja di sebuah perusahaan event organizer, Karina Dewi tak bisa
mengelak dari pesona bosnya, Rene Natalegawa. Pria muda yang sukses, cerdas,
tampan, karismatik… dan sedang dalam proses perceraian dengan istri yang
selama ini menjadi “hantu” baginya.

Celakanya, sang istri, Mariska, mendadak menelepon Karina dan memintanya jadi
“mata-mata” untuk meneropong tingkah polah Rene, dan membantu Mariska
merekatkan lagi kedekatannya dengan Rene. Mana cinta yang akan keluar jadi
pemenang? Cinta tulus sekretaris, atau cinta posesif istri?

***
Sudah lama juga
sejak terakhir saya membaca buku dengan genre “metropop” terpampang di sampul. Hm
seingat saya, saya bahkan tidak punya buku metropop dalam rak buku yang saya
miliki di Makassar. Maka itu artinya buku ini adalah buku metropop pertama yang
saya punya. Meskipun termasuk buku lama dan saya beli dar hasil “cuci gudang”
anggota BBI yang lain.
Dunia sekretaris
jelas merupakan dunia yang memang rentan terhadap gunjingan orang-orang. Mereka
cukup serba salah saat harus bertugas. Jika mereka cuek, maka mereka dianggap
tidak melakukan pekerjaan dengan baik, sedangkan jika mereka terlalu perdulian
pada keperluan si bos maka mereka akan dianggap keganjenan. (-___-“)

Buku ini
bercerita tentang Karina Dewi (disapa Karin) yang bekerja sebagai sekretaris di
sebuah event organizer yang cukup well-known. Pekerjaan ini adalah
pekerjaan pertamanya, itu sebabnya sebisa mungkin ia mencoba tabah menghadapi
segala rintangan dalam pekerjaannya ini setelah 2 tahun sebelumnya ia menjadi
pengangguran.
Namun ia mulai
merasa tersiksa dalam menjalankan tugas-tugasnya saat bosnya yang tampan, Rene
Natalegawa, mebuatnya berada di posisi yang tidak mengenakkan akibat rencana
perceraian sang bos. Mariska, istri Rene yang akan segera berstatus mantan
istri, “meneror” Karin untuk membantunya agar bisa rujuk dengan sang suami. Di lain
pihak Karin lambat laun jatuh cinta pada sang bos.
Perasaan ini
kian mendalam akibat simpati yang ia rasakan pada keadaan Rene yang benar-benar
dizholimi oleh istri. *ceritanya Rene mengalami KDRT dari sang istri (-_-)*
Selain itu kebersamaan mereka dengan sikap Rene yang sangat perhatian dan
lembut membuat Karin tidak bisa menolak pesona Rene. Ia benar-benar jatuh cinta
pada sang bos.
Gayung
bersambut, Rene meminta Karin untuk mendampinginya selama proses perceraian
dijalankan. Rene melimpahi Karin dengan cinta dan kemesraan. Resmilah Karin
menjadi kekasih sang Bos dengan posisi yang serba salah dan dengan hubungan
yang disembunyikan.
Acapkali dia
harus kebingungan menjelaskan dan menyembunyikan hubungannya dengan Rene dari “gank
sekretaris” yaitu Lucia dan Diandra. Mereka berdua adalah sahabat terbaik Karin
di kantor mengingat mereka sama-sama sekretaris di dalam kantor tersebut. Watak
masing-masing bos berbeda dan mereka akhirnya saling dukung dalam menjalankan
pekerjaan mereka. Sedekat-dekatnya mereka bertiga, tetap saja Karin tidak bisa
bercerita tentang hubungannya dengan Rena pada mereka. 
Selain itu
muncul juga Artha, sahabat Rene, yang tampaknya mencoba mendekati Karin. Ini
membuat Karin semakin kebingungan. Di tambah lagi Mariska masih terus
mendesaknya untuk membantu “memata-matai” Rene dan mencari tahu selingkuhan
Rene. Karin benar-benar dibuat stress oleh keadaan tersebut.
Hm..bagaimana
akhirnya hubunga Rene dan Karin? Apakah akhirnya Mariska tahu bahwa Karin-lah “selingkuhan”
sang bos?
Honesty, saat
membaca novel ini saya cukup penasaran dengan akhir hubungan Rene dan Karin. Apakah
pada akhirnya Rene bercerai dari Mariska dan “meresmikan” Karin sebagai
kekasihnya? Namun nampaknya konfliknya terus berputar-putar hingga akhir cerita
yang ternyata diluar dugaan. Namun jujur saya tidak terlalu dapat mengikuti
emosi sosok Karin. Mungkin ini ada kaitannya dengan persepsi pribadi saya
mengenai sekretaris yang menjalin hubungan dengan bosnya (seperti pendapat
orang pada umumnya). Jadi saya tidak begitu bersimpati pada sosok Karin.
Di lain pihak
saya juga tidak suka pada sikap lemah Rene yang membiarkan dirinya jadi
bulan-bulanan Mariska dan kemudian bermanja pada sekretarisnya. Bagi saya itu
bukan sikap gentle, jadi secara pribadi saya cenderung menarik diri dari
tokoh-tokoh dalam cerita ini.
Jadi, jika saya
harus memberi nilai untuk buku ini dalam skala 1 – 10, maka saya memberinya
nilai 7,5 (^_^)v