Penulis: Ajeng Wind
& Sabirin Wardhana
Editor: Monica Anggen,
Diane Novita
Penata isi: Hani
Fauziyyah
Ilustrasi Kover:
freepik.com
Penerbit: Grasindo
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: 275
halaman
ISBN: 978-602-375-244-7
Di
masa modern ini, anak muda bakal dianggap gaul kalau sudah bisa berbisnis dan
berinvestasi. Selama belum berani berinvestasi maka identitas kita sebagai anak
gaul jelas menjadi diragukan.
Salah
satu jenis bisnis yang digandrungi anak muda adalah bisnis kafe. Karena,
kehadiran kafe tidak bisa dihindari dalam kehidupan modern saat ini. pencitraan
kafe yang begitu baik membuat warung-warung kopi terpinggirkan. Padahal, kedua
tempat tersebut memiliki fungsi yang hampir mirip.
Buku
Inilah Saatnya Bisnis Cafe Gaya Anak Muda mengupas tuntas A-Z cara berbisnis
kafe bagi kaum muda. Dalam buku ini Anda akan menemukan semua hal mengenai
berbisnis kafe, dari konsep awal, analisis pasar, kebutuhan modal sampai
pengelolaannya. Bagi Anda yang sedang gundah gulana ingin berinvestasi kafe,
buku ini menjadi salah satu obat paling tepat. Jadi, tunggu apa lagi? Segera
mulai bangun kerajaan bisnis kafe Anda, dari sekarang!
***
Buku ini adalah sebuah
buku yang bisa menjadi pengantar awal bagi mereka yang bermaksud untuk memulai
bisnis kafe. Terutama bagi anak muda.
Sejak
awal, penulis memperjelas ajakannya kepada generasi muda untuk mulai berani
berinvestasi. Khususnya dalam usaha kafe. Karena ia menganggap sudah bukan lagi
zamannya bagi anak muda untuk hidup dari sokongan orang tua. Anak muda yang
gaul adalah mereka yang berani memulai sebuah usaha yang membuat mereka bisa
mapan secara ekonomi. Tidak lagi fokus pada bagaimana menghabiskan uang
melainkan bagaimana menghasilkan uang.
Buku
ini saya sebut sebagai pengantar dasar, kenapa? Karena ia membahas menyeluruh
namun tidak mendetail. Membahas tentang SDM secara umum, namun tidak akan
menjelaskan secara detail tentang bagaimana meningkatkan kualitas SDM.
Dalam
novel ini ada 12 chapter. Di
pembahasan dengan membahas tentang investasi lalu membahas sejarah kafe. Bahwa
tradisi kafe bermula di Timur Tengah. Kafe pertama dibangun di Damaskus tahun
1530. Kafe masuk ke Eropa pada abad ke-17 saat orang Eropa mulai mengenal biji
kopi. Kafe pertama di Eropa dibangun pada tahun 1645 di Venesia, Italia (Hal.
15-16). Sebuah fakta yang menarikkan, Readers.
Setelahi
itu pembahasan masuk ke pilihan kenapa Kafe dan stigma yang melekat pada Kafe
di masa kini. Lalu membahas berbagai jenis kafe yang ada di masa kini.

Setelah
itu pembahasan masuk ke dalam bagaimana memulai usaha kafe ini. Dibahaslah
tentang business plan; membuat konsep
unik dan jitu; mulai membayangkan bentuk kafe yang ingin dibangun; kemudian
mempersiapkan kafe tersebut, mulai dari memutuskan bentuk kafenya, perizinan,
mencari SDM, dan sebagainya; setelah semua konsep matang maka waktunya
menghitung budget yang dibutuhkan;
lalu mencari sumber modal; dan jika usaha sudah sukses apa lagi yang harus
dilakukan. Dua chapter terakhir
menjadi suplemen bagi pembaca. Karena membahas berbagai kafe dan owner-nya serta membahas tentang
keraguan yang masih terbetik di benak pembaca.
Ya,
buku ini masih membahas semuanya secara umum. Tahap per tahap. Tapi ini menjadi
pijakan yang baik. Setelah menjalankan apa yang ada di dalam buku ini, pembaca
bisa memperdalam pengetahuan tentang detail tertentu yang dibutuhkan melalui
buku lain yang membahas khusus hal tersebut.
Kelebihan
buku ini adalah full colour, kemudian
disediakan kolom-kolom yang bisa menjadi panduang bagi pembaca untuk membuat
konsep kafe yang diinginkannya. Selain itu di chapter 8 yang membahas tentang perhitungan modal, banyak contoh
perhitungan yang disesuaikan dengan pilihan jenis kafe yang diinginkan serta
berdasarkan tempat memulai usaha. Cukup lengkap dan mudah “dicontek”.
Kekurangannya
hanyalah karena pembahasannya masih terkesan dangkal. Pengulangan pembahasan di
beberapa bagian.
Tapi
di luar itu, buku ini bisa menjadi pemandu yang menyenangkan untuk kamu yang
ingin memulai usaha kafe, Readers. Cukup menolong, lho. Jadi untuk yang ingin
memulai usaha kafe, buku ini saya rekomendasikan untuk kamu baca, Readers.