“Haruskah
cinta dihindari? Tidak. Karena cinta adalah fitrah setiap manusia.” (hal. 34)
http://photos-e.ak.instagram.com/hphotos-ak-xaf1/t51.2885-15/10963920_344405309100364_394022002_n.jpg
Penulis: Riawani Elyta,
Ade Anita, Afin Yulia, dkk
Penyunting bahasa dan
penyelaras akhir: Ayu Wulandari
Penata letak: Bagus
Muhammad Ma’ruf
Desain Sampul: Naafi
Nur Rohma
Penerbit: Indiva
Cetakan: Pertama,
Rabiul Akhir 1436 H/ Februari 2015
Jumlah hal.: 168
halaman
ISBN: 978-602-1614-49-5
Buku ini berisikan kisah para
jomblo yang gagal menjalin hubungan asmara. Sebagian dari mereka sempat mengalami
rasa kecewa teramat dalam, terpukul, bahkan pesimis menatap hidup, namun pada
akhirnya kegagalan itu berhasil mereka maknai sebagai wujud kasih sayang Allah
untuk mendidik mereka menjadi hamba-Nya yang lebih bijak dalam menyikapi hidup.
Tak hanya jomblo karena nasib, di
sini juga ada kisah mereka yang menjadikan status jomblo sebagai perlambang
prinsip yang teguh. Prinsip menjaga kesucian diri dan hati hingga sang jodoh
datang menjemput. Tentu, prinsip ini bukan sesuatu yang jatuh dari langit atau muncul
secara tiba-tiba. Tetapi didahului oleh berbagai peristiwa yang kemudian
membuka mata bahwa status jomblo bukanlah sesuatu yang hina dan memalukan,
sepanjang status itu memang dipertahankan dalam rangka menggapai keridhoan
Allah.
Jadi, Guys, kamu jomblo juga?
Karena prinsip atau emang nasib?
***
“…bisa jadi yang saya cintai
bukanlah dia, melainkan sosoknya yang ada di kepala saya –yang memenuhi harapan
saya akan seorang lelaki impian.” (Hal. 17)

Buku ini adalah sebuah antologi
non-fiksi yang bercerita tentang pengalaman men-Jomblo. Kisah-kisah di dalamnya
dibagi menjadi dua kelompok. Bagian satu berjudul Ya Jomblo, Ya Nasib mengisahkan pengalaman sebagai jomblo akibat
sosok yang (dikira) dijatuh cintai ternyata tidak bisa jadi kekasih. Namun
belakangan hal ini disyukuri sebagai sebuah nikmat. Sebagai ketetapanNya untuk
menjaga kehormatan diri. Di bagian ini ada 6 kisah menarik.
Bagian dua dinamai Saya Jomblo, Saya Bahagia. Dalam bagian
juga ada 6 kisah tentang keteguhan seseorang untuk memilih menjomblo. Bagi
mereka ini menjadi sebuah prinsip. Dalam cerita ini dikisahkan sejumlah latar
belakang yang membuat mereka dengan senang hati menyandang status jomblo.
Pengalaman-pengalaman ini bisa menjadi refleksi yang menarik untuk dicermati.
Buku ini oleh Penerbit Indiva  dan penulis-penulisnya diharapkan menjadi
penguat bagi teman-teman yang tengah menjomblo dan lebih sibuk memperbaiki
diri. Ini sebagai sebuah seruan bahwa pilihan untuk pacaran belum tentu pilihan
yang baik Dan keputusan menjadi jomblo bukan berarti membuat jodoh enggan
mendatangi.
Ini juga menjadi sebuah kampanye
untuk menyelisihi perayaan valentine day yang lebih banyak mudharatnya. Hm..
bukankah kita harusnya saling mengasihi setiap hari? kenapa harus menunggu hari
tertentu? (^_^)
“Kamu pikir, kamu nggak bisa
hidup sempurna kalau nggak ada pacar? Hidupmu udah sempurna, bro! Punya
keluarga, temen, fasilitas nyaman. No woan… no cry!” (Hal. 85)
***
“Aku harus bersyukur dengan
status jomblo dan menunggu cinta yang tepat pada waktunya. Dengan demikian, aku
tidak perlu merasakan luka karena sakit hati ataupun patah hati” (hal. 43)
Dengan penulis yang berbeda-beda
kisah ini menyuguhkan gaya bercerita yang berbeda pula. Ada yang ditulis dengan
gaya kocak seperti No Woman No Cray karya
Indah Sari Abidin, atau gaya lawas
(kelihatan dari pilihan lagusnya) seperti Tentang
Waktu
karya Shabrina WS atau
dengan gaya motivator yang memberi contoh kasus seperti dalam I’m A “Jotal” karya Riawani Elyta. Ini membuat pembaca akan
menemukan kenikmatan membaca di kisah-kisah tertentu karena kesesuaian gaya
bercerita dengan selera pembaca. 
Selain itu karena berupa
kisah-kisah pendek, maka bacaan sudah keburu selesai sebelum jatuh bosan dan
segera berganti ke kisah lainnya.
Menariknya, di dalam buku ini
juga diselipkan #Jomblo Tips yang
dimulai dengan membahas asal kata Jomblo, tipe-tipe cinta, tipe-tipe jomblo,
hingga tips biar jadi jomblo yang membanggakan atau High Quality Jomblo. He..he.. Buku ini jadi semakin informatif deh
(^_^)
Tapi di beberapa hal ada sejumlah kesalahan
penulisan. Di antaranya:
  Di halaman
identitas buku. Bagian paling bawah tertulis Gue Berani Putusin Elo. He..he..
mudah2an di cetakan berikutnya kesalahan ini
bisa diperbaiki (sambil berdoa bisa cetak ulang…ups..maksudnya saya di cetakan berikutnya.. soalnya baru dapat kabar kalau antologi ini udah cetak ulang..padahal baru sepekan lho sejak dicetak pertama kali..kasih selamat ke *Indiva dan penulis-penulisnya*)
– Di halaman 35 kalimat paling akhir tertulis bigno. Saya rasa yang tepat adalah Big No.
– Di halaman 45, baris ke 11 tertulis “kalam”, apa
yang dimaksud Kalamullah atau
Al-Qur’an ya?
Semoga ini bisa jadi masukan untuk editor ya (^_^)v
“Jangan terbawa perasaan,
tetaplah tenang. Jangan terburu-buru melayang. Ingat jika terlampau tinggi
melayang nanti jatuhnya pasti sakit.” (Hal. 13)
“…. Hatiku sudah kututup dan
kuncinya kubuang ke langit. Biar nanti sama Tuhan diturunin barengan sama
bidadari yang langsung dikirim dari Dia. Kalau sudah dari Dia kan sudah pasti
yang terbaik, …” (hal. 45)
***
http://photos-h.ak.instagram.com/hphotos-ak-xaf1/t51.2885-15/10990539_783684821712391_1583879354_n.jpg
Puisi posted in my Instagram
Hati tidak akan salah
memilih

namun otak bisa jadi salah menginterpretasi

Jadi jomblo itu karena hati-hati, biar gak perlu sakit
hati dan bisa selalu jaga diri

Untukmu yang jomblo hingga kini
Ayo sibuk berprestasi
Sebab yang terbaik pasti dicari

***
Ada Giveaway buku Jomblo: Prinsip atau Nasib
Besok udah tanggal 14 Februari
ya. Trus, ada apa di tanggal itu? Ada quiz GA berhadiah antologi Jomblo Prinsip
atau Nasib nih friends. Pasti pada belum tahu nih kalo antologi yang baru
seminggu terbit ini udah cetak ulang?
Serius? Iya dong.
Nah, daripada penasaran, mending ikutan quiznya aja yuk, ini caranya :

1. follow akun twitter @bawcommunity (wajib) dan
akun-akun berikut @RiawaniElyta @adeanita4 @afinyulia @anismarz @atriasartika
@duniaeni @indahabidin1 @JustNeida @NyiPeDe
@shabrinaws_ @woelancywol (minimal 5 akun)

2. Pantengin timeline twitter di tanggal 14
Februari 2015, temukan twit yang menggunakan hastag #‎JOMBLOPrinsipOrNasib dari pemilik akun di
atas dan retweet sebanyak-banyaknya.

Ingat, yang di retweet adalah twit bertanggal 14 Februari 2015, ya.

3. Batas akhir Retweet adalah tgl 16 Feb 2015 pukul
23.59 wib

4. Akan dipilih 3 pemenang dengan Retweet terbanyak
yang akan mendapatkan antology #JOMBLOPrinsipOrNasib 

So, jangan lupa ikutan ya?
 “Sekarang aku mengerti, jodoh itu di tangan
Tuhan. Sekuat apapun kita berusaha, jika Tuhan tak mengizinkan, maka tak akan
terjadi.” (hal. 62)
 “… bukan karena apa yang mereka sebut cinta
hingga saya mengalami patah hati. Melainkan karena saya menyadari bahwa saya
telah buang-buang waktu dengan orang yang salah. Saya membangun harapan yang
semu.” (Hal. 123)
“Saya percaya bahwa kadang takdir
Allah tidak terduga” (hal. 128)