“Cinta,
meski dua karakter berbeda bisa membuat gaya tarik menarik. Di situ letak
indahnya cinta.” (Hal. 81)
18243971
Penulis: Ragatnia Clara
Penyunting: Arief Ash
Shiddiq
Ilustrasi sampul: Teguh
Pandirian, Nandiasa Rahmawati
Perancang sampul: Teguh
Pendirian
Pemeriksa aksara: Septi
Ws, Rika Amelina
Penata aksara: Theresa
Greacella
Desain: Teguh Pandirian
Ilustrasi Ochidyati
Penerbit: PlotPoint
Publishing
Cetakan: Pertama, Juli
2013
Jumlah hal.: 194
halaman
ISBN: 978-602-9481-43-3
Keegan
bukannya tidak senang membantu menyiapkan pernikahan kakaknya. Tapi, pernikahan
itu sepertinya justru membuat perhatian semua orang tertuju padanya, yang masih
juga belum punya pacar. Kalau dia secantik Kak Ivone, sih, pacaran soal
gampang, pikir Keegan. Keegan memang selalu merasa dirinya baik – baik saja.
Tidak cantik seperti Tara, anggun seperti Kak Ivone, atau menawan seperti Mama.
Itu sebabnya, bahkan saat memasuki usia keduapuluhnya, ia masih memilih untuk
sendiri saja. Nggak susah. Lebih gampang. Tapi, saat ini, jadi jomblo tidak
terasa mudah. Semua orang serasa menerornya.
Do
I really need a boyfriend so my mother will be happy knowing that her own
daughter is somewhat normal? Pikir Keegan.
Lalu
tiba tawaran kerja dari Prof Gregory. Bagi Keegan itu seperti tempat suaka di
antara kegaduhan ini. Tapi, mana Keegan tahu kalau ternyata tawaran kerja itu
punya maksud tersembunyi? Mana Keegan tahu kalau menerima tawaran kerja itu
akan menjerumuskannya ke dalam perjodohan konyol dengan manusia menyebalkan
bernama Revan ini?
Seperti
kamu bisa tebak. Ini cerita tentang cinta. Tapi, cinta bukan hal yang bisa
ditebak. Ia sesuatu yang baru akan datang saat diberi kesempatan.
***
Ok, sinopsis paling
singkat untuk novel ini adalah:
Keegan
perempuan berusia dua puluh tahun yang masih jomblo dan menerima kerja sambilan
dari dosen favoritnya, Prof Gregory. Ia tidak menyangka bahwa selain menerima
pekerjaan, ia pun harus menerima permintaan sayng profesor untuk berkenalan
dengan cucunya yang bernama Revan. Sayangnya, Keegan tidak pernah mau menerima
ketika Revan menyampaikan bahwa ia menyukai Keegan.

Keegan
menutup diri. Ini ada hubungannya dengan keadaan keluarganya yang cukup unik.
Ini berpengaruh pada karakter gadis itu.
Tapi
syukurlah ia memiliki seorang sahabat yang tidak hanya cantik tapi juga baik
hati. Ini menjadi penyeimbang bagi Keegan.
Lantas
bagaimana kehidupan Keegan nantinya? Adakah ia akan menerima Revan? Apakah ia
akan bisa menemukan tempatnya di dalam keluarganya sendiri?
Sinopsis saya cukup beda dengan blurbnya? Yup, karena menurut saya inilah esensi cerita dalam novel ini.
***
Kisah
dalam novel Matchmaking ini sebenarnya sangaaat sederhana. Sebuah bacaan ringan
untuk remaja dan young adult. Cerita sebenarnya benar – benar berpusat di
karakter Keegan sendiri. Tentang keadaan yang membentuknya dan tanggapannya
terhadap hal – hal yang ada di sekitarnya seperti keluarga, sahabat dan
hubungannya dengan laki – laki yang tertarik padanya.
Dan
karena ceritanya simple, maka membacanya pun mengalir dan tahu – tahu sudah
selesai. Sayangnya, konflik utamanya masih kurang tajam. Pembaca akan berpikir,
“Ya ampun, masalahnya cuma itu aja toh? Trus udah gitu aja?”
Yup,
sejak konfliknya sebenarnya terlalu sederhana dan tidak begitu kuat. Tapi
syukurlah cara bertuturnya rapi dan tidak membosankan sehingga pembaca akan
membacanya sampai selesai tanpa mereka sadari. Tapi ya itu, kesannya yang
tertinggal jadi kurang kuat.
Dari
segi emosi pun kesannya terlalu mendadak dan meledak – ledak. Di pertemuan
pertama, Keegan dan Revan tahu – tahu sudah berantem. Keegan kesal dan
melampiaskannya begitu saja pada Revan. Padahal kekesalannya pun sebenarnya
belum pada tempatnya. (Hal. 42)
Selain
itu, narasi yang seharusnya menggunakan sudut pandang orang ketiga, sempat
menggunakan narasi orang pertama di salah satu kalimatnya. Tapi itu tidak
mempengaruhi cerita secara signifikan kok.
Tapi
secara keseluruhan, novel ini adalah novel remaja yang sangat ringan.
***

…nikmati masa muda, nikmati cinta, nikmati hidup!” (Hal. 81)