Lo
tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Kenyataan bahwa lo
akan menemukan dia yang berbeda saat perjumpaan berikutnya. Itu yang selalu gue
takutkan.” (Hal. 153)

Penulis: Diego
Christian
Editor: Ruth Priscilia
Angelina
Desain sampul: Orkha
Creative
Penerbit: Gramedia
Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, 2016
Jumlah hal.: 216
halaman
ISBN: 978-602-03-2523-1
Di
tengah menghadapi jam kerja tak berperasaan dan menjalani hubungan jarak jauh
dengan Jesse, kekasihnya yang kuliah di Belanda, Atisha harus mencari jalan
keluar dari mimpi-mimpi buruk yang selalu membuatnya terbangun di tengah malam.
Mimpi buruk yang terus membawanya pulang di kenangan pahit.
Seolah
semuanya belum cukup, Gema, pemuda yang pernah Atisha cintai, tiba-tiba muncul
di kantornya sebagai pembawa acara baru. Kehadiran Gema mengingatkannya pada
kebahagiaan sekaligus patah hati yang hingga kini masih terasa pahit, juga pada
masa lalu yang dulu menjadi penyebab Gema meninggalkannya.
Gema
berusaha memasuki kehidupannya kembali. Tapi Atisha berjanji takkan
mengkhianati Jesse, juga takkan mengizinkan Gema menyakiti hatinya lagi.
Namun,
bagaimana ketika hubungannya dengan Jesse mulai mengalami masalah? Bagaimana
jika Gema mebuka sebuah fakta menyakitkan tentang kekasihnya itu? dan bagaimana
jika… berdamai dengan masa lalu adalah satu-satunya jalan keluar untuk
Atisha?
***
“Mungkin
benar, tidak semua pertanyaan memiliki jawaban. Dan tidak semua hal harus dia
ketahuai.” (Hal. 83)
Novel
Kepada Gema ini berkisah tentang kehidupan Atisha yang bekerja di dunia broadcasting. Tentang Atisha yang sedang
menjalani Long Distance Relationship
(LDR) dengan kekasihnya, Jesse. Tentang Atisha dengan masa lalu yang pahit yang
selalu membuatnya bermimpi buruk.
Sebelum
bersama Jesse, Atisha pernah sangat mencintai Gema. Laki-laki yang membuatnya
merasa nyaman. Sayangnya, Gema memang membuatnya jatuh cinta, namun juga
mengajarkannya sakitnya patah hati akibat ditinggalkan. Patah hati karena masa
lalu yang pahit yang kamu miliki. Ini yang membuat Atisha tidak lagi ingin
terlibat dengan Gema.
Sedangkan
Gema, ia ingin memperbaiki kesalahannya di masa lalu. Ia ingin mengobati luka
hati Atisha. Ia ingin menunjukkan pada Atisha ia adalah sosok yang berbeda.
Jika dulu ia tidak bisa menghadapi masa lalu Atisha dengan dewasa, maka kini ia
bisa menjadi orang yang melindungi Atisha dari masa lalunya itu juga dari
apapun yang siap melukai gadis itu kini dan nanti.
Di
sisi lain orang-orang yang  menyayangi
Atisha harus menahan rasa cemas melihat apa yang sedang dan mungkin saja
dialami gadis itu di masa depan. Ibu dan adik Atisha yang terus terbangun di
tengah malam demi menemukan gadis itu bermimpi buruk dan kemudian
menenangkannya. Shalina, sahabat Atisha sejak SMP, pun ikut menahan cemas.
Itulah kenapa ia membantu Gema. Berharap kehadiran Gema akan mampu
menyelamatkan Atisha dari apa yang akan terjadi di masa depan.
Kepada
Gema adalah novel yang bercerita tentang luka di masa lalu juga luka yang
menanti di masa depan. Kira-kira bagaimana kisah Jesse, Atisha dan Gema akan
berakhir?

“Ada
rasa menyenangkan ketika dia bisa membuat orang lain bahagia dengan berbagai
kejutan.” (Hal. 74)
***
“Ketika
lo merasa berkorban untuk seseorang atas nama cinta, saat itulah perasaan cinta
lo akan hilang sedikit demi sedikit.” (Hal. 123)
Membaca
novel Kepada Gema ini membuat saya penasaran untuk menyelesaikan hingga akhir.
Kenapa? Sejak membaca bab awal saya mulai membangun dugaan tentang keseluruhan
kisah. Tapi saya tidak berhasil membangun tebakan apapun tentang apa yang
membuat Atisha bermimpi buruk. Dan ternyata saat berhasil mencapai ending?
Banyak hal yang terbuka dengan jelas dan tebakan awal saya meleset, meski tidak
jauh tapi cukup telak.
Ada
sejumlah bagian yang menerbitkan rasa haru. Bagian saat semua kebenaran
tersingkap. Saat Atisha sekali lagi harus berhadapan dengan kenyataan.
Oiya,
saya suka tulisan yang digubah oleh Atisha di bab 35, halaman 168 -170. Cara Atisha
menyampaikan apa yang ia punya bersama Gema membuat saya bisa membayangkan
seperti apa perasaan perempuan itu pada Gema.
Bagian lain yang saya suka adalah tulisan penulis di bagian Thank Queue: “Saya selalu yakin bahwa menulis adalah proses bertindak jujur kepada
diri sendiri. Menulis adalah cara saya berkomunikasi kepada diri sendiri dan
menyeimbangkan hidup.”
Jika
harus menyebutkan apa kekhasan novel ini, maka jawabannya adalah detailing dan psikologi. Detail yang
saya maksud adalah kehidupan dunia kerja Atisha di broadcasting. Ritme pekerjaan di belakang layar kaca. Orang-orang
yang berperan besar atas keberlangsungan sebuah acara dan stasiun tv namun
tidak pernah diketahui pemirsa. Ini menjadikan cerita terkesan hidup. Sedangkan
tentang psikologi? Saya tidak bisa banyak menjelaskan. Intinya penulis cerdas
dalam menggiring opini pembaca kemudian memanfaatkannya untuk membangun twist.
Sedikit
yang mengganggu saya hanyalah proses recovery
Atisha secara psikologi yang terasa terlalu cepat dan mudah. Idealnya ini
memakan waktu yang lebih lama mengingat semua kondisi itu adalah akumulasi dari
sebuah kondisi yang terjadi dalam rentang waktu yang panjang. Kenyataan tentang
Jesse adalah triger terakhir.
Tapi
hanya itu yang mengganggu saya. Sisanya? Menarik. Penokohan yang hidup untuk
setiap tokoh yang dihadirkan. Tidak ada tokoh yang sia-sia. Semua punya alasan
penting untuk jadi bagian hidup cerita.
Terima
kasih untuk bacaan yang menarik ini, Kak Diego Christian. Dan harus saya akui, penggunaan POV 3 adalah eksekusi yang tepat dan aman. Tokoh Atisha tidak terkesan macho meskipun ditulis oleh seorang laki-laki 🙂
“Kalau
Tuham memang ada, Del, gue cuma minta satu hal, … Kesempatan kedua” (Hal.
135)
***
“Buat
gue mencintai berarti memberi. Dan cinta itu aneh. Kita yang ngasih, kita yang
semakin kuat. Ketika gue dikhianati, gue ngerasa gue enggak punya apa-apa lagi
yang bisa gue berika buat dia. Ketika gue dikhianati, semua udah selesai.”
(Hal. 175)

Sudah
baca review Kepada Gema di atas? Masih kurang puas? Tenang saja. Akan ada
review lain di dalam blogtour ini yang bisa melengkapi bayangan kamu tentang
novel ini. Kalau lebih lengkap lagi, lebih baik langsung mengadopsi buku ini dari toko buku terdekat. He..he. 
Nah, kali ini saya berkesempatan membuka blogtour Kepada
Gema
. Wah, sebuah kehormatan. Seperti
biasa, blogtour akan semakin meriah dengan keberadaan giveaway. Kabar baiknya
adalah Kak Diego sudah menyediakan 1 novel Kepada Gema untuk satu orang yang
beruntung di blog ini. Mau mendapatkannya? Caranya mudah. Yuk ikuti langkah
ini:
1.
Jawab pertanyaan ini di kolom komentar
“Setelah baca
review di atas, apa yang membuatmu tertarik pada novel “Kepada Gema”?”
Jangan
lupa sertakan data diri berupa nama, akun twitter atau akun instagram, dan
email kamu.
2.
Share giveaway ini dengan ketentuan berikut:
Via Twitter:
follow akun twitter @diegochrist dan @atriasartika. Kemudian share link Giveway
ini dengan hashtag #KepadaGema dan mention kedua akun tersebut.
Via Instagram:
follow akun instgram @diego_christ dan @atriasartika. Repost banner atau
e-poster Giveaway #KepadaGema yang ada di akun @atriasartika. Sertakan link
blogpost ini dalam caption. Tag kedua akun tadi ya. Ingat, tag ya, bukan
mention 🙂 
3.
Giveaway ini hanya berlangsung 3 hari dari tanggal 18 Februari – 20 Februari
2016
4.
Giveaway ini hanya untuk yang berdomisili di Indonesia
5.
Pengumuman pemenang akan saya posting di twitter dan akan saya update di
postingan ini