Penulis: Theresia Anik
Penerbit: Stiletto
Cetakan: I, Juni 2012
Jumlah hal.: vii + 203 halaman
ISBN: 978-602-7572-04-1
Renata Camelia, seorang perempuan
biasa-biasa saja. Penampilannya biasa, pekerjaannya biasa (kalau tidak bisa
dibilang membosankan), kondisi keuangannya juga biasa (metafor dari pas-pasan),
dan dia belum punya pacar di usia matang. Benar-benar terlalu biasa
Yang luar biasa adalah rekornya
berganti teman seapartemen hingga empat kali dalam dua tahun. Kepolosan dan
kebaikan hati Renata sering disalahartikan oleh teman seapartemennya tersebut.
Padahal sebenarnya, dia hanya menginginkan seseorang yang bisa menjadi
sahabatnya. Bukan gadis bermulut manis tapi berbisa, bukan cewek oportunis,
atau malah cewek minderan yang hanya bisa hidup dala fantasi.
Beruntunglah akhirnya Renata
menemukan teman lebih dari apa yang diharapkannya. Seorang sahabat cowok
bernama Nesta yang membuatnya kembali merasa bahagia, utuh dan terlindungi.
Apalagi Renata bisa tetap bebas mondar-mandir di apartemennya dengan hanya
memakai celana pendek atau bahkan berkeliaran dengan bikini saja, karena Nesta
adalah seorang gay.
Tunggu, tapi apakah benar Nesta
adalah seorang gay seperti pengakuannya? Karena ternyata Nesta juga punya
begitu banyak rahasia. Dan seperti bom waktu, akhirnya rahasia-rahasia itu
meledak dan membuat Renata seperti terpental sampai ke bulan.
***
Renata adalah
perempuan muda yang tengah menikmati hidupnya yang nyaris tanpa riak. Ia adalah
perempuan yang hidup dengan pandangan bahwa dirinya adalah sosok yang biasa
saja . Ini membuat sahabatnya, Calista, gregetan. Karena menurut Calista,
Renata terlalu memandang rendah dirinya. Sikap Renata ini membuatnya sering
diperlakukan seenaknya baik di kantor maupun di apartemen.
Bicara tentang
apartemen, Renata selalu tidak beruntung terkait masalah teman-teman
seapartemen. Roommate pertamanya
bernama Scarlett.

Tipe perempuan yang menarik. Tapi sepertinya ada yang salah.
Scarlett terlalu mendominasi. Baru sehari di apartemen, ia sudah mendekor ruang
tamu apartemen dengan warna pink. Calista seketika tidak menyukai Scarlett.
Ditambah lagi Scarlett sibuk bercerita tentang pria-pria yang menyukainya dan
mau berkorban apa saja untuknya. Renata pun selalu mearasa curiga terhadap
Calista. Benar saja satu persatu tindakan buruk Scarlett terbuka. Mulai dari
kedatangan teman seapartemennya yang sebelumnya hingga kabar pemecatan dan
perselingkuhan yang dilakukan Scarlett. Akhirnya Scarlett pun diusir keluar
oleh Renata.

Setelah Scarlett
pergi, Renata kembali mencari teman seapartemen.  Hingga akhirnya datanglah Andrea. Andrea
dalam hal penampilan mirip dengan Renata. Biasa saja namun lebih sadar fashion
daripada Renata. Andrea adalah perempuan yang ramah. Calista pun menyukainya.
Namun entah kenapa Renata kembali menyimpan kecurigaan pada Andrea. Ia kemudian
menemukan sejumlah sikap Andrea yang membuatnya menduga bahwa perempuan itu
adalah tipe perempuan manipulatif. Ia bisa menghalangkan segala cara demi
kenyamanannya meski itu harus “menyikut” orang lain. Betapa leganya Renata saat
Andrea keluar dari apartemennya karena ingin tinggal di apartemen yang lebih
mewah.
Tidak lama
kemudian masuklah Magnolia. Ia benar-benar mirip Renata. Perempuan biasa saja
yang benar-benar sangat biasa dan perilakunya pun biasa saja. Hanya saja
Magnolia lebih sering berada di kamar. Renata jarang sekali bertemu dengannya.
Namun ada yang berbeda antara Renata dengan Magnolia. Meskipun berpenampilan
biasa saja, Magnolia telah berganti pacar lebih dari sekali. Bahkan ia sudah
pacar bernama Ben. Namun ada yang aneh. Ben bahkan tidak pernah mengunjungi
Magnolia di apartemen. Hingga suatu hari ia pun menemukan jawabannya. Ternyata
Magnolia punya kelainan mental. Ia hidup dalam dunia fantasi yang
diciptakannya. Akhirnya Magnolia pun dijemput oleh keluarganya.
Hidup Renata
tidak hanya terkait dengan apartemennya. Di kantor ia pun mendapat masalah.
Syukurlah dia punya sahabat yang baik yakni Calista dan Gladys. Gladys adalah
anak dari pemilik perusahaan tempat Renata bekerja. Mereka membantu Renata hingga
akhirnya suasan di kantor menjadi lebih menyenangkan. Di tambah lagi kehadrian
Desta, teman apartemennya yang baru, yang memberinya saran. Desta pun selalu
bersikap baik dan perhatian padanya. Selain itu Desta pun sering mendukung
Renata dan membantu mendongkrak percaya diri Renata. Ia bahkan berhasil
mempengaruhi Renata untuk ikut les vokal padahal sebelumnya Renata merasa bahwa
suaranya biasa saja.
Namun mendadak,
sebuah rahasia tersingkap. Rahasia yang melibatkan Desta, Gladys dan Calista.
Kenyataan tersebut membuat Renata merasa dikhianati. Ia bingung harus bersikap
bagaimana. Ia marah pada mereka. Ia pun kembali memikirkan hidupnya dan semua
yang telah mereka lakukan untuknya. Namun tetap saja ia tidak bisa memaafkan
mereka begitu saja. Apakah rahasia tersebut?
Saya suka dengan
ide buku ini. Cara penulis menggambarkan karakter-karakter teman seapartemen
Renata pun sangat jelas. Namun ceritanya cukup bisa ditebak karena clue yang
muncul terkait rahasia tersebut sudah sangat sering muncul. Selain itu
pengungkapan masalahnya terlalu mendadak. Seharusnya bisa didramatisir. (sok
tau deh..he..he..)
Hm..kalau harus
memberi nilai untuk novel ini dalam skala 1 – 10, maka saya memberinya nilai 8
(^_^).