Penulis: Indah Hanaco
Editor: Anin Patrajuangga
Desain cover: Sapta S Soemowidjoko & Lisa Fajar R
Penata isi: Yusuf Pramono
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: vi + 234 halaman
ISBN: 9786022514657
Fleur Radella, lahir karena kebuasan hasrat yang tak bisa
ditolak. Elektra Valerius, jiwa berani yang terpaksa bersemayam di tubuh yang
salah. Tatum Honora, gadis pemurung yang tercipta karena ketidakmampuan manusia
menundukkan diri sendiri.

Semua yang dimulai di masa lalu, tak seharusnya menjadi hantu yang menempel
tanpa pengampunan. Lalu Adam Dewatra hadir. Menggenapi jejak horror masa
lampau.

***
Buku ini
ternyata bergenre Thriller. Salah satu genre yang tidak begitu saya sukai.
Namun syukurlah ternyata buku ini tidak semencekam yang saya pikir. Saat
membaca halaman ucapan terima kasih penulis, saya bisa menebak bahwa saya akan
membaca tentang thriller atau detektif-detektifan. Sebenarnya sempat ragu juga,
saya biar bagaimana pun tidak begitu suka dengan genre ini.
Namun saat
membuka awal cerita yang ternyata tokohnya adalah siswi SMA saya jadi berfikir,
β€œAh mungkin tidak akan semencekam yang saya kira” dan akhirnya saya pun
meneruskan membaca. Ceritanya bisa membuat saya penasaran dan berhasil
menyelesaikannya.

Namun mungkin
karena Indah Hanaco selama ini lebih banyak menulis genre romance maka plot cerita pun lebih mirip drama. Ini cerita tentang
tokoh Fleur Radella yang ternyata berkepribadian ganda (atau lebih tepatnya
punya beberapa kepribadian). Ini menarik karena saya menjadi penasaran
bagaimana cara Fleur akhirnya menyadari bahwa dalam tubuhnya ada lebih dari
satu kepribadian.
Tokoh Fleur
dalam buku ini benar-benar tipe perempuan baik dan sabar dan pantas membuat
greget. Hidupnya tidak mudah karena punya nenek yang suka menyiksanya dan
ternyata orang-orang di sekelilingnya tidak bisa dipercaya. Kehadiran kepribadian-kepribadian
lain dalam diri Fleur muncul karena beberapa trauma yang ia miliki.
Yang menarik
adalah penulis berhasil mengolah karakter-karakter ini menjadi jelas
perbedaannya. Selain itu saya juga dibuat perasaan tentang apa masalah yang
akan ditimbulkan oleh kepribadian-kepribadian lain ini dalam hidup Fleur.
Sayangnya ada
beberapa hal yang belum terjawab bagi saya. Pertama: bagaimana mungkin sosok
Elektra ini bisa fasih berbahasa Perancis? Bagaimana bisa Fleur tidak menyimpan
rasa penasaran tentang banyak hal saat ia hilang kesadaran? Kenapa dia tidak
ketakutan? Kok bisa ya dia benar-benar bersikap tidak peduli dengan
keanehan-keanehan itu.
Hm..buku ini
bisa dinikmati sebagai bacaan ringan. Namun dimensi thriller-nya memang masih
kurang terasa, kurang mencekam. Tapi menurut saya karya ini sudah cukup bagus
untuk sebuah percobaan pertama menulis tema ini. Saya mungkin bukan orang yang
cukup tepat untuk memberi masukan berarti tentang buku ini karena genre yang
kurang familiar bagi saya. Tapi saya pribadi tetap bisa menikmati membaca buku
ini (^_^)v
Saya memberi 3
bintang buku ini, warna covernya sudah ngejreng,
gambar atau icon bukunya yang kurang menarik. Bagaimana kalau benar-benar
menggunakan gambar topeng bukan puzzle topeng? (^_^)v