Terjemahan: Kehidupan
di Pintu Kulkas
Penulis: Alice
Kuipers
Penerjemah: Rosi L.
Simamora
Desin Cover: Ria
Radja Haba
Penebit: Gramedia
Pustaka Utama
Cetakan: November
2008
Jumlah hal.: 240
halaman
ISBN:
978-979-22-4173-0
KALAU HIDUPMU TAHU-TAHU BERANTAKAN, SANGGUPKAH KAU BERPEGANG PADA CINTA?

Kehidupan
di Pintu Kulkas adalah tentang pesan-pesan di kulkas antara seorang ibu
dan putri remajanya, Claire. Pesan yang dibuka dengan kehidupan yang
serba bergegas, tak ada waktu untuk bicara dan bertemu, kemudian
berkembang menjadi sesuatu yang sangat dalam: kesadaran bahwa cinta
berarti menyediakan diri kita bagi orang yang kita cintai.

***
Novel ini dibuka oleh daftar
belanjaan. Yup, daftar belanjaan yang sering kali kita temukan tertempel di
pintu kulkas dan ditahan oleh magnet yang punya bentuk yang imut-imut. Seluruh
isi buku ini berupa pesan-pesan yang ditempelkan di kulkas.
Pesan-pesan ini awalnya berisi
berbagai pesan yang umum terkait belanja, pesan-pesan terkait jadwal Claire dan
ibunya. Rasanya agak kesal juga saat menyadari bahwa pesan-pesan ini
menunjukkan seberapa jarang mereka berinteraksi secara langsung. Kesibukan
mereka berdua berhasil menjauhkan mereka berdua.
Claire ada gadis berusia 15 tahun
yang tinggal dengan ibunya. Orang tuanya bercerai dan ibunya bekerja sebagai
dokter. Ini menjelaskan kenapa ibunya bekerja sekuat tenaga untuk membiayai
mereka. 
Kemudian datanglah masalah itu.

Sebenarnya cukup aneh bahwa mereka akhirnya lebih terbiasa menyampaikan sesuatu
lewat tulisan daripada berbicara langsung. Hingga akhirnya masalah kanker yang
diderita ibu Claire pun mereka tulis dalam pesan-pesan di pintu kulkas itu.

***
Membaca buku ini tidak membutuhkan waktu yang lama karena
ada saatnya pesan-pesannya benar-benar singkat terkait uang jajan, atau
kekesalan tertentu. Tapi ada juga saatnya pesan itu menjadi semakin panjang
terutama saat ibu Claire terkena kanker.
Novel ini meskipun singkat berhasil membuat saya menangis
dan berkaca-kaca saat membacanya. Rasanya sedih juga membaca tumpahan perasaan
Ibu Claire yang bercerita tentang kebingungannya sendiri menghadapi kanker yang
ia derita. Atau tentang Claire yang akhirnya menyadari betapa penting kehadiran
sang ibu dalam hidupnya.
Buku ini memang sederhana tapi
menggunakan teknik bercerita yang unik. Selain itu mengangkat hal simple, ya
sesimple memasang pesan-pesan itu di pintu kulkas. Tapi kemudian mengajarkan
kita tentang pentingnya terbuka dalam menyampaikan perasaan terutama kepada
orang terdekat kita. Sebab dari merekalah kita bisa mendapat kekuatan untuk
berjuang melawan dunia (tsahh..bahasanya mulai lebay nih).
Hm..tapi sebenarnya pesan-pesan
seperti ini tidak pernah saya alami. Bahkan sekedar pesan berupa daftar
belanjaan pun tidak pernah ada di pintu kulkas saya. Ini mungkin karena mama
adalah ibu rumah tangga sehingga beliau selalu ada kapan pun saya membutuhkan
teman bercerita.
Hm, jika harus memberi label bintang untuk buku ini, maka saya memberinya 3 bintang. 1 untuk cara bercerita yang menarik, 1 untuk drama keluarga yang sedih namun manis, dan 1 untuk cerita yang ringan namun rapi dan mudah dipahami.
cover yang ini lebih manis dan berkesan lebih dewasa (sumber: polilladelibros.wordpress.com)
***
Quote
“Aku akan berharap
yang terbaik sementara bersiap menghadapi yang terburuk. Mom, Apakah itu
terdengar seperti kompromi yang bagus?”
(hal. 215)
Tentang Penulis
Alice Kuipers lahir di London,
Inggris. Kini tinggal di Kanada bersama suaminya yang merupakan orang Kanada.
Saat tinggal di Kanada inilah ia semakin giat menulis dan akhirnya berhasil
menerbitkan novel pertamanya. Life on the
Refrigerator
adalah novel pertamanya dan diterbitkan di 28 negara dan
berhasil memenagkan beberapa penghargaan. Buku lain  yang juga ditulisnya adalah Lost for Words  yang di beberapa negara lain diberi judul The Worst Thing She Ever Did. (sumber:
www.harperteen.com)

***

 Blogpost ini diikutkan dalam RC berikut