Penulis: Triani Retno
Penyunting: Laras Sukmaningtyas
Perancang sampul: Neelam Naden
Penata letak isi: Fernandus Antonius &Aldy Akbar
Penerbit: Ice Cube
Cetakan: Pertama, Februari 2014
Jumlah hal.: vi + 190 halaman
ISBN: 978-979-91-0678-0
***
Limit adalah
salah satu dari seri Bluestroberi dari Penerbit IceCube. Seri ini diperuntukkan
bagi remaja. Sejauh ini selain Limit saya baru membaca Fuurin yang juga bagian
dari seri tersebut. Triani Retno, penulis Limit ini tidaklah asing bagi saya.
Di blog ini sendiri sudah ada lebih dari 5 buku karya Triani Retno yang telah
saya review.
Saya sebenarnya
sudah lama menuntaskan novel Limit ini, namun cukup kebingungan untuk
mereview-nya. Takut bikin spoiler. Pikiran ini pun saya sampaikan ke Mbak Eno
dan disahuti, “Iya. Gak usah direview aja kalau begitu, Tria.” Namun akhirnya
merasa kok rasanya sayang kalau sampai nggak tercatat. Takut lupa.
Ok, pendapat
pertama saya tentang buku ini adalah “remaja bangeeeeet”. Dan kalau saya boleh
saran, prolog-nya sebenarnya bikin buku ini jadi gampang tertebak. Jadi dihilangkan
mungkin akan lebih baik.
Novel Limit ini
mengambil sudut pandang orang ketiga dengan memfokuskan cerita pada kehidupan
Kaela. Saya suka dengan karakter Keala di awal cerita. Sangat real.
Kehidupannya yang awalnya somebody di
Banjarmasin, mendadak merasa jadi nobody
di Bandung. Keala pindah  dari
Banjarmasin ke Bandung karena mengikuti Bunda. Bunda dipindahkan tugas ke
Bandung. Keala tidak ingin membuat Bunda sedih mengingat apa yang sudah ia, Bunda,
dan adiknya lewati bersama. Ayahnya? Ia adalah sosok yang memberi luka bagi
mereka.

Awalnya Keala
merasa kesulitan mengikuti pelajaran di Bandung. Ia yang dulu termasuk murid
yang pintar di Banjarmasin merasa sangat bodoh karena sering mendapat nilai
merah di Bandung. Ia pun mulai stress. Hingga akhirnya muncul Eizel, kakak
kelas yang perhatian padanya. Eizel membantu Keala beradaptasi dengan kehidupan
sekolahnya.
Hingga akhirnya
Keala merasa tertarik pada Eizel. Di waktu yang sama ada Kevin yang tertarik
pada Keala. Namun Eizel memperingatkannya tentang image buruk Kevin di sekolah. Keala pun tetap menjaga jarak dari
Kevin. Hingga suatu hari Kevin membawa sebuah informasi yang mengejutkan
tentang Eizel. Akhirnya dengan bantuan Kevin dan Ninna, teman sekelas sekaligus
sahabat Keala, mereka pun menyelidiki tentang Eizel. Hingga sebuah kenyataan
mengejutkan ia dapati tentang masa lalu Eizel.
Hm..sebenarnya
ada beberapa hal yang ingin saya protes tentang ending buku ini. rasanya terlau
sinetron saat endingnya malah membawa-bawa Bunda Keala dan keluarga Eizel. Dan
saya sebenarnya cukup bingung dengan ilustrasi jam yang ada di dalam buku. 
Selain itu untuk
cover, tulisan judulnya terlalu di bawah meskipun warnanya kontras. Tapi tetap
kurang eye catching dengan posisinya
yang di bawah itu. (^_^)
Oiya, novel Limit ini termasuk
dalam salah satu Seri Bluestorberi dari Penerbit Ice Cube. Baca juga review
saya dari seri Bluestroberi lainnya di Review Fuurin.