Hai, pengunjung
My Little Library. Ini adalah materi baru di blog ini. Sebenarnya sudah sangat
lama saya ingin membuat tulisan seperti ini, namun baru benar-benar
terealisasikan sekarang. Saya ini pajokka
(Bahasa Makassar yang artian bebasnya “orang yang senang jalan-jalan”). Selama
tinggal di Bandung saya sudah berkenalan dengan beberapa cafe. Sebagian besar
alasannya adalah demi mencari koneksi internet. Sekarang ini, cafe-cafe banyak
yang menyediakan layanana wifi untuk menggaet pengunjung. Maka bermunculanlah
orang seperti saya, yang nongkrong berjam-jam bermodalkan secangkir beverage seharga 20-30 ribu rupiah.

COKOTETRA: Drinks and Library
Di postingan
pertama ini saya mau bercerita tentang sebuah cafe mungil yang terletak di Dago
322 (di depan kantor Bappeda). Cafe tersebut bernama COKOTETRA.
Nama COKOTETRA diambil dari kata (CO)klat (KO)pi, (TE)h, dan sa(TRA). Cafe ini
berdiri sejak 22 November 2012. Pemiliknya adalah sekumpulan anak muda dari
Jurusan Sipil ITB.
Cerita tentang
COKOTETRA ini saya perolah dari Kang Rian, barista di cafe ini. Kang Rian sudah
bergabung di COKOTETRA sejak 28 Desember 2012. Katanya saya bisa dapat cerita
lebih banyak tentan COKOTETRA dari Mas Alif Ramdhani, salah seorang owner
COKOTETRA. Tapi karena kendala waktu dan kesempatan, saya pun merasa cukup
dengan mendengarkan cerita dari Kang Rian.
rak buku dekat meja barista

 Tempat ini
kadang dipakai sebagai tempat berkegiatan bagi anak-anak muda. Salah satu
komunitas yang sering berkegiatan di sini adalah Bookpacker. Saya akui tempat
ini memag menyenangkan untuk dikunjungi baik sendiri maupun bersama
teman-teman. Meskipun tempatnya tergolong kecil, namun pelayanannya sangat
ramah. Tempat kecil ini menguntungkan karena bisa membangun hubungan baik
antara pelanggan dan barista. Dari cerita Kang Riang saya menangkap bahwa
baginya kenyamanan pelanggan nomor satu dan keramahan dalam pelayanan juga
dikedepankan.
bagian dalam buku menu
Oiya, menu-menu yang tersedia di COKOTETRA pun terdiri atas coklat, kopi, teh, dan sastra. Sedangkan menu makanan yang tersedia terbatas pada cemilan saja seperti french fries, chicken nugget, dsb. Dan tentu saja ada wifi yang bisa dimanfaatkan plus stop contact di dekat setiap meja. So, tempat ini memang menarik dijadikan pilihan tempat untuk mengerjakan tugas dan baca buku. (^_^)
rak buku di COKOTETRA
Buku-buku yang
ada di COKOTETRA memang belum cukup banyak (pasti masih kalah dari timbunan
para BBIers) tapi banyak kok yang menarik. Karya Dee, Ayu Utami hingga Edgar
Alan Poe juga ada di sini. Awalnya buku-buku yang ada di sini terbatas hanya milik
pribadi para owner-nya, setelah itu mulai ada yang nitip atau bahkan menyumbangkan
bukunya ke COKOTETRA.
Smoking area
Oiya, bagian
dalam COKOTETRA didominasi oleh warna cokelat. Di dindingnya juga ada beberapa
gambar komik tentang menariknya membaca buku. Ruangan untuk areal smoking  dan no-smoking
dipisah, lho. Areal smoking terletak
di luar yang akan dilewati saat ingin ke meja barista; untuk non-smoking terletak di dalam ruangan di
dekat meja barista. Kedua areal tersebut dipisahkan oleh jendela bening dan
pintu geser.
no-smoking area
Nah, itu cerita
singkat saya tentang cafe COKOTETRA: Drinks & Library yang bertagline “Inspirasi
di setiap cangkirnya”.
Info lainnya
tentang  Cokotetra bisa dilihat di
@cokotetra atau di Facebook Fanpage Cokotetra.
Ini jadwal buka COKOTETRA (sumber: dari
kang Rian)
Senin – Rabu:
11 siang sampai 11 malam
Kamis – tutup
Jum’at: 1
siang sampai jam 11 malam
Sabtu:
11 siang – 11 malam
Minggu:
9 pagi – 9 malam
Sampai ketemu di liputan lainnya ya (^_^)v