Sore
itu (3 Desember 2014), hujan kembali mengguyur Bandung. Linimasa twitter saya berisi informasi
bahwa Bandung tengah dilanda banjir di beberapa titik. Namun kini, di tengah
hujan dan jauh dari genangan air, saya duduk dengan nyaman di sebuah ruangan
yang sangat manis. Melepas pandang ke luar jendela menatap hujan yang masih
turun membasahi pepohonan yang rimbun di tempat ini. Bunyi tongeret terdengar riuh. Serasa di hutan. 
Tapi
jangan salah, saya bukan di tengah hutan. Saya malah ada di sebuah bangunan
berlantai tiga yang sangat cozy.
Tempat ini adalah Little Wings
sebuah book cafe yang terletak di
kawasan utara Bandung. Tepatnya di Jl. Cigadung Raya Barat No.2. Jangan takut
tidak bisa menemukannya karena ada sebuah angka 2 cukup besar dan berwarna
merah di pagarnya, meski ranting-ranting pohon sedikit menutupinya. Warna yang
ditampilkan di display depan bangun ini pun sebenarnya cukup eye-catching bagi pengendara yang lewat
di depannya. Pink kemerah-merahan (atau merah ke pink-pink-an? Ah, jangan
andalkan saya tentang pemilihan warna *lirik pilihan baju yang suka tabrak
warna*)

Di
tengah rinai hujan, saya pun melangkahkan kaki ke dalam bangunan Little Wings.
Disambut tulisan menarik “Diskon 30%
untuk semua minuman hangat ketika hari hujan”
. Namun saat melepaskan
pandangan ke seluruhan cafe itu, saya disuguhi hal lebih menarik. Tumpukan buku
dan juga interior yang unik. Ada sebuah sofa panjang, yang di salah satu ujungnya
duduk manis sebuah boneka beruang yang besar dan peluk-able sekali. Lovely!
 

Foto diambil dari tangga mengarah ke pintu masuk

Setelah
itu dua laki-laki baik hati namun jago meledek *yup..itu pendapat saya tentang
kalian guys* yang hari itu saya todong mengantar saya ke Little Wings bergegas
ke lantai dua. Saya tetap saja melangkah pelan-pelan. Melihat sekeliling. Hm..
ada pajangan baju-baju out door
seperti jaket dan tentu saja yang paling menggoda adalah rak buku yang dipenuhi
oleh sejumlah buku. Ugh.. gatel pengen lirik ke sana, tapi nanti aja deh. Saya
pun sempat melemparkan senyum kepada seorang perempuan ramah yang duduk di kursi
dekat kasir.
Lantai dua di Little Wings
Melangkah
naik ke lantai dua, banyak benda-benda unik yang tertangkap mata. Saat menjejak
di lantai dua, “Ah, manis sekali?!” pikiran itu yang langsung berkelebat. Ada 4
set meja yang di sediaka di lantai tersebut. Serta ada dua rak buku. Oiya, ada
juga sebuah meja yang desiannya mirip meja belajar yang nyempil di antara dinding dan rak buku yang letaknya tepat di bawah
tangga. Rasanya, seperti sedang berkunjung di rumah orang dan tergoda buat
nge-kost di sana. *analogi macam apa itu, Atria?? (-_-“)*
Setelah
menyimpan tas, saya pun bergegas memijak tangga menuju lantai 3. Dan kali ini
niat nge-kost di sana semakin kuat. Ada sebuah spot manis di sana. Dekat
jendela. Ada sebuah tempat tidur single yang letaknya di pojok ruangan. Benar-benar
mirip kamar tidur. Di dekatnya ada sebuah meja panjang untuk duduk lesehan. “Ah,
pasti seru kalau belajar rame-rame di situ?!” Ah, benar-benar desain yang manis
dan mengajak pengunjung untuk merasa nyaman di sana.
 

Lantai 3 di Little Wings

Setelah
memotret dengan skill terbatas yang saya miliki, saya pun melangkah ke bawah
untuk ikut memesan minuman hangat di saat udara Bandung semakin menggigit.
Setelah nebeng memesan sambil menodong para pria itu untuk mentraktir, saya pun
segera kabur ke bawah. “Mau cari orang yang bisa diwawancara”, pamit saya pada
Dhani dan Oday * iya, nama oknum ini akhirnya saya sebutkan*
Di
bawah saya pun menyapa perempuan yang sempat beradu pandang dengan saya tadi.
Namanya Dinda, mahasiswi jurusan Biologi di ITB. Ia adalah salah seorang tim
kreatif di Little Wings. Mendengar hal itu saya pun menodongnya untuk bercerita
tentang Little Wings. Kenapa konsepnya harus se-manis itu?
Ia
pun mulai bercerita setelah menawarkan snack yang ada di hadapannya *salah
fokus*. Little Wings awalnya dibuka sebagai sebuah studio. Sering dipakai
sebagai tempat pameran. Namun pada Agustus 2013, tempat itu diubah menjadi book cafe. Ini karena bangunan tersebut
memang cukup unik untuk dijadikan cafe.
Dan yang paling penting, karena sejak awal ada cukup banyak koleksi buku yang
terpajang di tempat itu.
Bercerita
tentang konsep Little Wings yang punya kesan girly yang cukup kuat, Teh Dinda
bercerita bahwa ini karena memperhatikan para pengunjung awal yang datang ke
Little Wings. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan dengan penampilan
yang sangat girly. Hal inilah yang menjadi pertimbangan mereka dalam mendesan
interior book cafe ini.
Saat
saya bertanya kenapa memilih nama Little Wings? Tapi kok yang jadi iconnya
bukan gambar sayap? Teh Dinda pun menjawab, “karena terinspirasi oleh lagu
Little Wings-nya The Corrs. Dan icon kita bukan wings karena bangunan kafe inilah yang paling berkesan bagi
pengunjung. Banyak yang berfoto dengan latar bangunan ini.”
Setelah
itu saya pun bertanya apakah buku-buku di kafe tersebut dapat dipinjam. Dan mengalirlah
penjelasan tentang sistem keanggotaan di Little Wings yang dibagi menjadi
Bronze, Silver dan Gold. Uang jaminan untuk setiap kategori berbeda Bronze
30rb, Silver 50rb, dan Gold 70rb. Setiap meminjam satu buku ada biaya
peminjaman dan durasi peminjaman adalah 1 pekan.
sumber: twitter Little Wings
Sebelum
menutup sesi ngobrol dengan Teh Dinda, saya pun memintanya mendefiniskan Littel
Wings dalam 3 kata dan inilah jawabannya;
Manis, Unik, Buku
Oiya,
ternyata Little Wings pun bisa menjadi tempat pre-wedding ataupun sesi foto
lainnya, lho?! Selain itu di belakang bangunan Little Wings ada juga pondok yang bisa disewa bagi mereka yang sedang liburan di Bandung. Lengkap ya.
😉 

Oiya, tentang harga makanan di sini? Hm..menurut saya pribadi sesuai dengan standar pada umumnya. Harga minumannya di kisaran 20ribu rupiah. He..he.. berhubung saya memang hunting tempat, jadi saya tidak begitu mengamati harga makanan di tempat ini *dilemparin buku karena gak teliti*

Ingin
bertanya lebih banyak atau mau kenal Little Wings lebih jauh? Sila datang
berkunjung atau bisa juga dengan nge-kepo-in mereka di:
Twitter:
@LittleWingsBDG atau jalan ke
blog mereka http://littlewings.terasnusantara.co.id/
sumber: twitter Little Wings
Nge-blog di Little Wings