“…sahabat
membuat kita merasa dicintai seluruh dunia. Sahabat tidak bisa marah lama-lama
pada kita. Dan, sahabat bisa mengerti kita bahkan ketika kita tidak mengerti
diri kita sendiri.” (hal. 69)

Penulis: Nita Trismaya
Penyunting: Faisal Adhimas
Pendesain Sampul: Dwi Anisa Anindhika
Penyelaras akhir: Dyah Utami
Penata Letak: Tri Indah Marty
Penerbit: Moka Media
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: vi + 162 halaman
ISBN: 979-795-847-7
Kika adalah anak SMA yang begitu mencintai
alam bebas. Dan, Arka, cowok penakluk gunung, pencumbu alam raya. Di ekskul
pecinta alam, mereka adalah teman dekat. Sedekat gunung dengan lembah atau
selekat pantai dengan lautan. Ternyata, alam bebas sanggup membuat perasaan
mereka melebihi rasa dari sepasang sahabat.
Mendaki gunung-gunung tertinggi di dunia
adalah impian Kika dan jatuh cinta adalah dilemanya terhadap Arka. Kisah ini
akan banyak dihiasi pengalaman dan keseruan mereka di alam bebas. Pengalaman
yang mampu membuat mereka belajar tentang persahabatan, cinta, dan pendewasaan
diri.
***
Novel Little
Edelweiss ini mengetengahkan kisah sepasang remaja bernama Arka dan Kika.
Mereka sudah cukup lama bersahabat. Kedekatan mereka pun dipererat oleh
kecintaan pada alam. Awalnya Arka yang lebih dulu jatuh cinta pada kegiatan
pecinta alam. Ia pun berhasil menularkan hal yang sama pada Kika. Hingga
akhirnya keduanya bergabung dalam klub Narapala SMA Tirta Nusantara, klub
pecinta alam sekolah mereka. Kika yang duduk di kelas sepuluh, mendapat
gemblengan dari Arka yang duduk di kelas sebelas yang sudah lebih dulu
bergabung di pecinta alam tersebut. Ini sempat membuat Kika kesal pada Arka
yang menurutnya selama proses pelantikan berlaku sangat menyebalkan. Arka
seolah mencari-cari kesalahan Kika. Di saat yang sama tekad Kika untuk
membuktikan dirinya pada orang tua dan gebetannya, Brian, kian membulat. Mereka
ragu bahwa Kika akan bisa bertahan melewati beratnya medan dan ujian sebagai
pecinta alam.
Selain itu, lama
kelamaan perasaan Arka dan Kika terhadap satu sama lain berkembang. Sayangnya
mereka tidak menyadarinya. Arka harus menahan diri melihat Kika yang terpesona
pada Brian, bintang tim basket sekolah mereka. Di lain pihak Kika harus menahan
rasa cemburunya pada Dea. Mantan kekasih Arka saat di Malang dahulu. Kini Arka
dan Dea bertemu lagi di Jakarta.

Puncaknya adalah
saat Kika memutuskan menjauhi Arka karena bingung harus menghadapi Arka dengan
wajah seperti apa. Tidak lama kemudian, Arka dinyatakan hilang di Gunung Salak.
Bagaimana hubungan keduanya? Adakah kesempatan kedua untuk mereka berdua?
***
“Cinta
persahabatan adalah cinta yang paling positif dan komitmennya bisa bertahan
lama. Karena cinta persahabatan tumbuh dari hubungan yang sudah berjalan lama.”
(hal. 68)
Dengan
mengangkat dunia pecinta alam, Nita Trismaya menghadirkan konflik remaja
tentang cinta. Dengan mengetengahkan petualangan tokoh-tokohnya di alam bebas,
penulis mendapat kesempatan mengetengahkan berbagai informasi tentang berbagai
tempat yang cukup dikenal oleh para pecinta alam. Selain itu, ketegangan bisa
dibangun saat tokoh-tokoh diceritakan tersesat di dalam hutan.
Sayangnya,
beberapa dari potensi ini kurang dieksekusi dengan baik. Seperti cerita Kika
yang tersesat saat menjalani rangkaian kegiatan pelantikan anggota baru
Narapala. Ada cerita yang membingungkan. Di halaman 45, Kika yang menyadari
dirinya dicari kok bukannya muncul malah sembunyi? Kalau mau menghindari dari
Arka, kenapa di halaman 47 Kika malah menanggapi panggilan Arka? Rasa ada
inkonsistensi yang bisa membuat pembaca bingung dengan karakter dan cara
berpikir Kika.
Oiya, di halaman
79 di paragrar terakhir ada kalimat “Tanyanya dengan nada hati-hati …. “
tanpa ada penjelasan sebelumnya tentang apa yang ditanyakan. Mungkin bisa dicek
ulang lagi (^_^)v
Bagian yang
paling menarik dan dalam hal emosi cukup tergarap dengan baik adalah bagian
saat Dea muncul di tengah hubungan Kika dan Arka. Perjalan mereka menjelajah di
kaki Gunung Salak pun menarik diikuti. Cerita tentang air terjunnya menarik.
Overall, novel
ini cukup menarik dibaca remaja, terutama mereka yang tertarik dunia pecinta
alam. Bisa membuat meerka menyadari betapa menariknya hal itu, namun tidak bisa
dianggap enteng. (^_^)v