Penulis: Petronela
Putri & R. Kurniadi
Penyunting: Adi
Prasetya
Penata Letak: Puput
Novitasari
Desain Cover: Sugeng DT
Proofreader: Tika
Yuitaningrum
Penerbit: Media
Pressindo
Cetakan: Pertama, 2013
Jumlah hal.: 180
halaman
ISBN: 978-979-911-224-8
Sephia
hanya iseng saat mengabadikan momen perpisahan Mike dan Gabby. Ia tidak mengira
Mike akan senekad itu demi mengenal dirinya. Sejak itu Sephia dan Mike melalui
hari – hari mereka dengan kebersamaan, tanpa menyadari Gabby akan kembali
dengan membawa dendam yang tersulut oleh api cemburu.
Konflik
tiga hati yang semakin memanas ini akhirnya merenggut nyawa adik Gabby dan
kakak Sephia. Lantas masih pantaskah mereka mempertahankan perasaan masing –
masing atas dasar cinta?
***
Menggunakan
sudut pandang orang pertama dari dua tokoh berbeda dengan jenis kelamin berbeda
menyuguhkan sudut pandang yang lebih lengkap sekaligus mengeksplorasi emosi
setiap tokoh utama.
Dengan
nama tokoh utama Sephia dan novel dibuka dengan potongan lirik lagu Sephia
milik Sheila on 7 membuat ide dasar cerita bisa diduga. Yup, membahas tentang
pihak ketiga.

Tokoh
Sephia diceritakan kabur dari rumahnya di Surabaya ke Jakarta. Ia pergi
meninggalkan rumah karena kesal pada orang tuanya yang ingin bercerai. Terutama
pada sang ayah yang berniat menikahi kekasih simpanannya.
Kemudian
tanpa sengaja Sephia bertemu dengan Mike yang sedang mengejar kekasihnya di
stasiun. Sephia yang iseng memotret adegan tersebut akhirnya berkenalan dengan
Mike. Ya, walaupun Mike-nya sih yang aktif mendekati Sephia.
Setelah
itu mereka pun semakin dekat. Namun mendadak kekasih Mike, Gabby, pulang lebih
awal. Dan terpergoklah kedekatan mereka. Namun ternyata masalah tidak berakhir
di sana. Sebuah terorr pun dimulai. Membahayakan kehidupan Sephia dan kakaknya
dan malah menewaskan adik Gabby.
***
Bercerita
tentang menjadi pihak ketiga memang sering dilema. Pun dengan sosok Sephia. Ia yang
digambarkan kabur karena benci dengan keberadaan pihak ketiga di kehidupan
ayahnya ternyata tidak bisa godaan cinta. Hal ini dieksplor dengan baik oleh
penulis. Emosi dan kebimbangan Sephia tersampaikan dengan baik.
Perasaan
Mike pun berhasil dituturkan dengan baik. Sayangnya untuk tokoh Mike kesan
maskulinnya masih kurang. Narasi dari sudut pandang orang pertama dari sisi
Mike kata-katanya terkesan masih terlalu manis untuk ukuran cowok.
Untuk
alur yakni alur maju sudah bagus. Namun karena menggunakan sudut pandang orang
pertama dari dua orang tokoh yang berbeda membuat pengulangan beberapa adegan
jadi tidak terhindarkan.
Sedangkan
untuk seluruh konflik cerita sudah bagus, meski di akhir cerita kesadisan
tokohnya terlalu mendadak. Alasannya masih kurang terasa. Dan secara psikologi
masih terlalu mendadak. Tidak mungkin kan seseorang mendadak jahat tanpa ada
indikasi tertentu tentang karakternya yang memang menyimpan kebengisan.
Selain
itu, semua bagian cerita sudah bagus kok.