Saat dikabari bahwa saya kebagian Ask Author dalam rangkaian Blogtour Girls in the Dark, saya agak grogi. Kenapa? Takut pertanyaannya dianggap gampangan.
Akhirnya saya pun berusaha memutar otak untuk membuat pertanyaan yang sesuai dengan isi novel Girls in the Dark ini.
Nah, peserta blogtour pasti sudah membaca sejumlah review tentang buku ini dalam tour-tour
sebelumnya.
Untuk lebih tahu tentang buku ini dalam sudut pandang saja, bias juga membaca review Girls in the Dark di blog ini (^_^)v
Oiya, saya mengirim 6 pertanyaan untuk ditanyakan kepada Akiyoshi Rikako. Alhamdulillah semuanya dijawab. Ini dia, hasil tanya jawabnya:

ย Ide menulis Girls in The Dark ini terinspirasi darimana ya?
Akiyoshi Rikako: Aku sendiri pernah bersekolah di sekolah Katholik waktu SMP. Aku selalu berharap suatu saat aku bisa meletakkan suasana sekolah di dalam sebuah karya. Adanya kapel dan patung Bunda Maria di halaman sekolah itu rasanya seperti terlepas dari keseharian normal. Perasaan terlepas dari keseharian yang normal itu aku kembangkan, lebih indah lagi, tapi sedikit kelam. Seperti itulah dunia di dalam karya ini.
Kenapa memilih genre misteri?
Sebelum aku menulis Girls in the Dark, aku selalu mengira bahwa “Misteri” adalah jenis novel yang mengisahkan tentang terjadinya sebuah kasus, lalu datang detektif dan detektif menyelesaikan masalah.
Saat aku menulis Girls in the Dark dan bertemu dengan editorku, barulah aku tahu bahwa “Misteri” adalah sebuah genre yang luas. Setelah tahu itu, aku jadi ingin menulis misteri kalua tidak perlu ada detektif atau polisi. Dan akhirnya kami mulai membahas naskah ini.
Butuh waktu berapa lama menulis Girls in the Dark ini?
Aku membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk menulis naskah ini.
Ada kesulitan tidak selama proses penulisan novel ini?
Yang paling sulit dari karya ini adalah strukturnya, karena penulis setiap bab berbeda, jadi aku harus menulis dengan gaya yang berbeda. Kalau aku sudah kepepet, aku langsung memikirkan:
“Kalau anak ini, apa yang akan dia katakan dalam situasi ini, ya?” atau, “kalau anak ini, apa yang akan dia lakukan, ya?”
Siapa tokoh yang paling sulit digambarkan oleh Akiyoshi Rikako?
Karakter yang paling sulit siapa ya…
Mungkin Sayurilah yang paling sulit. Kalau aku menulisnya terlalu banyak, bisa-bisa jadi malas membaca bagian selanjutnya, tapi kalau aku menulisnya terlalu sedikit, bisa-bisa dia hanya jadi bayangan tidak berguna. Aku sungguh membutuhkan banyak tenaga untuk menggambarkan keanggunan gadis itu.
Apakah karya berikutnya akan bergenre misteri lagi?
Iya!
Nah, itu tadi
jawaban-jawaban dari Akiyoshi Rikako atas pertanyaan-pertanyaan yang saya kirimkan melalui Penerbit Haru. Ternyata Akiyoshi Rikako sangat menikmati menulis cerita bergenre misteri. Dan
sudah memastikan bahwa karya berikutnya akan mengusung misteri juga. Waaah, ditunggu ya (^_^)