Apa yang kamu pikirkan saat membaca sebuah buku?

Saya sedang membaca buku Goodbye, Things:  Hidup Minimalis Ala Orang Jepang karya Fumio Sasaki. Buku ini adalah buku pertama tentang kehidupan minimalis yang say abaca. Meski bukan buku pertama dengan tema berbenah yang saya baca. Saya sudah membaca buku The Life-changing magic of tidying up karya Marie Kondo. Namun ternyata buku ini belum memengaruhi saya secara signifikan.

Berbeda dengan buku karya Fumio Sasaki ini, hingga saat ini (halaman 222), selama membaca buku ini, benak saya dipenuhi oleh berbagai konsep tindakan. Pikiran tentang “mulai dari mana?” menggelinding dan membuat bayangan isi rumah berkelebat. “Setelah ini saya akan menyingkirkan tudung makanan yang ada di meja” adalah hal yang paling sering berseliweran.

Mungkin setelah ini, benda itu akan langsung saya singkirkan paling pertama saat mulai membereskan barang. Saya juga mulai memikirkan tentang baju. Mengingat saya adalah seorang CPNS yang terikat oleh aturan seragam, maka saya tidak mugkin bisa membuat style sendiri ala Steve Jobs. Tapi paling tidak, saya bisa membayangkan bahwa setelah ini, baju saya hanya akan didominasi oleh 3 warna yakni kuning/khaki, hitam dan biru. Sisanya akan langsung saya singkirkan. Beberapa akan saya jual, beberapa saya sumbangkan dan mungkin beberapa lagi akan jadi lap.

Tapi sejauh ini, semua hal itu masih menjadi konsep.  Saya menunggu hingga kesehatan saya pulih sepenuhnya sebelum mulai melakukan sesuatu untuk mengeksekusi konsep tindakan yang berseliweran di dalam kepala ini.