Penulis                 : Yan
Daryono
Penerbit              : PT Grafiti
Budi Utami
Cetakan               : Pertama,
2008
Jumlah hal.         : 369 halaman
Jika berbicara
tentang pahlawan wanita Indonesia, maka nama RA Kartini menjadi nama yang
paling familiar. Hal ini mungkin ada hubungannya dengan kurikulum sekolah kita
yang memang lebih mengedepankan sepak terjang seorang Kartini (entah dengan
alasan apa *maaf ini pendapat pribadi*). Nama Raden Dewi Sartika tidak cukup
dikenal bahkan oleh mereka yang tinggal di kota Bandung. Perempuan-perempuan
Bandung kadang lebih banyak tahu tentang RA Kartini daripada Raden Dewi
Sartika.
Hal ini cukup
disesalkan. Bisa jadi karena tulisan tentang R.Dewi Sartika masih sangat
sedikit. Saya sendiri saat mencoba mencari buku-buku tentang beliau hanya
berhasil menemukan 3 buku yang benar-benar berisi tentang kisah hidup dan
perjuangan beliau.  Selain ketiga buku
tersebut, penulis berhasil menemukan 2 buku yang merupakan kumpulan tulisan
yang salah satu tulisannya membahas tentang Dewi Sartika. Tapi sudahlah, tak
perlu membahas hal ini cukup jauh. Lebih baik saya berfokus pada buku yang
ingin saya resensi.
Buku “Meniti
Jembatan Emas” adalah buku yang mencoba mem-fiksi-kan kisah hidup Raden Dewi
Sartika. Buku ini secara runut, berdasarkan kronologi waktu, bercerita tentang
perjuangan Dewi Sartika muda saat merintis “Sakola Istri” yang kemudian berubah
nama menjadi “Sakola Kautamaan Istri” yang kemudian berubah menjadi “Sekolah
Raden Dewi”. Perjalanan ini tidak mudah, karena ternyata mendapat tentangan
bahkan dari kaum Menak yang notabene adalah orang pribumi. 
Dari segi isi,
data di dalam buku ini cukup bisa dipercaya meskipun saat mencoba mengenali
daerah-daerah yang dideskripsikan oleh penulisnya, ada kebingungan tersendiri. Selain
itu dari segi gaya bahasa, novel ini terlalu hiperbola. Sejujurnya gaya bahasa
ini cukup membuat bosan. Namun saya pribadi meneruskan membaca novel ini karena
memerlukan informasi lebih banyak tentang R.Dewi Sartika. 
Dari segi sampul
pun, buku ini kurang menarik. Selain itu masih sedikit yang mengetahui
keberadaan buku ini. Hanya mereka yang benar-benar tertarik dengan sosok Raden
Dewi Sartika lah yang akan menemukan informasi tentang buku ini. Setahu saya,
bahkan penerbitnya pun kini sulit ditelusuri keberadaannya. Dan bisa jadi buku
ini memang hanya pernah sekali diterbitkan. ( – _ – “)
Yah diluar
apresiasi saya atas niat baik penulis yang mencoba mendokumentasikan hidup
seorang Raden Dewi Sartika, buku ini jika harus saya beri nilai dalam skala 1 –
10 maka saya beri nilai 6,5. (maaf pak (^_^))v
Semoga setelah
ini semakin banyak orang yang tertarik membaca dan menulis tentang Raden Dewi
Sartika. Jika ingin membaca sepak terjang beliau lebih banyak silakan buka link
ini