“Bagiku, kau adalah musim semi.”
” Musim semi?”
 “Iya, bersamamu aku tidak merasakan
dingin sedikit pun.”

Hal. 239

 

Penulis: Hyun Go Wun

Penerjemah: Sitta Hapsari
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Dini Novita Sari
Ilustari is: Frendy Putra, @teguhra
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, September 2014
Jumlah hal.: 405 halaman
ISBN: 978-602-7742-39-0
Di malam bulan purnama, seorang dewi
terjebak bersama seorang pria berhati dingin dan licik di permukaan bumi.
Dewi Langit, Pria Bumi, lalu Malaikat Kematian….
Apakah wanita itu benar-benar tunanganku?

Pria itu bernama Kang Min-Hyuk, pria berhati dingin dan licik. Ia tidak tampak
terkejut ketika tunangannya bangkit dari kematian. Ia tidak memiliki perasaan
apa pun kepada wanita itu. Akan tetapi sesudah kejadian itu, wanita itu
terlihat seperti wanita lain. Dan wanita itu tidak pernah bisa hilang dari
pikirannya.

Apakah pria itu akan berhasil mengetahui identitasku yang sebenarnya?

Ji-Wan melanggar peraturan langit dan turun ke bumi untuk menggantikan posisi
seorang wanita yang meninggal. Di sana, ia bertemu dengan Min-Hyuk, tunangan
wanita yang ia gantikan. Sejak bertemu dengannya, Ji-Wan tahu bahwa pria itu
adalah orang yang tidak mudah untuk dihadapi. Walaupun begitu, Ji-Wan berniat
untuk bisa terus bertahan di dunia manusia… meski ia merasa lelah.

***
Apa jadinya jika
seorang dewi khayangan melakukan sesuatu sekehendak hatinya? Inilah yang
terjadi.
Seorang Dewi
bernama Dal-Hee melanggar hukum langit dan masuk merasuki tubuh seorang
perempuan bernama Yoon Ji-Wan.
Ji-Wan sebelum
meninggal berteriak meminta tolong. Permintaan tolongnya ini didengarkan oleh
Dal-Hee yang senang melakukan berbagai hal secara spontan dan tanpa
perhitungan. Ji-Wan sebelum meninggal meminta Dal-Hee untuk
“memanusiakan” tunangannya yang bernama Kang Min-Hyuk. Dal-Hee yang
tanpa pikir panjang menyanggupi hal itu akhirnya melakukan segala sesuatunya
dengan semaunya sendiri. Ia berenkarnasi dengan memasuki tubuh Ji-Wan. Ini jelas
melanggar hukum langit. Malaikat Kematian nomor 2999 yang ikut terlibat karena
saat itu bertugas mengambil nyawa Ji-Wan tidak berhasil mencegah keputusan
Dal-Hee. Akhirnya sang malaikat malah ikut terseret dalam lakon yang harus dimainkan Dal-Hee di dunia manusia.

Seketika
tindakan Dal-Hee memunculkan kekacauan di langit dan dunia bawah bumi. Saat dua
dunia tersebut ribut, Dal-Hee tetap melanjutkan rencananya di dunia manusia
untuk membuat Kang Min-Hyuk memiliki hati yang baik dan bisa hidup selayaknya
manusia yang peduli pada hal-hal di sekitarnya.
Dengan menjadi Ji-Wan, Dal-Hee
berhasil menarik perhatian Min-Hyuk yang selama ini tidak pernah mendapat
tantangan dari pihak lain.
Ji-Wan yang
sempat mati suri dan kemudian bangkit kembali dengan jiwa Dal-Hee di dalamnya
berubah menjadi sosok yan berbeda. Ji-Wan yang biasanya suram kini lebih ceria
dan berwarna. Ia bahkan mengubah selera fashionnya. Selain itu ia menjadi sosok
yang lebih berani dan lebih bercahaya. Ini membuat Min-Hyuk menjadi tertarik
padanya.
Ketertarikan ini kemudian
berkembang. Sayangnya muncul sejumlah tokoh dari masa lalu Min-Hyuk yang
membuat hubungan mereka makin runyam. Kehadiran Seok-Hwan, mantan sahabat
Ming-Hyuk, yang ternyata jatuh cinta pada Ji-Wan ikut memperkeruh hubungan
mereka. Kehadiran Yoon-Ha, yang sempat menjalin hubungan gelap dengan Ming-Hyuk
serta Seo-Yeon, mantan kekasih Ming-Hyuk yang dahulu kabur dengan Seok-Hwan membuat hubungan antara Ji-Wan dan Ming-Hyuk semakin kompleks.
***
Ide dasar
ceritaya menarik dan bikin pembaca menebak-nebak tentang bagaiamana akhir ceritanya.
Bisakah Dal-Hee yang menggunakan tubuh Ji-Wan hidup bersama Ming-Hyuk?
Apakah hukuman dari Kaisar Langit untuk Dal-Hee?
Ide cerita yang
menggabungkan tentang dongeng tentang negeri di atas langit dan di bawah bumi
yang kemudian dipadukan dengan realita kehidupan masa kini ini terasa menarik. Memanjakan
imajinasi pembaca serta menghadirkan pertanyaan-pertanyaan yang menggelitik. Seperti pertanyaan “Apakah reinkarnasi itu benar-benar ada?”; “Benarkah dewa-dewi ada?”; “Jangan-jangan
sosok baik hati tetangga saya adalah penjelmaan dewi bulan?” *aduh kenapa isi
kepala saya malah melanglang buana ke mana-mana?*
Cerita ini cukup
mampu menerbitkan senyum. Selain itu kalimat-kalimat pertengkaran antara
Dal-Hee dan Min-Hyuk adalah dialog-dialog cerdas yang membuat saya tersenyum
sesekali saat membacanya.
Covernya juga lucu. Meskipun akan lebih sesuai lagi jika bentuk hati di depan cover diganti dengan gambar bulan. (^_^)

Lagi-lagi karya
Hyun Go Wun berhasil membuat saya menikmati saat-saat membaca saya (^_^)v