“Menyukai seseorang itu bukan saja
membuatnya memahami rasa senang juga sedih, tapi telah membuatnya belajar
mengenai sebuah pengorbanan.” (hal. 159)

Penulis: Ardelia Karisa, Donna Widjajanto, Aiu Ahra, Clara Canceriana,
Aida M.A, Dy Lunaly
Penyunting: Dila Maretihaqsari
Perancang sampul: Nocturvis
Ilustrasi sampul & isi: Nocturvis & Helen Marsya
Pemerikasa Aksara: Intari Dyah P & Sheraynardia
Penata Aksara: Gabriel
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Cetakan: Pertama, Desember 2013
Jumlah hal.: x + 250 halaman
ISBN: 978-602-7975-73-6
When someone leaves, it’s because someone
else is about to arrive. – Paulo Coelho
Melupakan menjadi satu-satunya jalan ketika
ingatan terjebak dalam  kenanangn.
Melupakan bukan tugas sang waktu, melainkan tugasmu.
Karena kenangan akan selalu ada di tempatnya, menunggumu menemuinya, untuk
kemudian memaafkannya.
Buku dalam genggamanmu ini dipersembahkan
untuk kamu yang tak kunjung bisa berdamai dengan masa lalu. Kamu yang tak mu
membuka pintu untuk seseorang lain yang mencoba mengetuk hatimu.
Percayalah … ketika satu pintu tertutup,
aka ada pintu lain yang terbuka.
***
Satu lagi seri
#CrazyLove yang saya tuntaskan. Kali ini dengan tema Move-On. Sama seperti
#CrazyLove Mantan dan #CrazyLove LDR, seri ini juga adalah kumpulan cerita
karya penulis-penulis Bentang Belia. Mereka menjadikan cerita move-on sebagai tema umum. Dan lagi-lagi
dengan berbagai macam perspektif dan cerita.
Btw, ada gak di
antara pengunjung My Little Library yang lagi rusuh move-on? Iya pindah rumah. Cari rumah baru untuk hatinya
*eciiieeee.. (^_^)v*
Di dalam buku
ini ada 6 cerita tentang move-on dalam berbagai contoh kasus.
Cerita pertama
perjudul Fiksi karya Ardelia Karisa yang bercerita tentang
cinta monyet yang berkembang jadi cinta gorilla. *hm..bahasa macam apa ini,
Tria?* Kisah tentang Silver yang sudah menyukai Novel, teman akrab dan tetangga
rumahnya, sejak SMA. Awalnya hubungan mereka sebatas persahabatan, namun karena
pengaruh sebuah cerita fiksi, perasaan Silver berubah dan berkembang menjadi
cinta. Konyolnya Silver selalu yakin kelak Novel akan datang padanya dan
menyadari bahwa happy ending adalah
ketika ia dan Novel bersanding di pelaminan. Hingga suatu hari datang undangan
pernikahan Novel dengan wanita lain. Tiba saatnya Silver bangkit dari mimpi
tanpa tidurnya. Sanggupkah Silver melupakan harapan-harapan yang sudah dia
pupuk bertahun-tahun?

“Dunia
novel lo itu memang ada di dunia ini, tapi mungkin nggak terjadi sama lo.”
(hal. 21)

Cerita
berikutnya adalah karya Donna Widjajanto
berjudul  Praline Caramel. Hm..pernah gak ada di posisi yang membingungkan?
Seperti kamu sedang punya pacar yang bertahun-tahun menemani hari-harimu,
lantas kamu merasa tertarik pada seseorang dan bahkan menyukai pria itu. Hm..
jelas sebuah dilema. Ini yang dialami Gail, perempuan yang memiliki kekasih
bernama Jendra dan malah menaruh hati pada teman kuliahnya bernama Reza. Hingga
ia membuat keputusan gila itu. memilih dan ternyata pilihannya malah melukai
hati. Bagaimana Gail akan membenahi hatinya?

“Mungkin
karena inilah orang-orang bilang perempuan harus menahan diri dan menuggu pihak
laki-laki yang meminta. Mungkin karena inilah orang-orang bilang kita tidak
boleh terlalu menginginkan sesuatu.” (hal. 62)

Cerita
berikutnya berjudul Another Orion
karya Aiu Ahra. Mengambil setting
kehidupan seorang siswa SMA bernama Daru yang tengah mengalami  masa transisi. Ia ditinggalkan oleh sahabat
perempuannya yang bernama Ryana, padanya Daru menyimpan perasaan lebih. Ryana
pindah ke Kanada. Setelah itu Daru kesulitan beradabtasi dengan teman
sebangkunya yang baru, Ara.
Ara, berbeda
dengan Ryana. Ara nyaris tidak pernah berkonsentrasi mendengar penjelasan guru
di kelas. Selalu sibuk dengan game di handphonenya. Sikap Ara membuat Haru
terganggu. Dan terus menerus merasa kesal denga kehadiran gadis itu. Hingga
suatu Daru mengetahui masalah Ara. Dan Daru pun mulai menyusuri “jalan move on” bersama Ara. Daru menemukan
persahabatan saat bersama Ara.

“Nggak
cuma aku dan kamu, aku yakin orang lain juga pernah ngerasain yang namanya
kehilangan. Memang pada mulanya nggak mudah menerima, tapi bagaimanapun, hidup
tetap harus berjalan, kan, Dar? Masa lalu Cuma boleh dijadikan pelajaran, bukan
tempat untuk tinggal dan diam di sana.” (hal. 107)

Eyes on You karya Clara Canceriana adalah cerita keempat di buku ini. Pernah tidak
kamu menjadi stalker? Hm..bukan yang freak sampai ngebela-belain 24 jam
mengikuti kegiatan orang itu. Anggap saja seperti selalu menangkan sosok
seseorang dengan mata. Saat dimana tidak butuh waktu lama untuk menemukan orang
tersebut di kerumunan. Hal semacam itu bahkan sedikit lebih dari itu dilakukan
oleh Vanya. Ia tidak mampu melepaskan matanya dan kameranya dari sosok Raymond.
Diam-diam Vanya selalu memotret Raymond. Sayangnya di saat yang sama ia selalu
menyadari bahwa mata berbinar penuh cinta dari Raymond bukanlah untuknya
melainka perempuan lain. Bisakah Vanya berhenti menjadi stalker Raymond? Bersikap lebih berani agar Raymond menyadari
keberadaannya.

“Rasa sakit saat menyukai seseorang tidak
saja ketika melihatnya tertawa untuk orang lain. Tetapi juga, ketika orang itu
justru sedang menangis tak berdaya.” (hal. 160)

Salah satu
cerita yang cukup saya sukai di buku ini adalah Cinta Dua Sisi karya Aida
M.A.
Cerita yang menggambarkan hubungan seorang perempuan introvert dengan
laki-laki ekstrovert. Perempuan yang senang membuat sketsa dan gambar dengan
laki-laki yang sangat mencintai kata dan rangkaiannya. Cerita tentang Anna dan
Dante. Serta kisah cinta yang kemudian bak Romeo dan Juliet. Kisah cinta yang
sulit bersatu karena masalah keluarga, bukan karena mereka tak lagi saling
cinta.

“Hujan
bukan bentuk dari kesakitan, hujan hanya sebentuk rindu, kuingin pulang.” (hal.
177)

Kumpulan cerita
di dalam seri #CrazyLove Move ini ditutup dengan manis oleh nuansa melankolis
yang dituturkan oleh Dy Lunalu dalam
cerita yang berjudul You Aftre Us.
Pernah bertanya tentang, “Bagaimana jika sudah tidak ada lagi ‘kita’?”, saat
tengah menjalani hubungan dengan someone
special
? Sebab kita tidak pernah tahu masa depan. Maka hal ini yang coba
diceritakan oleh tokoh “Bee” dan “Honey” yang sudah berteman sejak kecil dan
hingga dewasa terus bersama dalam ikatan cinta. Bayangkan jika akhirnya mereka
tidak bersama lagi? Sesakit apa? Huft membayangkannya saja rasanya susah.
Apalagi menjalaninya (>_<)

“Berdamai
itu berarti Kakak menerima semua kenangan kalian, menyimpannya di tempat
terbaik di hati Kakak dan melanjutkan hidup dengan membawanya. Nanti, ketika
kenangan itu tidak sengaja terbuka, Kakak nggak lagi mengingatnya dengan
kesedihan, tapi dengan senyum dan bersyukur kenangan itu pernah terjadi. Itu
bedanya, Kak.” (hal. 237)
***
“Orang
yang bilang move-on itu susah, move on itu nggak gampang, mereka semua belum
nyoba yang namanya itu move on. …. Move on itu bukan masalah gampang atau
susah. Move on itu proses, bukan cuma omongan ‘gue mau move on’” (hal. 43)

Kutipan dari
karya Ardelia Karisa di buku ini
menarik. Bahwa move on itu adalah proses, bukan hasil. Maka seperti halnya
semua proses lain yang terjadi di bumi ini, ia membutuhkan waktu dan manusia
harus mampu belajar dari hal itu.
Cerita move on
di buku ini ditampilkan berbeda-beda.  Sebenarnya membaca cerita-cerita ini sebagian
besar membuat saya gereget. Saya merasa si tokoh-tokohnya itu kok bisa
membodohi diri sendiri dengan mempertahankan harapan yang 1% padahal
jelas-jelas nggak ada masa depan untuk dia dan orang yang ia sukai itu. Kadang
rasanya eeerrrrr..pengen jitak tokohnya dan bilang “move on donk!” Tapi di
beberapa cerita seperti di cerita pertama dan kedua, alasan mereka bertahan dan
susah move on rasanya kurang kuat.  Dans
selain itu cerita Eyes On You
rasanya terlalu tanggung dalam mengusung proses Move On.

“Orang yang nggak bisa move on  itu mungkin
menyedihkan. Tapi untuk gue, ada yang lebih menyedihkan yaitu orang yang nggak
menyatakan perasaannya cuma karena rasa takut dalam diri sendiri.” (hal. 155)

Kisah yang
disuguhkan Dy Lunaly cukup menarik bagi saya. Bagimana tidak? Dari awal sampai
akhir saya tetap tidak tahu nama asli tokohnya. Mereka terus menerus memakai
nama “Bee” dan “Honey”. Setelah selesai membacanya saya sempat menggunakan
teknik scanning di cerita itu untuk menemukan nama asli keduanya atau salah
satu dari mereka dan hasilnya nihil. Ha..ha..niat banget ya.
Cerita-cerita
lain dalam buku ini semuanya mengambil tema dan sudut pandang beda-beda dan
bagi saya cukup menarik. Tema remaja disuguhkan dengan apik, tapi konflik
romansa dewasa pun tidak terlalu berat untuk dibaca oleh mereka yang usianya
berbeda.
Seri #CrazyLove
Move On kali ini pun cukup menarik untuk diajak menemani waktu-waktu membaca
kita. (^_^)
“Jika rasa suka ini membuatnya lemah, lalu
bagaimana caranya agar dia kuat?” (hal. 152)

 “Walaupun
cinta nggak punya alasan, tetapi suka selalu punya alasan. Dan cinta selalu
berawal dari suka, meski tak berujung menjadi jatuh hati.” (hal. 196)