Penulis             :
Haqi Achmad & Ribka Anastasia Setiawan
Penerbit           : Plot Point
Cetakan          : pertama, Maret 2013
Jumlah hal.     : 191 halaman
Buku ini saya beli online bersama
buku “Antologi Cerpen” yang diterbitkan oleh Plot Point bersama Klub Buku Indonesia
(sebuah komunitas yang saya sempat ikut menjadi penggiatnya). Saat melihat
judulnya saya tertarik untuk membeli mengingat kesenangan saya menulis dan juga
kegilaan saya pada buku sehingga saya mengenal penulis-penulis tersebut
meskipun bukan pengagum berat mereka.
Pada dasarnya saya bukan penyuka
buku-buku motivasi. Menurut saya buku-buku seperti itu sangat naif. Setiap orang
memiliki pengalaman hidupnya sendiri dan tumbuh dna besar serta harus
menghadapi tantangan yang berbeda. Tidak ada dua  manusia yang benar-benar memiliki latar
belakang, kehidupan dan tantangan yang semuanya benar-benar sama persis. Sehingga
kehadiran buku motivasi itu saya rasa hanya akan mengena pada mereka yang
benar2 merasa bahwa buku tersebut memang cukup merepresentasikan apa yang
tengah dihadapi atau pernah dialaminya.


Sejujurnya buku ini tampak ditulis
demi mendukung orang-orang yang memiliki impian untuk menjadi penulis. Semacam buku
motivasi. Namun karena gaya bahasanya yang lebih “gaul” maka buku ini sangat
mudah untuk ditamatkan. Layout bukunya sendiri menarik, berwarna, dan font
hurufnya sangat ramah di mata. Pemilihan penulisnya pun menurut saya sudah
cukup baik karena diambil dari berbagai genre.
Lima penulis yang di”kulik” ceritanya
adalah:
·        
Alanda Kariza
·        
Farida
·        
Clara Ng
·        
Dewi “Dee” Lestari
·        
Vabyo
Hanya 3 penulis yang benar-benar
familiar namanya oleh saya. Hal ini biasanya karena menurut saya buku (pertama
mereka yang saya baca) mereka cukup berkesan sehingga saya punya ketertarikan
untuk membaca karya-karya mereka yang lain. 
Dari segi isi, buku ini telah membuat
garis besar pertanyaan yang kurang lebih sama untuk kelima penulis tersebut. Seperti
“apakah dulu mereka menyukai pelajaran Bahasa Indonesia?”, atau “bagaimana mereka
memandang profesi penulis dan apa syarat hingga seorang disebut penulis?”.
Namun yang menarik buku ini
benar-benar menjabarkan beragam jawaban dengan sudut pandang yang berbeda dari
masing-masing penulis. Ada yang cukup tegas dalam memandang profesi penulis dan
ada pula yang lebih simple dalam menentukan seseorang bisa disebut penulis atau
tidak. Namun membaca buku ini akan semakin membangun pengetahuan kita tentang
dunia tulis-menulis dan penerbitan buku. Jadi buku ini memang layak untuk
dibaca bagi mereka yang senang menulis, terlebih mereka yang memiliki impian
untuk menemukan namanya terpampang di sampul buku sebagai penulis buku
tersebut.
Jika harus memberi nilai dengan skala
1 – 10, maka buku ini saya beri nilai 8.
(^_^)v