Kami kemudian singgah ke halaman
Sekolah Dasar di seberang Taman Balaikota (maaf saya lupa mencatat nama
sekolahnya), kami langsung bertemu dengan Biola Cantik atau
Ficus lyrata. Seperti yang terlihat dalam
nama latinnya, tanaman ini masih satu famili dengan Karet Munding. Biola Cantik
pun memiliki akar liar seperti Karet Munding. Tanaman ini berasal dari India.
daun biola cantik
Bunga butun (Barringtonia
asiatica) yang sudah rontok. Pohon yang ini biasa hidup di kawasan pantai namun
kini nampak sudah banyak menghiasi jalan di Kota Bandung
. Ada
kandungan tanaman ini yang bagus untuk diet, sayang saya lupa mencatatnya.
bunga butun

 
Setelah itu kami pun melanjutkan
perjalanan dengan tujuan ke arah taman lalu lintas. Di sepanjang jalan ini
banyak tanaman yang dijelaskan fungsi dan manfaatnya oleh Ipin, sang pemateri
tunggal hari itu. Berikut list tanaman yang kami lewati (maaf tidak banyak foto
yang bisa saya sertakan karena kehabisan baterai maklum saya pakai kamera
digital tua):
         
Tempuyung atau Sonchus arvensis : Obat kanker. Tumbuh
dipinggir jalan.
         
Lidah Mertua atau Sansevieria trifasciata : bagus untuk
menyerap polutan
         
Hampelas atau Ficus ampelas : sering
dimanfaatkan untuk menghaluskan perabotan. Tadinya ada yang berfikir bahwa
tanaman ini mulai punah, namun ternyata di sepanjang jalan kami menemukan
banyak tanaman Hampelas. Tumbuhan ini hidup di dekat aliran air. Itulah sebabnya
kami sering menemukannya di tepi parit di jalan.
         
mie-mie an atau Cuscuta australis. adalah
tumbuhan parasit pada tanaman pagar yang masih satu keluarga dgn kangkung, dan
ubi manis
         
Tomat : saya baru
tahu dari penjelasan Ipin bahwa memakan buah tomat yang masih hijau dalam
jumlah banyak dapat membuat seseorang berhalusinasi.
sasaladaan
         
Sasaladaan atau Peperomia Pellucida      : merupakan tanaman yang masih satu
keluarga dengan sirih dan lada. Tanaman ini jika dikonsumsi bermanfaat sebagai
anti-oksidan, anti-virus, anti-microba. Padahal jika melihat tempat tumbuhnya
yakni di dekat parit, kita pasti akan su’udzon bahwa akan membuat kita sakit
perut dan lain-lainlah.
         
Pohon Angsana                                : Pohon ini
bagus untuk ditanam di pinggir jalan, namun dengan jarak yang sedikit jauh dari
tepi jalan. Pohon angsana ini dapat menyerap timbal yang merupaka polusi
buangan dari knalpot kendaraan bermotor. Daun Pohon angsana akan menguning jika
banyak timbal yang terserap.
         
Pohon Jati           : ternyata Pohon Jati bukanlah pohon
asli dari Indonesia melainkan dari India. Hal ini karena Pohon Jati yang ada di
pulau jawa ditanam secara berpola sehingga diyakini tidak tumbuh secara alami
melainkan dibudidayakan. Pohon Jati berasal dari India sebab di dunia hanya ada
2 jenis Pohon Jati dan India memiliki keduanya, sedangkan Indonesia hanya
memiliki salah satunya.

         
Bunga Agave
Americana : Tanaman ini dimanfaatkan untuk serat pakaian. Tanaman ini hanya
dapat berbunga sekali dan kemudian mati. Saat berbunga, bunganya menjulang
tinggi.
bunga Agrace Americana

 


Ya, itu
sejumlah tanamana yang berhasil saya dokumentasikan. Hari itu perjalanan
Ngaleut diakhiri di Taman Maluku. Dan lagi-lagi saya harus mengakui bahwa itu
adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di taman tersbeut. Sebelum
dimulai sesi Sharing (seperti biasa), Bang Ridwan sempat menuturkan tentang
Pastor H.C Verbraak yang patungnya terdapat di Taman Maluku. Pastor Verbraak
adalah Pastor khusus militer. Ia adalah orang yang mendirikan gereja pertama di
Aceh. Ia disegani kerena bekerja secara kemanusiaan dan bersikap netral. Ia
sempat menjadi Pastor di Aceh kemudian Padang kemudian Magelang. Namun
kehadiran patung ini masih dipertanyakan motifnya karena Pastor Verbaark
sendiri belum pernah menginjakkan kaki di Bandung. Diduga hal ini ada kaitannya
karena tahun 1918 sempat terjadi perpindahan pusat pemerintahan ke Bandung
hingga akhirnya monumen itu dibangun di Bandung.
Nah, kali
ini sesi sharing tetap menjadi yang sarat informasi. Hampir semua Aleutian
mengeluhkan perihal trotoar yang menyulitkan pejalan kaki. Sikap orang-orang
yang senang memasang pengumuman di pohon. Hal itu merusak dan menyakiti pohon.
Serta tidak sedikit yang mempertanyakan sikap pemerintah yang hanya sekedar
mengatur dan membuat keputusan terkait penanaman tanaman dan jenis tanaman yang
akan ditanam. Seolah tidak pernah mendapatkan ilmu atau meriset terdahulu
tentang efek yang bisa disebabkan oleh penanaman pohon tertentu terhadap badan
trotoar dan jalanan.
sesi sharing


Sumber foto dan data tambahan
Foto-foto berasal dari facebook Endri Sudewa dan beberapa lagi
adalah hasil dokumentasi pribadi.