Penulis:
Buku Berkaki
Editor:
Moh. Rido
Proofreader:
Sulung S. Hanum
Layout:
Dian Novitasari & Irene Yunita
Desain
Sampul: Dwi Anisa Anindhika & Landi A. Handwiko
Penerbit:
Bukune
Cetakan:
Pertama, Februari 2015
Jumlah
hal.: vi + 226 halaman
ISBN:
602-220-145-4
Ibu
yang cantik, apa kabarmu di sana?
Semoga
semua doa dan salam rinduku sampai padamu.
Tak
terasa waktu bergulir dan aku sudah tumbuh dewasa.
Tak
perlu khawatir, aku akan baik-baik saja.
Bukankah
iu yang mengajarkan aku untuk berani?
Aku
pasti bisa menjaga diri.
Melalui
secarik kertas dan goresan tinta ini, izinkan aku mengungkapkan rasa terima
kasih kepadamu. Kasih sayang dan ketulusanmu selama ini tidak akan bisa
terbalaskan.
Derai
air mata dan pengorbanmu tak tergantikan.
Terima
kasih, Ibu
***
Kasihnya
tidak akan lekang oleh waktu, cinta sudah teruji dengan luka, bahkan hatinya
lebih besar dari apa pun yang ada di dunia. Mungkin, begitulah cara yang tepat
untuk menggambarkan seorang ibu.
Dalam
PS: I Love Mom, kamu bisa temukan cerita tentang perjuangan dan kesabaran
hatinya, puisi tentang arti ketulusan cinta. Mari ungkapkan cinta, ekspresikan
sayang, kemudian tunjukkan perhatianmu. I Love you, Mom!
***
Membaca
buku PS: I Love Mom, kita akan disuguhi sejumlah cerita berdasarkan pengalaman
para penggiat (yang akrab disapa Krucil)
dan adik-adik binaan Buku Berkaki.
Buku
Berkaki dengan taglinenya “When a Book Walks, A Dream Works”
adalah sebuah organisasi nonprofit yang berfokus pada penyediaan bacaan
variatif untuk adik-adik di panti asuhan, lapak pemulung, dan jalanan. Selain
itu, Buku Berkaki juga melakukan pengumpulan buku untuk daerah terpencil di
Indonesia, seperti Lumajang, Surabaya, Ujung Kulon, Papua, Maluku Utara, dan
Semau di Nusa Tenggara. (Hal. 223)

Di
dalam buku ini ada puluhan cerita pendek yang mengisahkan kecintaan mereka pada
ibu. Yang membuat saya sangat tergugah adalah cerita pembuka buku ini yang
berjudul Kasih Sayang Ibu Tak Pernah
Padam
karya Agustin Ross. Cerita
ini mengisahkan tentang pengalamannya kehilangan sang Ibu tercinta. Penuh haru.
Selain
itu cerita Seorang Ibu pun Butuh Ibunya karya
Alfa Kurnia mengangkat sebuah fase
yang memang umum terjadi. Saat perempuan menjadi seorang ibu, di saat itulah ia
akan sangat merindukan ibunya dan merasakan cinta yang semakin besar kepada
ibunya. Sebab ia pun akhirnya merasakan sendiri betapa besar pengorbanan yang
dilakukan oleh ibu.
Selain
itu, dari kisah-kisah ini ada pula yang membagi cerita tentang perjuangan
seoran ibu yang sekaligus menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Ada yang
sampai rela berpisah dengan anaknya untuk mencari uang ke luar negeri. Anak tersebut
dengan berbesar hati menuliskan tentang kerinduannya pada ibundanya dan
usahanya untuk memahami kondisi mereka.
Masih
banyak kisah-kisah lain yang dituturkan dengan penuh keluguan oleh anak-anak
binaan Buku Berkaki di Panti Asuhan Al-Andalusia. Selain itu ada juga
potongan-potongan puisi yang ditulis sendiri oleh anak-anak tersebut.
Ah,
kasih ibu memang tidak akan pernah habis untuk diceritakan. Tidak akan bisa
terbilang semua pengorbanan yang telah diberikannya dan tidak akan pernah
seorang anak mampu membalas penuh semua yang telah diberikan oleh ibu.
***
Puisi
yang terinspirasi oleh buku PS: I Love
Mom
Sering aku mendengar kisah

Tentang ibu & anak perempuan

Kala balita ia jadi primadona

Saat remaja ia jadi penuh amarah

Saat dewasa ia tumbuh & menemukan
jalannya sendiri

Hingga suatu hari,

Kala ia menjadi ibu,

Ia akan datang kembali

Mencari pelukan seraya berbisik,

“Maaf, Ma” lantas lanjut berkata,

“I Love You Mom”

Itulah balada seorang gadis kecil
yang tumbuh dewasa

Balada ibu dan anak perempuan

Apakah kisahmu serupa?