Penulis: Mursal Fahrezi
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: 2013
Jumlah halaman: 148 halaman
ISBN: 978-602-02-2903-4
Setelah empat tahun berlalu, akhirnya
Manisha kembali pada suami dan anaknya, Ray dan Naira yang sudah tumbuh besar.
Sayang, sang suami sudah terlampau kecewa karena perbuatannya. Ray merasa sakit
hati lantaran Manisha dulu meninggalkannya dan menelantarkan anak mereka,
Naira, yang saat itu masih berusia dua bulan.

Ray lalu berbaik hati memberikan Manisha kesempatan. Yaitu bisa tinggal di
rumah besarnya sekaligus dekat dengan anaknya sendiri yang selalu memanggilnya
dengan sebutan “tante” lantaran Ray bersikeras menyembunyikan bahwa Manisha
adalah ibu kandungnya.

Jika cinta yang benar-benar putih nan suci itu ada, apakah kehidupan sepasang
insan ini bisa kembali seperti empat tahun yang lalu?

***
Cerita dimulai dengan prolog yang
kemudian saya ketahui sebagai klimaks dari novel ini. Di prolog ini digambarkan
ketakutan Manisha karena akan dijauhkan dari anaknya, Naira. Di prolog ini ada
tokoh Risa yang di bab awal tidak pernah disebutkan namanya.
Cerita pun
dimulai dengan kemunculan kembali Manisha di hadapan Ray. Kehadiran Manisha
yang telah meninggalkan Ray saat Naira, putri mereka, berusia 2 bulan tentu
saja tidak membuat Ray senang. Namun, Ray juga tidak ingin memisahkan Manisha
dari Naira. Ia tetap memberikan kesempatan kepada Manisha untuk mengambil hati
Naira. Namun ia telah bertekad bahwa Manisha tidak akan bisa merebut hatinya
lagi.
Ray yang
ternyata sudah menjalin hubungan dekat dengan Risa, perempuan pemilik butik
yang ia kenal setelah kepergian Manisha, sempat agak kebingungan untuk
menjelaskan kedatangan Manisha kepada Risa. Risa yang akhirnya mengetahui
keberadaan Manisha di rumah Ray kontan merasa terancam dan akhirnya
mempengaruhi Ray dan bahkan mendesak Ray untuk menceraikan Manisha.
Manisha pun
merasa tersudutkan. Ia yang masih mencintai Ray, memahami bahwa wajar Ray
meninggalkannya setelah apa yang ia lakukan. Namun Manisha tidak bisa
membayangkan jika dia harus terpisah lagi dengan Naira, putrinya.
Lantas,
bagaimanakah hubungan yang rumit ini berakhir?
***
Membaca endorsment untuk novel ini membuat saya
berharap banyak pada ceritanya. Blurb-nya pun sukses membuat saya tertarik dan
membawa buku ini ke meja kasir. Saya pun memilih buku ini sebagai teman
seperjalanan saat mudik.
Ide cerita dalam
buku ini memang menarik. Saya pun jadi tertarik untuk tahu apakah Manisha akan
berhasil memperbaiki rumah tangganya bersama sang suami? Apakah Manisha bisa
membuat Naira menyayanginya dan Ray mencintainya kembali? 
Menggunakan
klimaks sebagai prolog cerita ini membuat saya sempat kebingungan. Siapa Risa? Kok, tau-tau nongol di prolog tapi nggak
jelas dia siapa?
Dan pengulangan yang persis sama antara prolog dan klimaks
cerita cukup mengganggu saya. Selain itu, saya pun sempat berfikir kok alasan
Manisha meninggalkan Ray sesimple itu. Trus apa artinya cinta? Trus kenapa dulu
dengan mudahnya Manisha menjawab “Iya” saat dilamar oleh Ray?

Selain itu,
hubungan yang terbangun antara Ray dan Manisha selanjutnya membuat saya
bingung. Kok Ray semudah itu melepaskan Manisha? Trus kok bisa sih Risa dengan
mudah mengambil alih kendali atas hubungan Ray dan Manisha. Berarti Ray sebagai
cowok, sangat mudah disetir, donk?!
Semua keanehan ini membuat saya bingung karena penjelasan dari karakter
tokoh-tokohnya yang tercermin di sepanjang cerita harusnya tidak membentuk
kondisi itu.
Selain itu
penerimaan Ray yang mudah atas kedatangan Manisha juga terasa lemah alasannya.
Kalau memang ia sakit hati dan ingin menceraikan Manisha, lebih baik sejak awal
dia tidak usah menerima Manisha di rumahnya.
Semua hal ini
membuat saya kurang menikmati moment membaca buku ini. Emosi dalam buku ini
kurang terbangun dengan baik. Kejadiannya seolah tanpa alasan yang kuat. Dan
ini menggangu saya.
Dari segi cover
dan dan ide cerita sudah menarik. Hanya saja emosi dari buku ini masih kurang
diolah dengan baik oleh penulis. Semuanya jadi terkesan tiba-tiba dan membuat
saya sebagai pembaca kebingungan.
Jadi, jika harus
menyematkan bintang untuk novel ini, maka saya akan memberinya 2 bintang untuk
cover novel dan ide ceritanya. (^_^)
***
Tentang Penulis
Mursal Fahrezi
adalah nama pena dari Mursalin. Lahir dan tinggal di Palembang. Menulis adalah
hobi yang sudah ditekuninya sejak tahun 2001 – sekarang. Ia menulis tema apa
pun selama itu bisa menghibur pembacanya. Lima cerpen terbaiknya telah dimuat
di tabloid Monica Palembang.
Karyanya yang
terbit adalah Dear Cinta (Ping, Diva
Press 2013), Malaikat untuk Kim Na Na (duet bersama Far Choinice, Ping, Diva
Press 2013), Ya, Gue Cemburu (Ping! Diva Press, 2013), dan Sandaran Hati
(Penerbit Zettu, 2013).
Novel ini adalah
novel kelimanya yang terbit. Mursalin bisa ditemui di: Mursal Fahrezi
(facebook), atau via email di mursalsalin@ymail.com
***