Penulis: Elizabeth Eulberg
Penerjemah: Mery Riansyah
Penyunting: Starin Sani
Penerbit: Bentang Belia
Cetakan: I, Juli 2013
Jumlah hal.: vi + 314 halaman
ISBN: 978-602-7975-15-6

 Saatnya melakukan perubahan!

Hidupku
dikelilingi putri-putri cantik. Adikku, Mac, ratu kecantikan cilik. Ini
gara-gara Mom yang ketagihan mendaftarkannya ke semua kontes. Alyssa,
pacar dari gebetanku juga bintang fashion show. Cantik dan populer tentu
saja!

Mereka, selalu sempurna di mata banyak orang. Apa kabar
orang-orang sepertiku? Di dunia itu, aku merasa ada yang salah. Semuanya
tampak dipaksakan, dan … palsu. Seharusnya, orang merasa sempurna bukan
hanya karena penampilan yang kece, melainkan juga punya kepribadian
yang mengagumkan.

Aku harus melakukan ini, gerakan orang-orang berkepribadian mengagumkan! Lihat apa yang akan kulakukan. Mau ikut denganku?

***
Cerita ini
tentang remaja perempuan bernama Lexi. Ia tinggal dengan seorang ibu dan
seorang adik perempuan. Adiknya, Mackenzie (dipanggil Mac), adalah seorang
putri kecantikan cilik. Lexi dan ibunya adalah tim sibuk yang memastikan Mac
bisa tampil dan jadi pemenang. Mac selalu menjadi putri kesayangan ibunya. Lexi
harus rela menjadi pihak yang dicari hanya saat ada kondisi darurat yang perlu
untuk ia tangani, di luar itu ibunya lebih berfokus pada sang adik.
Namun ada yang
salah. Keuangan mereka menjadi sangat memburuk karena semua perlombaan
“keputrian” yang diikuti Mac. Ibunya menghabiskan uang hingga 1000 dollar untuk
membiayai persiapan kontes Mac, sedangkan uang yang bisa dimenangkan oleh Mac
hanya sekitar 200 dollar. Namun sang ibu tidak peduli. Ibunya bersikap bahwa
Mac dan perlombaannya adalah bagian terpenting dalam hidup sang ibu. Semua itu
menjadi hal yang mengisi kekosongan yang muncul dalam hidup sang ibu setelah
bercerai dari ayah Lexi dan Mac. 
Namun, Lexi
mulai merasa tertekan dengan hal ini. Hingga suatu hari karena sebuah permainan
tantangan yang ia mainkan bersama sahabatnya, Benny, ia pun tampil menjadi
sosok yang baru. Sosok yang layak untuk masuk ke kelompok populer. Hal ini
wajar, karena pada dasarnya Lexi mempunyai sense
yang bagus dalam fashion, dia hanya perlu belajar untuk memakai make-up dan tampil lebih menarik.
Lexi yang
tadinya yakin bahwa dirinya akan sulit mendapatkan kencan, ternyata dalam
beberapa hari langsung mendapatkan undangan kencan dari Tayor, salah satu cowok
populer di sekolahnya. Ini pun membawa beberapa perubahan dalam hubungannya
dengan sang ibu dan Mac. Hingga akhirnya puncaknya, ibunya melakukan sesuatu
yang membuat Lexi tidak bisa memaafkannya. Di lain pihak, ia tidak bisa
berhenti mengagumi Logan, pacar Alyssa. Alyssa adalah salah satu cewek populer
di sekolah yang juga bintang fashion show.
Meskipun sudah mulai berkencan dengan Taylor, Lexi tetap tidak bisa berhenti
mengharapkan Logan.
Hingga suatu
hari keinginannya terwujud. Tapi apakah benar itu yang ia inginkan? Bagaimana
hubungan Lexi dengan ibu dan adiknya?

***
Hm..saya
tertarik membaca novel ini karena blurb yang menggoda. Saya tertarik untuk
mengetahui, bagaimana kalau ada “gerakan orang-orang yan berkepribadian
mengagumkan”? Tapi sayangnya saya tertipu. Buku ini tidak berbicara tentang
bagaimana orang-orang memiliki kepribadian baik berusaha mengubah mindset umum tentang cewek cantik. Yang
terjadi adalah tokoh utamanya malah berusaha untuk tampil cantik dan menjadi
bagian dari kelompok populer.
Ugh, jelas ini
mengecewakan karena menyisakan pertanyaan tersendiri  bagi saya. Bagaimana seandainya?? Sebab, image  yang dibangun oleh media tentang cewek cantik
itu sangat susah diubah. Iklan-iklan di media selalu menggambarkan perempuan
cantik sebagai perempuan dengan bentuk wajah sangat proporsional, mata bulat
tajam, hidung mancung, pipi kemerah-merahan, dan bibir yang sensual plus tubuh
ramping dan rambut panjang terawat serta kulit putih mempesona. Uh..oh..sangat
sulit menjadi orang-orang ini karena gambaran itu terlalu sempurna. Dan ini
membuat perempuan dengan penampilan fisik sebaliknya menjadi minder dan bahkan
ada yang mendapat cemohan karena tidak termasuk dalam kategori “cantik”
Tapi apa benar,
manusia harus dinilai dari penampilan fisiknya? Bagaimana dengan kebaikan hati
dan kecerdasan akal? Bagaimana dengan sikap sopan dan berempati? Apa itu semua
tidak bisa menjadi penilain utama? Semua akan menjawab bahwa kriteria itu juga
penting. Tapi tetap saja tahap seleksi utama itu dimulai dari fisik dulu.
Menurut kamu ini adil gak sih?
Kembali ke novel
Revenge of the Girl with the Great
Personality
ini, saya rasa masih belum mengalahkan buku How to be Popular karya Meg Cabot yang mengangkat tema yang kurnag lebih sama.
Karena buku How to be Popular jauh lebih wise dan menampilkan tentang bagiamana pergulatan
batin serta pilihan-pilhan yang harus diambil oleh tokoh utama dalam novel Howto be Popular tersebut.
Oiya satu hal
yang baru saya sadari bahwa penulisan yang benar adalah “jomlo” bukan “jomblo”.
Ini setelah saya mencoba mengecek ulang di KBBI untuk kedua kata tersebut. Kata
“jomlo” ternyata berarti “gadis tua” sedangan “jomblo” tidak punya arti apapun.
Jadi, jika harus
memberi nilai untuk novel ini, maka saya hanya akan memberinya 3 bintang untuk
cover yang menarik, cerita yang ringan meski masih cukup dangkal, dan
keteratura penulis menuturkan konflik demi konflik dalam hidup Lexi.
Dan bicara tentang ratu kontes, saya nggak akan mungkin memenangkan kontes yang satu ini. He..he. (^_^)v:
kontes ratu waria. Sumber: liputan6
***
Quote
“Kurasa di beberapa situasi, palsu lebih
baik ketimbang hal nyata” (hal.46)
“Rambut tambahan dan bulu mata palsu:
terbuat dari itulah cewek-cewek cantik.” (hal. 76)
“Jarang sekali memang fantasi dan kenyataan
menjadi satu” (hal. 307)
Tentang penulis
Lahir dan besar
di Wisconsin sebelum kuliah di Syracuse dan berkarier dalam bisnis buku di New
York City. Ia tinggal di luar Manhattan bersama tiga gitar, dua keyboard, dan
satu stik drum. Karya-karyanya yang lain adalah The Lonely Heart Club, Prom and
Prejudice, dan Take a Bow. Follow twitter @ElizEulberg dan kunjungi www.elizabetheuler.com untuk
mengenalnya lebih jauh.
***

Review ini diiutikan dalam RC 2014