Penulis: K. Fischer
Penyunting: Shara Yosevina
Desain: Amanda M.T Castilani
Penerbit: Bhuana Sastra (Imprint Penerbit Bhuana Ilmu Populer)
Cetakan: Pertama, 2017
Jumlah hal. : 552 halaman
ISBN: 978-602-394-513-9
 
Saras
bertemu gadis kecil bernama Amelia di tempatnya bekerja di pusat teknologi kota
Linz, Austria. Ibunya Amelia sudah meninggal dunia. Saras terenyuh dan ingin
berteman dengan Amelia dan paman merangkap ayah asuhnya, Jonas. Mereka jadi
sering bertemu, Saras mulai menyayangi Amelia, bahkan ia semakin dekat dengan
Jonas hingga keduanya jatuh cinta.
 
Sementara
di Jakarta, ibunya yang diktator sudah mempunya calon suami untuk Saras. Ketika
mengetahui tentang hubungannya dengan Amelia dan Jonas, ibunya dan seluruh
keluarganya langsung memojokkan Saras. Dengan semakin bertambahnya konflik baik
antara Saras dengan keluarganya, maupun dengan “keluarga baru” di Austria, ia
mulai belajar untuk mengambil keputusan secara dewasa.
***
 
Saras, 27 tahun dan berasal dari Indonesia. Ia bekerja di Austria dam hidup jauh dari keluarganya. Namun berbeda dengan para perantau pada umumnya, Saras tidak memiliki kerinduan tertentu pada rumah selain kepada Eyangnya. Ini karena ia selalu merasa dibelenggu oleh keluarganya. Bahkan hingga kini, meski ia jauh dari Indonesia namun “cengkraman” sang ibu masih kuat terasa. Ibunya mulai semakin sering menyuruhnya pulang dan menikah dengan anak kenalan yang berusaha dijodohkan dengannya. Sayangnya Saras memiliki keinginan sendiri. Hatinya terlanjut ia isi dengan keceriaan seorang gadis kecil bernama Amelia dan pamannya, Jonas. Tapi sekali lagi Saras kembali dicengkram dengan kuat. Ia seolah tidak bias menolak upaya sang ibu untuk menjodohkannya.
 
Di saat yang sama saat ia dan Jonas semakin dekat, ada satu rahasia besar yang Saras simpan dari laki-laki itu dan Amelia. Rahasia yang ternyata akan membuat hubungan mereka berada di ujung tanduk.
 
***
 
Sejak pertama kali membuka novel ini, saya menyukai layout bukunya. Halaman awal yang indah, ukuran tulisan yang cukup besar dengan spasi yang cukup lebar. Menyegarkan mata dan tidak membebani saat membacanya. Belum lagi covernya yang merupakan perpaduan warna putih dan pink. Sayangnya, tulisan nama penulisnya sangat kecil dan warnanya terlihat buram karena lebih ke arah silver. Lebih baik jika warnanya hitam.

Saat mengikuti alur ceritanya, apa yang menjadi ciri khas K. Fischer kembali terasa. Meski menggunakan setting negara lain, namun penuturan cerita berhasil menampilkan keseharian penduduk setempat dengan baik dan cukup detail. Berpadu dengan baik di dalam cerita. Penggambaran bagaimana iklim memengaruhi mood warga kota Linz, tempat-tempat yang indah untuk dikunjungi baik yang sudah mainstream maupun yang lebih banyak diketahui oleh penduduk lokal.
 
Untuk konflik cerita, novel ini sudah berhasil membangun setiap konflik dengan baik hingga konflik utama. Dan tidak berakhir dengan anti-klimaks. Sayangnya penyelesaiaan konflik terasa agak muluk karena permintaan tambahan keluarga terkait Saras dan Jonas apalagi itu dikatakan oleh Ayah Saras yang selama konflik terjadi tidak mengambil peran namun jadi penentu keputusan akhir.
 
Selain itu dalam hal percakapan, terasa sedikit ketidakkonsistenan. Saras kadang menggunakan bahasa baku pada Jonas dan kadang memakai bahasa kasual. Ini sedikit mengganggu kesenangan membaca. Namun di luar itu, ceritanya enak dibaca. Tidak membosankan karena tahapan penulis dalam membangun konflik cukup smooth sehingga sebelum pembaca bosan, konflik baru muncul dan meningkatkan intensitas konflik.