Penulis: Robert Galbraith

Alih Bahasa: Siska Yuanita

Desain sampul: Marcel A.W

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan: Ketiga, Februari 2014

Jumlah hal. : 520 halaman

ISBN: 978-602-03-0062-7

 

Ketika seorang supermodel jatuh dari ketinggian balkon di London yang bersalju, polisi menetapkan bahwa ini kasus bunuh diri. Namun, kakak korban meragukan keputusan itu, dan menghubungi sang detektif partikelir, Cormoran Strike, untuk menyelidikinya.

 

Strike seorang veteran perang yang memiliki luka fisik dan luka batin. Hidupnya sedang kisruh. Kasus ini memberinya kelonggaran dalam hal keuangan, tapi menuntut imbalan pribadi yang mahal; semakin jauh dia terbenam dalam kasus ini, semakin kelam kenyataan yang ditemuinya – dan semakin besar bahaya yang mengancam nyawanya.

***

definisi partikelir

Cerita dibuka dengan kejadian di TKP tempat jatuhnya seorang supermodel, Lula Landry, dari balkon flatnya. Deskripsi keramaian yang tercipta serta tekanan yang dirasakan oleh polisi akibat publisitas kasus ini digambarkan dengan cukup jelas.

Kemudian cerita melompat ke 3 bulan sesudahnya dengan penggambaran pertemuan tokoh utama dan pendukung setianya: Cormoran Strike dan Robin Ellacott. Pertemun pertama yang menyakitkan bagi kedua belah pihak namun mendadak menjadi hari yang sibuk bagi mereka.

Seorang klien mendatangi mereka dan memperkenalkan diri sebagai kakak Lula Landry, John Bristow. Ia kemudian mencurahkan perasaan serta menyampaikan rasa curiganya bahwa kematian Lula landry bukanlah bunuh diri, melainkan dibunuh oleh seseorang. Ia meyakini bahwa keberadaan 2 orang asing di dalam rekaman CCTV di sekitar lingkungan flat Lula ada hubungannya dengan kematian supermodel tersebut.

Informasi dari John dan tentu saja pembayaran dari John menjadi awal terlibatnya Strike dengan kasus tersebut. Hal ini membuatnya masuk dalam gemerlapnya dunia para selebritas dan jutawan yang rasanya seperti berada di dunia lain. Dunia yang sebenarnya berkaitan dengan latar belakang Strike sendiri. Sejarah hidup yang rasanya ingin dia sembunyikan namun tetap saja mudah ditemukan di laman pencari. Selama menyelidiki kasus tersebut, bagian dirinya tersebut menjadi salah satu cara mudah untuk bisa bertemu dengan para saksi. Meskipun hal tersebut menjadi hal yang lebih banyak dia jawab singkat atau diam yang dengan segera dibelokkannya ke tanya jawab terkait kematian Lula

Saat satu persatu saksi diwawancarai serta sempat mencuri kesempatan untuk melihat seluruh isi flat Lula, Strike kemudian menemukan kepingan yang seolah tidak pas. Kepingan yang membuatnya semakin yakin bahwa Lula bukan bunuh diri melainkan dibunuh. Namun bagaimana bisa ia membuktikannya tanpa bukti langsung?

Bagaimana ia membuat sang pembunuh muncul saat sejumlah alibi saling menggoyahkan dan saling menguatkan sekaligus? Di sisi lain, Strike harus membenahi kehidupan sosial dan tentu saja situasi ekonominya untuk bisa bertahan hidup dengan layak. Bisakah kasus ini memberinya keamanan ekonomi yang dibutuhkannya?

***

Bagi yang senang membaca novel detektif dan thriller maka membaca buku pertama karya JK Rowling sebagai Robert Galbraith ini akan memberikan sensasi yang berbeda dari umumnya. Ini bisa jadi #NewNormal dalam novel dengan genre detektif.

Jika selama ini, buku-buku detektif akan menampilkan potongan potongan adegan dan percakapan yang berhubungan langsung dengan kasus yang dibahas; membaca bagian-bagian yang menjadi clue dan kadang dimanfaatkan untuk mempengaruhi psikologi pembaca dan menggiring pembaca ke asumsi tertentu yang ternyata salah; atau potongan adegan yang melibatkan korban dan/atau pelaku maupun saksi untuk menampilkan potongan puzzle yang hilang secara implisit; maka semua ini tentu saja ada di novel The Cuckoo’s Calling ini. Novel yang diterjemahkan oleh Penerbit Gramedia menjadi “Dekut Burung Kukuk” ini memang menampilkan detail-detail tersebut sama banyaknya dengan detail-detail kehidupan sang detektif yang tidak berhubungan langsung dengan kasus yang sedang ditanganinya.

Pembaca diajak untuk mengenal Cormoran Strike secara utuh. Masa kecil, kehidupan remaja hingga dewas, masalah percintaan hingga sejumput kehidupan seksual sang detektif partikelir  tersebut. Tentang kaki palsunya yang sering kali membuatnya terpincang-pincang. Kaki yang membuatnya dikagumi dan ditakuti. Kaki yang penjelasannya disesuaikan oleh pendengarnya, versi singkat atau versi yang menyebutkan sedikit penjelasan kasar yang melibatkan bom dan Afganistan.

Berbagai detail dan narasi yang tidak berhubungan dengan kasus namun bermaksud menjelaskan secara detail kehidupan detektif tersebut memenuhi novel ini di sana sini. Oiya, dan jangan lupakan juga kehadiran sang asisten cantik, Robin. Asisten temporer dengan inisiatif bagus dan memiliki ketertarikan terpendam terhadap dunia penyelidikan. Bahkan detail peristiwa pertunangannya termasuk di dalam Bab 1 novel ini.

Sejujurnya semua tokoh-tokoh di dalam novel ini terlihat sama buruknya. Ya, sangat manusiawi. Selama menghubungi para saksi dan berusaha mendapatkan keterangan dari mereka, pembaca akan menemukan tentang kehidupan yang buruk di dunia hiburan (tapi juga banyak yang terjadi di dunia yang biasa saja tanpa gemerlap dan kemewahan). Mereka saling cibir. Saling mencurigai. Kecurigaan ini ditampilkan dengan baik dan dibumbui oleh kontemplasi Strike yang menghubungkan situasi-situasi tersebut dengan masa lalunya.

Semua deskripsi dan detail tersebut membangun empati pada sosok Cormoran Strike. Di sisi lain semua tokoh-tokohnya mengalami perubahan dan berkembang. Seperti Guy Some yang diawal digambarkan sebagai orang yang licik dan memanfaatkan publisitas kematian Lula; yang ketika ditemui oleh Strike muncul dengan sosok yang cukup berbeda dari yang digambarkan oleh saksi-saksi sebelumnya. Atau sosok Evan Duffield yang pecandu narkoba dan kekasi putus nyambung Lula yang dianggap paling berpotensi dan memiliki motif untuk membunuh Lula namun selamat oleh alibi yang memberi kesan buruk padanya. Saksi-saksi menggambarkan bagaimana Evan sebagai sosok ba***at/kepa**t namun saat bertemu langsung dan Strike menganalisis bahasa tubuh dan ekspresinya menampilkan citra lain yang berbeda dari yang digambarkan oleh saksi-saksi lainnya.

Hm.. jika harus membuat pernyataan singkat tentang novel ini, maka kalimat “Novel detektif tentang kehidupan seorang detektif” akan sangat mewakili. Fokus di dalam novel ini tidak hanya satu, yaitu kasus yang sedang ditangani oleh Strike; namun juga tentang kehidupan Strike bahkan isi benak Strike dengan transparan. Setiap Strike memandang sesuatu, maka pembaca akan menemukan penggambaran subyektifnya dengan jelas. Bagaimana Strike menilai ekspresi, bahasa tubuh hingga psikologi orang yang ditemui dan ditanyainya terdeskripsikan dengan detail sehingga menampilkan kesan bahwa sesungguhnya pusat cerita bukanlah pada kasusnya melainkan pada sosok Cormoran Strike